alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Pajak Rekleme Bakal Dinaikan

KOTA – Badan Pendapatan Daerah (Dispenda) Bojonegoro bakal genjot pendapatan di 2018. Salah satunya dari sektor pajak reklame. Rencananya, kanaikan pajak dari papan komersil itu sebesar 5 persen. 

“Ada sejumlah rencana pengembangan pendapatan, salah satunya menaikkan tarif pajak reklame,” kata Kabid Perencanaan dan Pengembangan Dispenda Bojonegoro, Suprapto kamis (16/1).

Prapto menjelaskan, selain meningkatkan kesadaran wajib pajak dan mengintensifkan potensi pajak baru, satu hal penting dilakukan bidang pengembangan pendapatan tahun depan adalah meningkatkan tarif pajak reklame. Langkah ini dinilai perlu diambil untuk meningkatkan PAD tahun depan. Mengingat, reklame menjadi bagian pertumbuhan ekonomi. 

Terkait kenaikan tarif pajak reklame, Prapto menjelaskan, pihaknya bakal merevisi nilai jual objek pajak sebagai dasar perhitungan pajak reklame. Sehingga, nilai pajaknya pun bakal dinaikkan. Tarif pajak reklame, menurut dia, bakal dinaikkan melalui unsur nilai strategisnya.

Baca Juga :  Ingin Pastikan Komitmen Pemerintah Pusat

Mengingat, nilai pajak reklame didapat dari penjumlahan luas dikali tarif dan ditambah nilai strategis. Nah, yang dinaikkan unsur nilai strategisnya.“Unsur strategis bakal dinaikkan sekitar 5 persen,” kata dia. 

Nilai strategis, kata Prapto, tergantung di mana lokasi reklame diletakkan. Semakin ramai dan berada di dekat tepi jalan raya misalnya, nilai strategis pajak tersebut otomatis meningkat. Nah, jika sudah meningkat, terang dia, nilai pajaknya pun juga bakal naik. Jika sebelumnya nilai pajak strategis sebuah bilboard di pinggir jalan sebesar Rp 4,75 juta, bakal naik sekitar Rp 5 juta. 

Dinaikkannya nilai strategis pajak reklame, kata dia, ditujukan untuk menggenjot pendapatan daerah melalui sektor reklame. Karena kenaikan ditujukan tahun depan, saat ini, pihaknya masih mengkaji peraturan bupati (perbup) dari kenaikan nilai strategis pajak tersebut. “Saat ini masih kita kaji untuk kemudian diperbupkan,” imbuhnya. 

Baca Juga :  Lepas 62 Karyawan-Keluarga SG 

KOTA – Badan Pendapatan Daerah (Dispenda) Bojonegoro bakal genjot pendapatan di 2018. Salah satunya dari sektor pajak reklame. Rencananya, kanaikan pajak dari papan komersil itu sebesar 5 persen. 

“Ada sejumlah rencana pengembangan pendapatan, salah satunya menaikkan tarif pajak reklame,” kata Kabid Perencanaan dan Pengembangan Dispenda Bojonegoro, Suprapto kamis (16/1).

Prapto menjelaskan, selain meningkatkan kesadaran wajib pajak dan mengintensifkan potensi pajak baru, satu hal penting dilakukan bidang pengembangan pendapatan tahun depan adalah meningkatkan tarif pajak reklame. Langkah ini dinilai perlu diambil untuk meningkatkan PAD tahun depan. Mengingat, reklame menjadi bagian pertumbuhan ekonomi. 

Terkait kenaikan tarif pajak reklame, Prapto menjelaskan, pihaknya bakal merevisi nilai jual objek pajak sebagai dasar perhitungan pajak reklame. Sehingga, nilai pajaknya pun bakal dinaikkan. Tarif pajak reklame, menurut dia, bakal dinaikkan melalui unsur nilai strategisnya.

Baca Juga :  Bebaskan Lahan JLU Pertengahan 2018

Mengingat, nilai pajak reklame didapat dari penjumlahan luas dikali tarif dan ditambah nilai strategis. Nah, yang dinaikkan unsur nilai strategisnya.“Unsur strategis bakal dinaikkan sekitar 5 persen,” kata dia. 

Nilai strategis, kata Prapto, tergantung di mana lokasi reklame diletakkan. Semakin ramai dan berada di dekat tepi jalan raya misalnya, nilai strategis pajak tersebut otomatis meningkat. Nah, jika sudah meningkat, terang dia, nilai pajaknya pun juga bakal naik. Jika sebelumnya nilai pajak strategis sebuah bilboard di pinggir jalan sebesar Rp 4,75 juta, bakal naik sekitar Rp 5 juta. 

Dinaikkannya nilai strategis pajak reklame, kata dia, ditujukan untuk menggenjot pendapatan daerah melalui sektor reklame. Karena kenaikan ditujukan tahun depan, saat ini, pihaknya masih mengkaji peraturan bupati (perbup) dari kenaikan nilai strategis pajak tersebut. “Saat ini masih kita kaji untuk kemudian diperbupkan,” imbuhnya. 

Baca Juga :  Proyek JTB Hanya Serap 6.000 Pekerja

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/