alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Krisis Air Mulai Terjadi

- Advertisement -

BOJONEGORO – Nyono terlihat tertatih ketika mengangkat dua bak berisi air. Dengan dipikul, lelaki berusia 57 tahun ini harus mengambil bantuan air bersih, kemarin (16/9).

Rela antre hanya mendapatkan air bersih bersama warga lainnya di Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru.

Berbeda kesehariannya mengambil air di beberapa sawah dengan jarak cukup jauh. Serta, mengambil air di rumah warga Dusun Sukorejo, jaraknya lebih dari 2 kilometer dari rumahnya.

Hal sama dialami Sumirah. Sambil menggendong anaknya, perempuan 48 tahun ini ikut antre mendapatkan air. 

Krisis air di Desa Pejok melanda empat dusun. Air bersih sangat sulit. Warga yang dilanda kekeringan yakni Dusun Jatisari dengan jumlah 160 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 700 jiwa. 

Baca Juga :  Implementasi Program KLA Harus Nyata
- Advertisement -

Dusun Jetis dengan tiga rukun tetangga (RT) sebanyak 105 KK. Dusun Karangpilang sebanyak 167 KK, dan Dusun Jatitengah sebanyak 205 KK.

Sedangkan Dusun Pejok dan Dusun Sukorejo masih ada air. Namun, tak lama lagi dua dusun ini juga akan mengalami kekeringan.

 ”Sejak bulan tujuh (Juli), sumur warga mulai mengering,’’ kata Sekretaris Desa (Sekdes) Pejok Purwanto.

Menurut dia, krisis air bersih di Desa Pejok hampir terjadi setiap kemarau panjang. Sumber air di tidak begitu bagus. Sehingga, saat musim kemarau tiba, sumur warga banyak mengering.

Warga tidak bisa berbuat banyak mengatasinya. Untuk mencukupi kebutuhan air rumah tangga, warga yang dilanda kekeringan harus mengambil air di Dusun Sukorejo.

Baca Juga :  Pasar Banjarejo Baru 10%, DPRD Minta Tambah Pekerja

Lokasinya sekitar 2 kilometer. ”Satu-satunya cara ya harus mengambil di desa lain,’’ jelasnya.

Kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mendistribusikan 1 tangki air bersih.

Air didistribusikan ke empat dusun. Itu bantuan pertama dikirimkan BPBD tahun ini. Sebab, sejumlah kecamatan lain masih belum mengalami kesulitan air bersih. ”Hanya satu tangki itu saja,’’ jelas Purwanto.

Air yang dikirimkan BPBD digunakan warga untuk keperluan rumah tangga. ”Warga sini kalau kemarau banyak yang menanam tembakau. Kalau tanaman lainnya airnya tidak cukup,’’ jelasnya.

Selain Desa Pejok, ada beberapa desa lain mengajukan bantuan air bersih. Yaitu, Desa Nganti, Desa Luwihaji, dan Desa Jumok di Kecamatan Ngraho. Serta, Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo.

BOJONEGORO – Nyono terlihat tertatih ketika mengangkat dua bak berisi air. Dengan dipikul, lelaki berusia 57 tahun ini harus mengambil bantuan air bersih, kemarin (16/9).

Rela antre hanya mendapatkan air bersih bersama warga lainnya di Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru.

Berbeda kesehariannya mengambil air di beberapa sawah dengan jarak cukup jauh. Serta, mengambil air di rumah warga Dusun Sukorejo, jaraknya lebih dari 2 kilometer dari rumahnya.

Hal sama dialami Sumirah. Sambil menggendong anaknya, perempuan 48 tahun ini ikut antre mendapatkan air. 

Krisis air di Desa Pejok melanda empat dusun. Air bersih sangat sulit. Warga yang dilanda kekeringan yakni Dusun Jatisari dengan jumlah 160 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 700 jiwa. 

Baca Juga :  Bojonegoro Darurat Sampah Plastik dan Kemasan
- Advertisement -

Dusun Jetis dengan tiga rukun tetangga (RT) sebanyak 105 KK. Dusun Karangpilang sebanyak 167 KK, dan Dusun Jatitengah sebanyak 205 KK.

Sedangkan Dusun Pejok dan Dusun Sukorejo masih ada air. Namun, tak lama lagi dua dusun ini juga akan mengalami kekeringan.

 ”Sejak bulan tujuh (Juli), sumur warga mulai mengering,’’ kata Sekretaris Desa (Sekdes) Pejok Purwanto.

Menurut dia, krisis air bersih di Desa Pejok hampir terjadi setiap kemarau panjang. Sumber air di tidak begitu bagus. Sehingga, saat musim kemarau tiba, sumur warga banyak mengering.

Warga tidak bisa berbuat banyak mengatasinya. Untuk mencukupi kebutuhan air rumah tangga, warga yang dilanda kekeringan harus mengambil air di Dusun Sukorejo.

Baca Juga :  Pekan Depan Penetapan Tiga Besar

Lokasinya sekitar 2 kilometer. ”Satu-satunya cara ya harus mengambil di desa lain,’’ jelasnya.

Kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mendistribusikan 1 tangki air bersih.

Air didistribusikan ke empat dusun. Itu bantuan pertama dikirimkan BPBD tahun ini. Sebab, sejumlah kecamatan lain masih belum mengalami kesulitan air bersih. ”Hanya satu tangki itu saja,’’ jelas Purwanto.

Air yang dikirimkan BPBD digunakan warga untuk keperluan rumah tangga. ”Warga sini kalau kemarau banyak yang menanam tembakau. Kalau tanaman lainnya airnya tidak cukup,’’ jelasnya.

Selain Desa Pejok, ada beberapa desa lain mengajukan bantuan air bersih. Yaitu, Desa Nganti, Desa Luwihaji, dan Desa Jumok di Kecamatan Ngraho. Serta, Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo.

Artikel Terkait

Most Read

Inovasi Baru Pelayanan Rawat Inap

Waktunya Mengikat Biting

Gerabah Cobek Terkatrol Kafe Kuliner

Artikel Terbaru


/