alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Hujan Lebat, Genangan Air Tak Terhindarkan

BOJONEGORO – Beberapa ruas jalan di Bojonegoro tergenang saat hujan lebat melanda kemarin (16/10) sore.

Ruas jalan yang kerap menjadi langganan banjir di antaranya Jalan Setiabudi, Jalan Panglima Polim, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Pattimura. 

Genangan air yang tak bisa terhindarkan tersebut disebabkan banyak saluran drainase sudah tidak mampu menampung volume air yang besar. 

Akibatnya, air hujan pun meluber ke ruas jalan dan membuat para pengguna jalan di perkotaan terganggu. 

Untungnya, genangan air hujan tersebut tidak berlangsung lama. Sekitar lima belas menit setelah hujan lebat reda, genangan air tersebut akan segera masuk saluran drainase lagi.

Pemkab Bojonegoro memang perlu meningkatkan daya resapan di jalanan perkotaan. Agar bisa menjadi solusi setiap hujan lebat melanda. 

Baca Juga :  Persiapkan E-Tilang, Tambah Empat CCTV

Salah satu aktivis pemerhati lingkungan di Bojonegoro, Samsul Arifin, menyarankan, adanya program untuk membuat lubang resapan biopori di beberapa titik yang sekiranya memang rawan tergenang ketika hujan lebat. Karena memang satu-satunya cara yang ekonomis ialah biopori. 

Apabila membuat saluran drainase baru, tentu butuh biaya besar. ’’Memang tidak bisa dihindari ketika banyak bangunan dan saluran drainase yang kurang mampu menampung air hujan, salah satu caranya tentu membuat lubang resapan biopori,” tuturnya.

Membuatnya pun mudah, tinggal melubangi tanah minimal satu meter lalu diberi kompos dan diberi tutup berdiameter 10 sentimeter yang berlubang.

BOJONEGORO – Beberapa ruas jalan di Bojonegoro tergenang saat hujan lebat melanda kemarin (16/10) sore.

Ruas jalan yang kerap menjadi langganan banjir di antaranya Jalan Setiabudi, Jalan Panglima Polim, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Pattimura. 

Genangan air yang tak bisa terhindarkan tersebut disebabkan banyak saluran drainase sudah tidak mampu menampung volume air yang besar. 

Akibatnya, air hujan pun meluber ke ruas jalan dan membuat para pengguna jalan di perkotaan terganggu. 

Untungnya, genangan air hujan tersebut tidak berlangsung lama. Sekitar lima belas menit setelah hujan lebat reda, genangan air tersebut akan segera masuk saluran drainase lagi.

Pemkab Bojonegoro memang perlu meningkatkan daya resapan di jalanan perkotaan. Agar bisa menjadi solusi setiap hujan lebat melanda. 

Baca Juga :  Naik, Tarif PDAM Belum Ditentukan

Salah satu aktivis pemerhati lingkungan di Bojonegoro, Samsul Arifin, menyarankan, adanya program untuk membuat lubang resapan biopori di beberapa titik yang sekiranya memang rawan tergenang ketika hujan lebat. Karena memang satu-satunya cara yang ekonomis ialah biopori. 

Apabila membuat saluran drainase baru, tentu butuh biaya besar. ’’Memang tidak bisa dihindari ketika banyak bangunan dan saluran drainase yang kurang mampu menampung air hujan, salah satu caranya tentu membuat lubang resapan biopori,” tuturnya.

Membuatnya pun mudah, tinggal melubangi tanah minimal satu meter lalu diberi kompos dan diberi tutup berdiameter 10 sentimeter yang berlubang.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/