alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Kembali ke Proses Awal

KOTA – Upaya meningkatkan kelas jalan Sukodadi-Paciran menjadi jalan provinsi yang telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu kembali ke nol atau proses awal. Sebab badan perencanaan pembangunan provinsi (Bappeprov) Jatim minta Pemkab Lamongan mengajukan proposal ulang.  

‘’Kita mendapat saran dari Bappeprov Jatim untuk mengajukan proposal ulang terkait hal itu,’’ kata Kepala Bappeda Lamongan, Mursyid kepada Jawa Pos Radar Lamongan rabu (17/1).

Menurut dia, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Lamongan untuk mematangkan proposal yang akan  diserahkan ke provinsi. ‘’Proposal tersebut nantinya untuk dibahas lagi dengan DPU Bina Marga dan Dishub Provinsi Jatim,’’ ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, jalan kabupaten Sukodadi-Paciran semakin padat volume lalu lintasnya. Seiring geliat industri dan wisata di kawasan pantura Lamongan. Sehingga kelas jalan yang mengubungkan wilayah pantura dengan tengah Lamongan tersebut diusulkan naik menjadi jalan provinsi beberapa tahun lalu. Namun hingga kini belum ada lampu hijau dari Pemprov Jatim.   

Baca Juga :  Kawasan Industri Tak Kunjung Terealisasi

Berdasar catatan Dinas Penanaman Modal Dan PTSP Lamongan, industri paling menggeliat di Paciran dan Brondong. Terutama industri yang bergerak di sektor kemaritiman. Namun hingga kini akses jalannya belum mendukung penuh.

Sedangkan, mayoritas lokasi wisata yang terdata di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) berada di kawasan pantura. Diantaranya Wisata Bahari Lamongan (WBL), Maharani Zoo Lamongan (Mazola), Pemandian Air Hangat Brumbung, Makam Sunan Drajad, Makam Syeh Maulana Ishaq, dan Monumen Van Der Wijk.

KOTA – Upaya meningkatkan kelas jalan Sukodadi-Paciran menjadi jalan provinsi yang telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu kembali ke nol atau proses awal. Sebab badan perencanaan pembangunan provinsi (Bappeprov) Jatim minta Pemkab Lamongan mengajukan proposal ulang.  

‘’Kita mendapat saran dari Bappeprov Jatim untuk mengajukan proposal ulang terkait hal itu,’’ kata Kepala Bappeda Lamongan, Mursyid kepada Jawa Pos Radar Lamongan rabu (17/1).

Menurut dia, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Lamongan untuk mematangkan proposal yang akan  diserahkan ke provinsi. ‘’Proposal tersebut nantinya untuk dibahas lagi dengan DPU Bina Marga dan Dishub Provinsi Jatim,’’ ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, jalan kabupaten Sukodadi-Paciran semakin padat volume lalu lintasnya. Seiring geliat industri dan wisata di kawasan pantura Lamongan. Sehingga kelas jalan yang mengubungkan wilayah pantura dengan tengah Lamongan tersebut diusulkan naik menjadi jalan provinsi beberapa tahun lalu. Namun hingga kini belum ada lampu hijau dari Pemprov Jatim.   

Baca Juga :  Zebra Cross Tak Efektif, Ajukan Pelican Crossing

Berdasar catatan Dinas Penanaman Modal Dan PTSP Lamongan, industri paling menggeliat di Paciran dan Brondong. Terutama industri yang bergerak di sektor kemaritiman. Namun hingga kini akses jalannya belum mendukung penuh.

Sedangkan, mayoritas lokasi wisata yang terdata di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) berada di kawasan pantura. Diantaranya Wisata Bahari Lamongan (WBL), Maharani Zoo Lamongan (Mazola), Pemandian Air Hangat Brumbung, Makam Sunan Drajad, Makam Syeh Maulana Ishaq, dan Monumen Van Der Wijk.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/