alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Ajang Unjuk Gigi Atlet Nasional-Internasional

TUBAN – Kejurkab Bulutangkis Tuban 2018 benar-benar menjadi ajang bergengsi bagi para pebulutangkis. Meski level kompetisinya kabupaten, namun jangan ditanya kemampuan para pemainnya. Kompetisi tahunan ini kian sengit karena mayoritas pesertanya yang ikut kompetisi merupakan pebulutangkis yang kerap menjuarai kompetisi nasional dan internasional. Mereka turun gunung untuk menantang pada atlet baru.

Setelah pembukaan, dilanjutkan pertandingan tiga kategori kemarin (17/1). Hari ini kompetisi kian seru.

Delapan kategori akan menjalani babak penyisihan. Para atlet muda dan bibit-bibit pebulutangkis akan membuktikan kemampuannya untuk menjadi yang terbaik.

Tak kalah seru, para atlet yang baru menjajaki karir juga akan menunjukkan taringnya untuk mengalahkan lawan.

Baca Juga :  Kenalkan Gerakan 1821

Suryanto, sekretaris II Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Tuban mengatakan, atlet-atlet Tuban banyak yang sudah berkompetisi nasional dan internasional.

Dengan adanya kompetisi ini, mereka pulang kampung untuk mengasah skill.

Selain itu, mereka datang ikut kompetisi dengan tujuan membina para atlet baru agar mempunyai mental juara.

‘’Pertandingan akan seru karena banyak diikuti atlet yang sudah mempunyai jam terbang tinggi,’’ jelas dia.

Purnawirawan TNI AD itu mengatakan, jika dipersentase, jumlah atlet baru mengisi dua puluh persen dari total peserta.

Mereka didaftarkan masing-masing klub atau persatuan bulutangkis (PB) untuk menambah jam terbang sekaligus mengasah mental bertanding. 

Suryanto menjelaskan, kematangan para atlet pebulutangkis akan terlihat jika berlaga di kompetisi semacam ini.

Baca Juga :  Kumpul Bersama dan Makan Nasi Tumpeng

Pebulutangkis baru pun bisa berpeluang mengalahkan atlet profesional jika mereka rutin berlatih. 

Sekretaris acara itu mengatakan, dengan pertandingan yang sudah digelar, harapannya bisa menjadi bahan evaluasi klub bulutangkis setempat.

Sebab, banyak hal yang masih perlu ditingkatkan lagi. Terutama skill dan teknik atlet yang sudah lama vakum tidak turun pertandingan.

Sehingga, dipastikan yang terbaik akan menjadi juara kompetisi ini.

‘’Kalau sering berkompetisi tekniknya bisa dipastikan lebih unggul meskipun dia tergolong atlet baru. Jadi yang terbaik pasti akan menjadi juara,’’ tegas purnawirawan berpangkat letnan dua itu.

TUBAN – Kejurkab Bulutangkis Tuban 2018 benar-benar menjadi ajang bergengsi bagi para pebulutangkis. Meski level kompetisinya kabupaten, namun jangan ditanya kemampuan para pemainnya. Kompetisi tahunan ini kian sengit karena mayoritas pesertanya yang ikut kompetisi merupakan pebulutangkis yang kerap menjuarai kompetisi nasional dan internasional. Mereka turun gunung untuk menantang pada atlet baru.

Setelah pembukaan, dilanjutkan pertandingan tiga kategori kemarin (17/1). Hari ini kompetisi kian seru.

Delapan kategori akan menjalani babak penyisihan. Para atlet muda dan bibit-bibit pebulutangkis akan membuktikan kemampuannya untuk menjadi yang terbaik.

Tak kalah seru, para atlet yang baru menjajaki karir juga akan menunjukkan taringnya untuk mengalahkan lawan.

Baca Juga :  Peran Besar Permintaan Domestik Terhadap Perbaikan Kinerja Emiten

Suryanto, sekretaris II Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Tuban mengatakan, atlet-atlet Tuban banyak yang sudah berkompetisi nasional dan internasional.

Dengan adanya kompetisi ini, mereka pulang kampung untuk mengasah skill.

Selain itu, mereka datang ikut kompetisi dengan tujuan membina para atlet baru agar mempunyai mental juara.

‘’Pertandingan akan seru karena banyak diikuti atlet yang sudah mempunyai jam terbang tinggi,’’ jelas dia.

Purnawirawan TNI AD itu mengatakan, jika dipersentase, jumlah atlet baru mengisi dua puluh persen dari total peserta.

Mereka didaftarkan masing-masing klub atau persatuan bulutangkis (PB) untuk menambah jam terbang sekaligus mengasah mental bertanding. 

Suryanto menjelaskan, kematangan para atlet pebulutangkis akan terlihat jika berlaga di kompetisi semacam ini.

Baca Juga :  Pengamat: Nasdem Diprediksi Gabung Koalisi Indonesia Bersatu

Pebulutangkis baru pun bisa berpeluang mengalahkan atlet profesional jika mereka rutin berlatih. 

Sekretaris acara itu mengatakan, dengan pertandingan yang sudah digelar, harapannya bisa menjadi bahan evaluasi klub bulutangkis setempat.

Sebab, banyak hal yang masih perlu ditingkatkan lagi. Terutama skill dan teknik atlet yang sudah lama vakum tidak turun pertandingan.

Sehingga, dipastikan yang terbaik akan menjadi juara kompetisi ini.

‘’Kalau sering berkompetisi tekniknya bisa dipastikan lebih unggul meskipun dia tergolong atlet baru. Jadi yang terbaik pasti akan menjadi juara,’’ tegas purnawirawan berpangkat letnan dua itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/