alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Berangkat Kerja, Tewas Tersambar KA 

LAMONGAN – Nasib nahas dialami Ali Shodiqin, warga Dusun Dati, Desa/ Kecamatan Pucuk, Lamongan.

Pria kelahiran 1978 tersebut tewas tersambar KA Maharani saat berangkat kerja di perlintasan sebidang double track Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, Lamongan kemarin pagi (16/9).  

Motor matik nopol S 7302 MD yang dikendarai korban ringsek. Serta, korban mengalami luka berat di bagian kepala.

Berdasar keterangan salah satu tetangga korban, Shodikin hendak bekerja di pabrik keran air tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

‘’Biasanya melihat lewat perlintasan sana, karena lebih dekat dari tempat kerjanya,’’ tutur pria paro baya tersebut kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Meliano George, saksi mata menjelaskan, korban terlihat mengendarai motor dari arah selatan. Sesampainya di TKP, korban menunggu KA Sembrani jurusan Semarang-Surabaya dari arah barat ke timur.

Baca Juga :  Awal Mei, Khawatir Telur Langka di Pasaran

Disaat bersamaan, KA Maharani jurusan Surabaya-Bandung dari timur ke barat melintas di rel sisi utara. ‘’Lepas dari rel KA di gerbong terakhir, nongol KA lan dan korban ikut melintas,’’ imbuhnya.

Korban yang sudah bergerak maju tak bisa menghindar dari libasan KA tersebut.

Pekerja sub kontraktor Pertamina tersebut melihat bagian belakang motor korban tertabrak KA, membuat pengendara terpental cukup jauh. ‘’Terpental sekitar 10 meter (m) dari TKP,’’ tukasnya. 

Sementara itu, Abdul Mudhofar, security Stasiun Pucuk membenarkan di saat bersamaan dua kereta bersimpangan.

Diduga kereta lainnya yang melintas dari timur tak terlihat oleh korban. ‘’Langsung kami laporkan petugas kepolisian terdekat, yang langsung melakukan evakuasi,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Kaget, Ada Ular Kobra di Dalam Bak Mandi

Korban dilarikan ke Puskesmas terdekat. Petugas kepolisian tak kesulitan mengabari laka tersebut pada keluarga korban, yang jaraknya tak jauh dari TKP.

LAMONGAN – Nasib nahas dialami Ali Shodiqin, warga Dusun Dati, Desa/ Kecamatan Pucuk, Lamongan.

Pria kelahiran 1978 tersebut tewas tersambar KA Maharani saat berangkat kerja di perlintasan sebidang double track Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, Lamongan kemarin pagi (16/9).  

Motor matik nopol S 7302 MD yang dikendarai korban ringsek. Serta, korban mengalami luka berat di bagian kepala.

Berdasar keterangan salah satu tetangga korban, Shodikin hendak bekerja di pabrik keran air tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

‘’Biasanya melihat lewat perlintasan sana, karena lebih dekat dari tempat kerjanya,’’ tutur pria paro baya tersebut kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Meliano George, saksi mata menjelaskan, korban terlihat mengendarai motor dari arah selatan. Sesampainya di TKP, korban menunggu KA Sembrani jurusan Semarang-Surabaya dari arah barat ke timur.

Baca Juga :  Ruang Pasien Covid-19 Kerap Overload, Perlukah RS Darurat?

Disaat bersamaan, KA Maharani jurusan Surabaya-Bandung dari timur ke barat melintas di rel sisi utara. ‘’Lepas dari rel KA di gerbong terakhir, nongol KA lan dan korban ikut melintas,’’ imbuhnya.

Korban yang sudah bergerak maju tak bisa menghindar dari libasan KA tersebut.

Pekerja sub kontraktor Pertamina tersebut melihat bagian belakang motor korban tertabrak KA, membuat pengendara terpental cukup jauh. ‘’Terpental sekitar 10 meter (m) dari TKP,’’ tukasnya. 

Sementara itu, Abdul Mudhofar, security Stasiun Pucuk membenarkan di saat bersamaan dua kereta bersimpangan.

Diduga kereta lainnya yang melintas dari timur tak terlihat oleh korban. ‘’Langsung kami laporkan petugas kepolisian terdekat, yang langsung melakukan evakuasi,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Mobdin Dilarang untuk Mudik

Korban dilarikan ke Puskesmas terdekat. Petugas kepolisian tak kesulitan mengabari laka tersebut pada keluarga korban, yang jaraknya tak jauh dari TKP.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/