alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Dua Tahun Sekali Jalan Dibeton

TUBAN, Radar Tuban – Rigid pavement adalah solusi terbaik untuk jalan nasional Tuban yang dilalui kendaraan berat. Terlebih, Tuban memiliki tekstur tanah gerak yang bisa membuat jalan retak, berlubang, atau bergelombang. Kerusakan diperparah dengan tingginya intensitas kendaraan berat yang muatannya melebihi kapasitas. Di sisi lain, peningkatan jalan rigid pavement sangat jarang.

Catatan Jawa Pos Radar Tuban, sejak 2013 hingga sekarang, peningkatan jalan rigid pavement di jalan nasional Tuban baru sebanyak tiga kali atau rata-rata dua tahun hanya satu kali. Titik pertama di jalan Tuban – Bulu, persisnya sepanjang jalan Desa Socorejo, Kecamatan Jenu – Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo. Perbaikan jalan sekitar 1 kilometer (km) tersebut berlangsung pada 2013 atau sekitar enam tahun lalu.

Baca Juga :  Maju Mundur Serap BKD

Selanjutnya, akhir 2017 peningkatan kualitas Jalan HOS Cokroaminoto – Jalan M. Yamin. Peningkatan jalan sepanjang 500 meter ini membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Terakhir, di Jalan Panglima Sudirman yang mengganti aspal hotmix dengan pengecoran sepanjang 500  meter. Perbaikan yang baru dimulai Kamis (12/9) dan sekarang tengah berlangsung diagendakan selesai dalam waktu dua bulan.

Kepala Tata Usaha PPK Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Hayatul Jadid mengatakan, perbaikan menggunakan rigid pavement menelan biaya besar. Karena itu, proses pengusulan dan persetujuannya membutuhkan waktu yang cukup panjang. ‘’Sudah kami usulkan untuk perbaikan di titik lain, tapi belum tahu apakah tahun depan ada perbaikan lagi atau belum,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Porprov Terbesar di Indonesia

Sementara ini, kata Jadid, usulan perbaikan jalan aspal menjadi rigid pavement difokuskan pada tiga wilayah. Yakni, di wilayah barat (jalan Tuban – Bulu), wilayah timur (Jalan Panglima Sudirman), dan tengah kota (Jalan Gajah Mada – Jalan Wahidin Sudirohusodo). Dengan demikian, untuk jalan Tuban – Pakah dan Pakah – Widang belum masuk peta prioritas. ‘’Jika disetujui, perbaikan selanjutnya melanjutkan di Jalan Panglima Sudirman,’’ kata dia.

Jadid lebih lanjut menyampaikan, perbaikan jalan nasional yang bersifat ringan seperti tambal sulam diagendakan rutin tiap tahun. Namun, perbaikan skala besar diakui belum bisa berlangsung rutin. Sebab, perbaikan jalan nasional tidak hanya di Tuban, namun juga di kabupaten dan kota lain.

TUBAN, Radar Tuban – Rigid pavement adalah solusi terbaik untuk jalan nasional Tuban yang dilalui kendaraan berat. Terlebih, Tuban memiliki tekstur tanah gerak yang bisa membuat jalan retak, berlubang, atau bergelombang. Kerusakan diperparah dengan tingginya intensitas kendaraan berat yang muatannya melebihi kapasitas. Di sisi lain, peningkatan jalan rigid pavement sangat jarang.

Catatan Jawa Pos Radar Tuban, sejak 2013 hingga sekarang, peningkatan jalan rigid pavement di jalan nasional Tuban baru sebanyak tiga kali atau rata-rata dua tahun hanya satu kali. Titik pertama di jalan Tuban – Bulu, persisnya sepanjang jalan Desa Socorejo, Kecamatan Jenu – Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo. Perbaikan jalan sekitar 1 kilometer (km) tersebut berlangsung pada 2013 atau sekitar enam tahun lalu.

Baca Juga :  Bupati Berangkat ke Inggris

Selanjutnya, akhir 2017 peningkatan kualitas Jalan HOS Cokroaminoto – Jalan M. Yamin. Peningkatan jalan sepanjang 500 meter ini membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Terakhir, di Jalan Panglima Sudirman yang mengganti aspal hotmix dengan pengecoran sepanjang 500  meter. Perbaikan yang baru dimulai Kamis (12/9) dan sekarang tengah berlangsung diagendakan selesai dalam waktu dua bulan.

Kepala Tata Usaha PPK Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Hayatul Jadid mengatakan, perbaikan menggunakan rigid pavement menelan biaya besar. Karena itu, proses pengusulan dan persetujuannya membutuhkan waktu yang cukup panjang. ‘’Sudah kami usulkan untuk perbaikan di titik lain, tapi belum tahu apakah tahun depan ada perbaikan lagi atau belum,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Dilebarkan dengan Dana Rp 49 M

Sementara ini, kata Jadid, usulan perbaikan jalan aspal menjadi rigid pavement difokuskan pada tiga wilayah. Yakni, di wilayah barat (jalan Tuban – Bulu), wilayah timur (Jalan Panglima Sudirman), dan tengah kota (Jalan Gajah Mada – Jalan Wahidin Sudirohusodo). Dengan demikian, untuk jalan Tuban – Pakah dan Pakah – Widang belum masuk peta prioritas. ‘’Jika disetujui, perbaikan selanjutnya melanjutkan di Jalan Panglima Sudirman,’’ kata dia.

Jadid lebih lanjut menyampaikan, perbaikan jalan nasional yang bersifat ringan seperti tambal sulam diagendakan rutin tiap tahun. Namun, perbaikan skala besar diakui belum bisa berlangsung rutin. Sebab, perbaikan jalan nasional tidak hanya di Tuban, namun juga di kabupaten dan kota lain.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/