alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Dana Desa Naik, Minimal Per Desa Terima Rp 600 Juta

Radar Lamongan – Besaran dana desa (DD) yang diterima desa-desa di Lamongan dipastikan naik. Sebab, Kementrian Keuangan menetapkan kenaikan DD tahun depan Rp 1 miliar. Jika tahun ini Rp 366 miliar, maka tahun depan menjadi Rp 367 miliar.

“Alokasi DD ini sudah disesuaikan dengan beberapa perhitungan yang ditetapkan pusat. Daerah hanya menerima saja,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemkab Lamongan Khusnul Yaqin.

Menurut dia, naik turunnya DD disesuaikan perhitungan alokasi dasar, afirmasi, kinerja, dan formula. Perhitungan formula itu mencakup angka kemiskinan, jumlah penduduk, dan kesulitan geografis.

Khusnul memastikan setiap desa di Lamongan minimal mendapatkan Rp 600 juta. Dia mencontohkan penerima bantuan DD terkecil, Desa Sonoadi, Kecamatan Karanggeneng. Desa tersebut bakal menerima Rp 608 juta. Sedangkan Desa Sedayu Lawas, Brondong sebagai desa terbesar, bakal menerima DD Rp 1,5 miliar.

Baca Juga :  Motor Ojek Online Dilarikan Penumpang

“Desa terbesar dan terkecil ini setiap tahunnya berbeda menyesuaikan perhitungan formula,” tuturnya. Khusnul menjelaskan, pemanfaatan DD tetap disesuaikan instruksi Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Salah satu fokus tahun depan adalah pemulihan ekonomi nasional tingkat desa. Yakni, pengembangan BUMDes, pemerataan listrik, dan ekonomi produktif. Selain itu, adaptasi kebiasaan baru.

Contohnya, kata dia, menyediakan bilik sterilisasi di tingkat desa. Juga, memberikan jaminan sosial bagi mereka yang belum terkover bantuan sosial lainnya. Selain itu, pendataan desa, pengembangan wisata, pencegahan stunting, dan sebagainya. “Intinya tetap untuk membantu masalah covid dan pembangunan pemberdayaan,” jelasnya.

Khusnul menambahkan, naik turunnya besaran DD menjadi kewenangan pusat. Dia mencontohkan pertengahan tahun ini yang terjadi pengurangan masing-masing desa Rp 10 juta lebih karena kondisi pandemi. Selain itu pemerintah fokus pada penanganan covid. Dana yang seharusnya digunakan infrastruktur, kemudian dialihkan untuk penanganan covid.

Baca Juga :  Persela Lamongan Tunjuk Fakhri Husaini

Radar Lamongan – Besaran dana desa (DD) yang diterima desa-desa di Lamongan dipastikan naik. Sebab, Kementrian Keuangan menetapkan kenaikan DD tahun depan Rp 1 miliar. Jika tahun ini Rp 366 miliar, maka tahun depan menjadi Rp 367 miliar.

“Alokasi DD ini sudah disesuaikan dengan beberapa perhitungan yang ditetapkan pusat. Daerah hanya menerima saja,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemkab Lamongan Khusnul Yaqin.

Menurut dia, naik turunnya DD disesuaikan perhitungan alokasi dasar, afirmasi, kinerja, dan formula. Perhitungan formula itu mencakup angka kemiskinan, jumlah penduduk, dan kesulitan geografis.

Khusnul memastikan setiap desa di Lamongan minimal mendapatkan Rp 600 juta. Dia mencontohkan penerima bantuan DD terkecil, Desa Sonoadi, Kecamatan Karanggeneng. Desa tersebut bakal menerima Rp 608 juta. Sedangkan Desa Sedayu Lawas, Brondong sebagai desa terbesar, bakal menerima DD Rp 1,5 miliar.

Baca Juga :  Daftar Ulang Berakhir, Tetap Cari Cara Penuhi Pagu

“Desa terbesar dan terkecil ini setiap tahunnya berbeda menyesuaikan perhitungan formula,” tuturnya. Khusnul menjelaskan, pemanfaatan DD tetap disesuaikan instruksi Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Salah satu fokus tahun depan adalah pemulihan ekonomi nasional tingkat desa. Yakni, pengembangan BUMDes, pemerataan listrik, dan ekonomi produktif. Selain itu, adaptasi kebiasaan baru.

Contohnya, kata dia, menyediakan bilik sterilisasi di tingkat desa. Juga, memberikan jaminan sosial bagi mereka yang belum terkover bantuan sosial lainnya. Selain itu, pendataan desa, pengembangan wisata, pencegahan stunting, dan sebagainya. “Intinya tetap untuk membantu masalah covid dan pembangunan pemberdayaan,” jelasnya.

Khusnul menambahkan, naik turunnya besaran DD menjadi kewenangan pusat. Dia mencontohkan pertengahan tahun ini yang terjadi pengurangan masing-masing desa Rp 10 juta lebih karena kondisi pandemi. Selain itu pemerintah fokus pada penanganan covid. Dana yang seharusnya digunakan infrastruktur, kemudian dialihkan untuk penanganan covid.

Baca Juga :  Bumikan Salawat. Gamelan Ajisoka, Grup Musik Jawa-Modern

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/