alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Kini, Rontgen  Bisa Disimpan di Ponsel

TUBAN – Teknologi terus menawarkan hal baru. Termasuk teknologi di dunia kesehatan. Sekarang hasil rontgen tidak lagi monoton di atas kertas. Dengan teknologi yang mutakhir, hasil foto tulang dan organ dalam itu bisa disimpan dalam format digital. Praktis hasil foto tidak lagi ditenteng dalam amplop, melainkan bisa disimpan di dalam ponsel atau gadget. 

Seperti alat rontgen yang dimiliki Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban.

Dengan fitur teleradiologi, pasien bisa melihat hasil sinar X dan diagnosa melalui gadget mereka.

Hasil rontgen bisa langsung dikirim melalui jejaring sosial seperti Whatsapp, Facebook, dan medsos lainnya.

Di rumah sakit Jalan Letda Sucipto ini, hasil rontgen tidak hanya berupa foto. Melainkan bisa berupa video.

Dengan teknologi digital tersebut, pasien bisa mengetahui hasil dengan cepat.

Baca Juga :  Tradisi Nahdliyin Menjelang Haul Sunan Bonang

Kepala Ruang Radiologi RSNU Tuban Amin Muthik mengatakan, teknologi digitalisasi hasil rontgen tersebut merupakan pertama dan satu-satunya di Tuban.

Kelebihan lain peranti rontgen menggunakan teknologi sinar X dengan 500 ma (miliamper) dan computerized radiography (CR) ditunjang spesifikasi yang tinggi.

Dengan spesifikasi terbaru nan update, hasil rontgen pun bisa lebih detail dan tajam. 

Sehingga dengan hasil foto yang maksimal, bisa memudahkan tenaga medis untuk mendiagnosa dengan optimal.

Tidak hanya untuk menganalisa kelainan tulang saja, namun juga bisa memotret organ dalam.

Sehingga, penyakit lain yang berpotensi menyerang organ-organ vital bisa cepat ditangani.

‘’Hasil foto X-ray bisa memotret serat otot terkecil, jadi bisa mendiagnosa dengan detail ke tulang dan organ,’’ terang dia.

Wakil ketua Perhimpunan Radiographer Indonesia (Pari) PC Tuban itu mengatakan, rata-rata mesin rontgen memiliki teknologi 400 ma.

Baca Juga :  Rokok Naik? Bea Cukai Pastikan Belum Ada Informasi Resmi

Sehingga produk Austria milik RSNU ini memiliki spesifikasi tertinggi di kelasnya. Bisa untuk menangani berbagai keluhan.

Mulai pemeriksaan histero shalpingo graphy atau pengecekan organ reproduksi wanita.

‘’Pemeriksaan ini untuk orang yang sudah lama menikah tapi belum punya anak,’’ terang ketua alumni prodi teknik radiodiagnostik dan radioterapi Purwokerto, Jawa Tengah itu.

Pemeriksaan lain, colon in loop (masalah usus besar), IVP (untuk struktur anatomi kelainan disaluran kencing), CYS (kandung kemih), ure (saluran kencing pria), urerhro (saluran kemih dan uretra saluran kencing pria), appendicogram (pemeriksaan apendic untuk usus buntu), fistulografi (kelainan rongga upnormal), serta Omd (lambung dan usus halus). ‘’Teknologi tersebut, sejauh ini belum ada duanya di Tuban,’’ ucap Muthik.

TUBAN – Teknologi terus menawarkan hal baru. Termasuk teknologi di dunia kesehatan. Sekarang hasil rontgen tidak lagi monoton di atas kertas. Dengan teknologi yang mutakhir, hasil foto tulang dan organ dalam itu bisa disimpan dalam format digital. Praktis hasil foto tidak lagi ditenteng dalam amplop, melainkan bisa disimpan di dalam ponsel atau gadget. 

Seperti alat rontgen yang dimiliki Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban.

Dengan fitur teleradiologi, pasien bisa melihat hasil sinar X dan diagnosa melalui gadget mereka.

Hasil rontgen bisa langsung dikirim melalui jejaring sosial seperti Whatsapp, Facebook, dan medsos lainnya.

Di rumah sakit Jalan Letda Sucipto ini, hasil rontgen tidak hanya berupa foto. Melainkan bisa berupa video.

Dengan teknologi digital tersebut, pasien bisa mengetahui hasil dengan cepat.

Baca Juga :  Minim Papan Petunjuk Jalur Alternatif

Kepala Ruang Radiologi RSNU Tuban Amin Muthik mengatakan, teknologi digitalisasi hasil rontgen tersebut merupakan pertama dan satu-satunya di Tuban.

Kelebihan lain peranti rontgen menggunakan teknologi sinar X dengan 500 ma (miliamper) dan computerized radiography (CR) ditunjang spesifikasi yang tinggi.

Dengan spesifikasi terbaru nan update, hasil rontgen pun bisa lebih detail dan tajam. 

Sehingga dengan hasil foto yang maksimal, bisa memudahkan tenaga medis untuk mendiagnosa dengan optimal.

Tidak hanya untuk menganalisa kelainan tulang saja, namun juga bisa memotret organ dalam.

Sehingga, penyakit lain yang berpotensi menyerang organ-organ vital bisa cepat ditangani.

‘’Hasil foto X-ray bisa memotret serat otot terkecil, jadi bisa mendiagnosa dengan detail ke tulang dan organ,’’ terang dia.

Wakil ketua Perhimpunan Radiographer Indonesia (Pari) PC Tuban itu mengatakan, rata-rata mesin rontgen memiliki teknologi 400 ma.

Baca Juga :  Yes Bro Siapkan Konsep Khusus Atasi Banjir

Sehingga produk Austria milik RSNU ini memiliki spesifikasi tertinggi di kelasnya. Bisa untuk menangani berbagai keluhan.

Mulai pemeriksaan histero shalpingo graphy atau pengecekan organ reproduksi wanita.

‘’Pemeriksaan ini untuk orang yang sudah lama menikah tapi belum punya anak,’’ terang ketua alumni prodi teknik radiodiagnostik dan radioterapi Purwokerto, Jawa Tengah itu.

Pemeriksaan lain, colon in loop (masalah usus besar), IVP (untuk struktur anatomi kelainan disaluran kencing), CYS (kandung kemih), ure (saluran kencing pria), urerhro (saluran kemih dan uretra saluran kencing pria), appendicogram (pemeriksaan apendic untuk usus buntu), fistulografi (kelainan rongga upnormal), serta Omd (lambung dan usus halus). ‘’Teknologi tersebut, sejauh ini belum ada duanya di Tuban,’’ ucap Muthik.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/