alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Periksa Muhadjir Kali Ketiga

LAMONGAN, Radar Lamongan – M Muhadjir, kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan kembali dipanggil kejaksaan negeri (kejari) setempat hari ini (17/9). Sama seperti dua panggilan sebelumnya, kejari ingin memintai keterangan Muhadjir terkait statusnya sebagai mantan sekretaris KPUK.

Sebab, diduga ada penyelewengan dana hibah Pilkada Lamongan 2015 yang anggarannya di KPUK waktu itu. ‘’Iya besok (hari ini) ada empat orang yang kita panggil,’’ tutur Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Yugo Susanti, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (16/9).

Selain Muhadjir, lanjut dia, dua bendahara dan salah satu mantan komisioner KPUK juga dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Yugo mengatakan, mantan komisioner yang dipanggil itu mengkonfirmasi sedang berada di Surabaya. Dia belum  bisa memastikan saksi tersebut bisa hadir atau tidak.

Baca Juga :  Perketat Pengawasan Cukai Ilegal

‘’Karena komisioner kan sudah habis masa jabatannya, jadi tidak menetap di Lamongan. Kalau memang mereka besok (hari ini) tidak bisa hadir, otomatis kan kami akan memanggil ulang nanti,’’ ujar penyidik berkacamata tersebut.

Sementara itu, empat kasubbag KPUK Lamongan dipanggil ulang kemarin (16/9). Di antaranya, Kasubbag Umum, Miftakhul Huda; Kasubbag Hukum, Ni’mah; Kasubbag Program dan Data, Joko Saronto; serta Kasubbag Teknis dan Humas, Awinoto.

‘’Sekarang proses sudah 70 persen karena masih ada penambahan-penambahan,’’ kata Yugo saat ditemui di Kantor Kejari Lamongan.

Dia memastikan, dokumen dan berkas dugaan kasus hibah dana Pilkada Lamongan 2015 sudah lengkap. Pihaknya hanya tinggal memanggil  sejumlah saksi.

Baca Juga :  Tak Mau Lepas Kaus, Anggota PS Dikeroyok

Berapa lama lagi proses penyidikan? Yugo menyatakan, pihaknya masih memiliki waktu hingga akhir bulan ini. ‘’Sebenarnya makin cepat makin bagus. Ya didoakan saja supaya prosesnya bisa dipercepat,’’ tukasnya.

Seperti diberitakan, Muhadjir dipanggil kali pertama saat proses penyelidikan.  Dia mendapatkan pemanggilan kedua setelah adanya peningkatan status dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Muhadjir mengaku sudah mendapatkan surat pemanggilan dari kejari. ‘’Insya Allah besok (hari ini) saya akan hadir,’’ ujar pria yang juga ketua Panpel Persela tersebut.

Sementara itu, wartawan koran ini belum mendapatkan konfirmasi dari mantan Ketua Komisioner KPUK Lamongan, Imam Gozali. Beberapa kali dihubungi nomor ponselnya di 081231054xxx, terdengar nada sambung. Namun, ponsel itu tak kunjung diangkat. Hingga berita ini ditulis, pesan singkat via WhatsApp juga belum dibalas.

LAMONGAN, Radar Lamongan – M Muhadjir, kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan kembali dipanggil kejaksaan negeri (kejari) setempat hari ini (17/9). Sama seperti dua panggilan sebelumnya, kejari ingin memintai keterangan Muhadjir terkait statusnya sebagai mantan sekretaris KPUK.

Sebab, diduga ada penyelewengan dana hibah Pilkada Lamongan 2015 yang anggarannya di KPUK waktu itu. ‘’Iya besok (hari ini) ada empat orang yang kita panggil,’’ tutur Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Yugo Susanti, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (16/9).

Selain Muhadjir, lanjut dia, dua bendahara dan salah satu mantan komisioner KPUK juga dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Yugo mengatakan, mantan komisioner yang dipanggil itu mengkonfirmasi sedang berada di Surabaya. Dia belum  bisa memastikan saksi tersebut bisa hadir atau tidak.

Baca Juga :  Kesulitannya, Butuh Penelitian, tak Bisa Bertemu Dosen

‘’Karena komisioner kan sudah habis masa jabatannya, jadi tidak menetap di Lamongan. Kalau memang mereka besok (hari ini) tidak bisa hadir, otomatis kan kami akan memanggil ulang nanti,’’ ujar penyidik berkacamata tersebut.

Sementara itu, empat kasubbag KPUK Lamongan dipanggil ulang kemarin (16/9). Di antaranya, Kasubbag Umum, Miftakhul Huda; Kasubbag Hukum, Ni’mah; Kasubbag Program dan Data, Joko Saronto; serta Kasubbag Teknis dan Humas, Awinoto.

‘’Sekarang proses sudah 70 persen karena masih ada penambahan-penambahan,’’ kata Yugo saat ditemui di Kantor Kejari Lamongan.

Dia memastikan, dokumen dan berkas dugaan kasus hibah dana Pilkada Lamongan 2015 sudah lengkap. Pihaknya hanya tinggal memanggil  sejumlah saksi.

Baca Juga :  Nilai Turun, Disdik Anggarkan Rp 9 Miliar Untuk Rehabilitasi Gedung

Berapa lama lagi proses penyidikan? Yugo menyatakan, pihaknya masih memiliki waktu hingga akhir bulan ini. ‘’Sebenarnya makin cepat makin bagus. Ya didoakan saja supaya prosesnya bisa dipercepat,’’ tukasnya.

Seperti diberitakan, Muhadjir dipanggil kali pertama saat proses penyelidikan.  Dia mendapatkan pemanggilan kedua setelah adanya peningkatan status dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Muhadjir mengaku sudah mendapatkan surat pemanggilan dari kejari. ‘’Insya Allah besok (hari ini) saya akan hadir,’’ ujar pria yang juga ketua Panpel Persela tersebut.

Sementara itu, wartawan koran ini belum mendapatkan konfirmasi dari mantan Ketua Komisioner KPUK Lamongan, Imam Gozali. Beberapa kali dihubungi nomor ponselnya di 081231054xxx, terdengar nada sambung. Namun, ponsel itu tak kunjung diangkat. Hingga berita ini ditulis, pesan singkat via WhatsApp juga belum dibalas.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/