alexametrics
25.9 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

KPUP Masih Rekapitulasi Manual, Aplikasi Sirekap Belum Jadi Acuan

Radar Lamongan – Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) digunakan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Lamongan untuk proses rekapitulasi penghitungan suara pilkada 9 Desember mendatang. Namin, aplikasi rekapitulasi tersebut belum dijadikan sebagai patokan.

‘’Dalam aturannya masih menggunakan rekap berjenjang secara manual. Artinya Sirekap ini hanya mengawal hasil, bukan menjadi acuan utama tentang hasil,’’ tutur Ketua Komisioner KPUK Lamongan Mahrus Ali kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (16/11).

Menurut dia, KPU RI mulai menyiapkan teknologi penghitungan suara yang nantinya bisa diaplikasikan saat pemilihan Presiden RI pada 2024. Penerapan Sirekap dalam rekapitulasi hasil di pilkada nanti menjadi evaluasi, kekurangan apa saja yang perlu diperbaiki.

’Memang berdampingan dengan eranya. Jangan sampai pola demokrasi ini dalam tatanan teori dan pelaksanaannya dari penyelenggaraan tidak mengikuti teknologi,’’ ujar Mahrus.

Baca Juga :  Air Cemaran Bengawan Solo Mengalir ke Laren

Dia mengatakan, simulasi aplikasi rekapitulasi hasil pemungutan suara tersebut dilakukan ketika server KPU RI dibuka. Sebelumnya, dilakukan beberapa kali simulasi nasional.

‘’Kemarin simulasi dilakukan di kantor, Kediri, Sumenep, dan dalam waktu dekat akan dilakukan simulasi lagi,’’ tutur Mahrus saat dikonfirmasi via ponsel. Menurut dia, masih ada kendala dalam pengaplikasian Sirekap. Salah satunya, pemahaman membaca pengaplikasian pada beberapa item di dalam Sirekap. ‘’Tapi hal-hal seperti itu akan menjadi evaluasi kita,’’ katanya.

Mahrus menuturkan, Sirekap masih seperti aplikasi yang terdapat di playstore smartphone Android. Aplikasi itu membutuhkan sejumlah upgrade (pembaruan), agar lebih memudahkan saat diaplikasikan. ‘’Jadi pembacaan yang kurang di dalam aplikasi masih diperbaiki terus,’’ ujar Mahrus.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Harga Sapi Mulai Naik

Menurut dia, sudah dilakukan bimbingan teknis (bimtek) pemungutan dan penghitungan suara di pilkada nanti kepada jajaran bawah. Namun, bimtek hanya berupa pengenalan form Sirekap. ‘’Jadi kita sudah melakukan pengenalan, sambil menunggu regulasi PKPU pungut hitung nanti seperti apa,’’ ujar Mahrus.

Radar Lamongan – Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) digunakan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Lamongan untuk proses rekapitulasi penghitungan suara pilkada 9 Desember mendatang. Namin, aplikasi rekapitulasi tersebut belum dijadikan sebagai patokan.

‘’Dalam aturannya masih menggunakan rekap berjenjang secara manual. Artinya Sirekap ini hanya mengawal hasil, bukan menjadi acuan utama tentang hasil,’’ tutur Ketua Komisioner KPUK Lamongan Mahrus Ali kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (16/11).

Menurut dia, KPU RI mulai menyiapkan teknologi penghitungan suara yang nantinya bisa diaplikasikan saat pemilihan Presiden RI pada 2024. Penerapan Sirekap dalam rekapitulasi hasil di pilkada nanti menjadi evaluasi, kekurangan apa saja yang perlu diperbaiki.

’Memang berdampingan dengan eranya. Jangan sampai pola demokrasi ini dalam tatanan teori dan pelaksanaannya dari penyelenggaraan tidak mengikuti teknologi,’’ ujar Mahrus.

Baca Juga :  Air Cemaran Bengawan Solo Mengalir ke Laren

Dia mengatakan, simulasi aplikasi rekapitulasi hasil pemungutan suara tersebut dilakukan ketika server KPU RI dibuka. Sebelumnya, dilakukan beberapa kali simulasi nasional.

‘’Kemarin simulasi dilakukan di kantor, Kediri, Sumenep, dan dalam waktu dekat akan dilakukan simulasi lagi,’’ tutur Mahrus saat dikonfirmasi via ponsel. Menurut dia, masih ada kendala dalam pengaplikasian Sirekap. Salah satunya, pemahaman membaca pengaplikasian pada beberapa item di dalam Sirekap. ‘’Tapi hal-hal seperti itu akan menjadi evaluasi kita,’’ katanya.

Mahrus menuturkan, Sirekap masih seperti aplikasi yang terdapat di playstore smartphone Android. Aplikasi itu membutuhkan sejumlah upgrade (pembaruan), agar lebih memudahkan saat diaplikasikan. ‘’Jadi pembacaan yang kurang di dalam aplikasi masih diperbaiki terus,’’ ujar Mahrus.

Baca Juga :  Salah Sebut UU Cipta Kerja, Ketua Komisi D Dikritik

Menurut dia, sudah dilakukan bimbingan teknis (bimtek) pemungutan dan penghitungan suara di pilkada nanti kepada jajaran bawah. Namun, bimtek hanya berupa pengenalan form Sirekap. ‘’Jadi kita sudah melakukan pengenalan, sambil menunggu regulasi PKPU pungut hitung nanti seperti apa,’’ ujar Mahrus.

Artikel Terkait

Most Read

Kuncinya, Pandai Membagi Waktu

Stasiun Cepu Dibangun Tahun Depan

Gandeng Sembilan Pakar Hukum

Calon Tunggal, Agus Yudi Terpilih Kembali

Artikel Terbaru


/