alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Beda Nasib Dua Eks Caleg Gagal

DUA mantan caleg yang gagal di pileg lalu, Eurika Indra Dinata dan Sarmadi, harus bersusah payah meraih suara di desa saat menjadi kontestan pilkades. Nasib dua orang tersebut berbeda.

Eurika Indra Dinata menjadi pemenang di Pilkades Karanglangit, Kecamatan Lamongan. Erik, sapaan akrabnya, meraih 833 suara. Sedangkan, Sarmadi menelan kekalahan di Pilkades Puncakwangi, Kecamatan Babat. Sarmadi meraih 627 suara. Pesaingnya, Bagus Cahyo mengantongi 642 suara.

‘’Selisih 15 suara saja. Kita pasrah saja terkait hasil itu. Memang takdirnya seperti itu, jadi ya kita terima saja,’’ tutur Sarmadi kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (16/9).

Baca Juga :  Hilangkan Residu, Ikan Direndam Air Kelapa

Menurut dia, segala upaya telah dilakukan dalam pilkades lalu. Mantan politisi PKS itu mengaku kalah strategi sebelum pencoblosan. Selanjutnya, Sarmadi berencana melanjutkan bisnis yang sempat terabaikan, karena dirinya fokus pada pileg dan pilkades.

‘’Usaha kerupuk masih jalan. Setelah ini ditata lagi. Kemarin baru memulai lagi,’’ tuturnya.

Sementara itu, Erik mengakui bahwa pileg lebih berat karena area cakupannya lebih luas. Namun, tensi pilkades dirasakannya lebih panas ketimbang pileg. ‘’Cara meredam yaitu saya dan tim sepakat jangan mencari suara dengan cara arogan. Kita harus mencari dukungan berkat welas asih dari pemilih,’’ ujar pengusaha 34 tahun tersebut.

Erik mengatakan, dirinya mendekati tokoh masyarakat dan pemuda dua dusun di Desa Karanglangit. Selain itu, melakukan pendekatan dan intens tatap muka dengan warga.

Baca Juga :  PHS 1, Hadiah Rp 640 Juta Bagi Nasabah Beruntung

‘’Yang penting itu karena koordinasi dan keseragaman pemikiran dari pihak kami. Bagaimana tujuan kita itu tidak gagal untuk yang kedua kali,’’ imbuhnya.

Erik sudah meminta izin kepada rekan-rekannya di DPC Demokrat Lamongan untuk menggantungkan sementara lambang partai ketika menjabat kades Karanglangit.

‘’Saya bilang ke teman-teman, apabila saya menjabat sebagai Kades, jas ini akan saya lepas. Harapan saya semua orang bisa masuk ke rumah saya tanpa membawa nama partai,’’ ujarnya.

DUA mantan caleg yang gagal di pileg lalu, Eurika Indra Dinata dan Sarmadi, harus bersusah payah meraih suara di desa saat menjadi kontestan pilkades. Nasib dua orang tersebut berbeda.

Eurika Indra Dinata menjadi pemenang di Pilkades Karanglangit, Kecamatan Lamongan. Erik, sapaan akrabnya, meraih 833 suara. Sedangkan, Sarmadi menelan kekalahan di Pilkades Puncakwangi, Kecamatan Babat. Sarmadi meraih 627 suara. Pesaingnya, Bagus Cahyo mengantongi 642 suara.

‘’Selisih 15 suara saja. Kita pasrah saja terkait hasil itu. Memang takdirnya seperti itu, jadi ya kita terima saja,’’ tutur Sarmadi kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (16/9).

Baca Juga :  Lebih Suka Hafalan

Menurut dia, segala upaya telah dilakukan dalam pilkades lalu. Mantan politisi PKS itu mengaku kalah strategi sebelum pencoblosan. Selanjutnya, Sarmadi berencana melanjutkan bisnis yang sempat terabaikan, karena dirinya fokus pada pileg dan pilkades.

‘’Usaha kerupuk masih jalan. Setelah ini ditata lagi. Kemarin baru memulai lagi,’’ tuturnya.

Sementara itu, Erik mengakui bahwa pileg lebih berat karena area cakupannya lebih luas. Namun, tensi pilkades dirasakannya lebih panas ketimbang pileg. ‘’Cara meredam yaitu saya dan tim sepakat jangan mencari suara dengan cara arogan. Kita harus mencari dukungan berkat welas asih dari pemilih,’’ ujar pengusaha 34 tahun tersebut.

Erik mengatakan, dirinya mendekati tokoh masyarakat dan pemuda dua dusun di Desa Karanglangit. Selain itu, melakukan pendekatan dan intens tatap muka dengan warga.

Baca Juga :  Jembatan Timbang 1,5 Tahun Mangkrak

‘’Yang penting itu karena koordinasi dan keseragaman pemikiran dari pihak kami. Bagaimana tujuan kita itu tidak gagal untuk yang kedua kali,’’ imbuhnya.

Erik sudah meminta izin kepada rekan-rekannya di DPC Demokrat Lamongan untuk menggantungkan sementara lambang partai ketika menjabat kades Karanglangit.

‘’Saya bilang ke teman-teman, apabila saya menjabat sebagai Kades, jas ini akan saya lepas. Harapan saya semua orang bisa masuk ke rumah saya tanpa membawa nama partai,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/