alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

108 Kades Incumbent Tumbang

LAMONGAN, Radar Lamongan – Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) Pemkab Lamongan sudah menerima sebagian hasil penghitungan suara pemilihan kepala desa (pilkades) di 385 desa.

Dari data sementara, 108 kades yang masa jabatannya berakhir maupun belum berakhir saat pilkades digelar (incumbent), tumbang. Jumlah itu sepertiga lebih dari 303 kades inkumben yang maju pilkades serentak Minggu (15/9).

‘’Dari data sementara dan hasil dari teman-teman di lapangan, memang banyak incumbent yang gagal,’’ tutur Kabag Pemdes Pemkab Lamongan, M Kowi, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (16/9).

Kades incumbent memiliki potensi lebih besar untuk kembali terpilih karena sudah dikenal masyarakat setempat. Menurut Kowi, ada beberapa desa cenderung condong pada kades baru. Alasannya,  warga ingin ada suasana yang baru di desa. Mereka berharap ada perubahan baru yang dibawa calon pemimpin baru.

Baca Juga :  Balita Diserang Topeng Monyet, Pengawasan Orangtua Harus Lebih Ekstra

‘’Tapi siapapun yang terpilih, yang terpenting proses pilkades berjalan aman dan kondusif. Standar saya kan cuma itu,’’ tutur pria yang pernah menjabat camat Modo tersebut.

Meski coblosan sudah selesai, beberapa desa masih bergolak. Salah satunya, dugaan manipulatif data di Desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup. Kowi memastikan permasalahan di desa tersebut sudah diselesaikan.

‘’Iya di Desa Gedagangan, Sukodadi juga dilaporkan ada protes tadi siang (kemarin). Tapi sudah bisa diselesaikan semuanya,’’ ujar dia saat dikonfirmasi via ponsel.

Hasil rekapitulasi suara di 385 desa saat ini tersebar luas. Asisten Tata Praja Pemkab Lamongan, Mohammad Nalikan, memaklumi bila terdapat data sementara rekapitulasi yang dibuat beberapa pihak.

‘’Tapi itu masih data sementara, belum bisa dijadikan pedoman secara mutlak. Nanti data pasti pemenang pilkades yang valid setelah adanya penetapan,’’ kata pria yang juga menjabat Direktur Lamongan Sport Academy (LSA) tersebut.

Baca Juga :  Temukan Titik Koordinat Tidak Sesuai Alamat di KK

Dia menjelaskan, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Setelah ini, panitia pilkades membuat laporan kepada BPD. Waktunya, maksimal tujuh hari. Selanjutnya, BPD membuat surat kepada bupati Lamongan untuk melaporkan hasil pilkades. Waktunya juga tujuh hari.

‘’Paling lambat memakan waktu hingga 14 hari,’’ imbuh pria yang pernah menjabat kepala Dinas Ketahanan Pangan Lamongan tersebut.

Setelah itu, lanjut dia, proses pembuatan SK. Pelantikan dilakukan selama 30 hari setelah SK diterbitkan. Nalikan memerkirakan, proses pelantikan kades terpilih bakal dilakukan November mendatang.

‘’Jadi prosesnya masih cukup panjang. Untuk pelantikan kemungkinan masih di tahun ini,’’ tukasnya.

Nalikan menuturkan, tingkat kehadiran pemilih pada pilkades lalu cukup tinggi. Berdasar pengamatannya, kehadiran pemilih masih mencapai 70 persen hingga 80 persen.

‘’Tingkat kehadiran cukup tinggi karena kan masyarakat cukup antusias dalam menentukan pemimpin di desanya,’’ ujarnya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) Pemkab Lamongan sudah menerima sebagian hasil penghitungan suara pemilihan kepala desa (pilkades) di 385 desa.

Dari data sementara, 108 kades yang masa jabatannya berakhir maupun belum berakhir saat pilkades digelar (incumbent), tumbang. Jumlah itu sepertiga lebih dari 303 kades inkumben yang maju pilkades serentak Minggu (15/9).

‘’Dari data sementara dan hasil dari teman-teman di lapangan, memang banyak incumbent yang gagal,’’ tutur Kabag Pemdes Pemkab Lamongan, M Kowi, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (16/9).

Kades incumbent memiliki potensi lebih besar untuk kembali terpilih karena sudah dikenal masyarakat setempat. Menurut Kowi, ada beberapa desa cenderung condong pada kades baru. Alasannya,  warga ingin ada suasana yang baru di desa. Mereka berharap ada perubahan baru yang dibawa calon pemimpin baru.

Baca Juga :  Tak Lolos Skrining, 151 Orang Tunda Vaksin

‘’Tapi siapapun yang terpilih, yang terpenting proses pilkades berjalan aman dan kondusif. Standar saya kan cuma itu,’’ tutur pria yang pernah menjabat camat Modo tersebut.

Meski coblosan sudah selesai, beberapa desa masih bergolak. Salah satunya, dugaan manipulatif data di Desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup. Kowi memastikan permasalahan di desa tersebut sudah diselesaikan.

‘’Iya di Desa Gedagangan, Sukodadi juga dilaporkan ada protes tadi siang (kemarin). Tapi sudah bisa diselesaikan semuanya,’’ ujar dia saat dikonfirmasi via ponsel.

Hasil rekapitulasi suara di 385 desa saat ini tersebar luas. Asisten Tata Praja Pemkab Lamongan, Mohammad Nalikan, memaklumi bila terdapat data sementara rekapitulasi yang dibuat beberapa pihak.

‘’Tapi itu masih data sementara, belum bisa dijadikan pedoman secara mutlak. Nanti data pasti pemenang pilkades yang valid setelah adanya penetapan,’’ kata pria yang juga menjabat Direktur Lamongan Sport Academy (LSA) tersebut.

Baca Juga :  Besok, CPNS Jalani Tes SKD di Lamongan

Dia menjelaskan, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Setelah ini, panitia pilkades membuat laporan kepada BPD. Waktunya, maksimal tujuh hari. Selanjutnya, BPD membuat surat kepada bupati Lamongan untuk melaporkan hasil pilkades. Waktunya juga tujuh hari.

‘’Paling lambat memakan waktu hingga 14 hari,’’ imbuh pria yang pernah menjabat kepala Dinas Ketahanan Pangan Lamongan tersebut.

Setelah itu, lanjut dia, proses pembuatan SK. Pelantikan dilakukan selama 30 hari setelah SK diterbitkan. Nalikan memerkirakan, proses pelantikan kades terpilih bakal dilakukan November mendatang.

‘’Jadi prosesnya masih cukup panjang. Untuk pelantikan kemungkinan masih di tahun ini,’’ tukasnya.

Nalikan menuturkan, tingkat kehadiran pemilih pada pilkades lalu cukup tinggi. Berdasar pengamatannya, kehadiran pemilih masih mencapai 70 persen hingga 80 persen.

‘’Tingkat kehadiran cukup tinggi karena kan masyarakat cukup antusias dalam menentukan pemimpin di desanya,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/