alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Berencana Ajukan Banding

LAMONGAN, Radar Lamongan – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah memutuskan hukuman bagi Persela Lamongan dan panitia pelaksana (panpel) pertandingannya.

Berdasarkan hasil sidang komdis (14/8), Persela didenda karena pelemparan botol ke dalam lapangan dan masuk ke dalam lapangan. Dendanya Rp 100 juta. Sementara panpel pelaksana pertandingan Persela didenda Rp 25 juta karena gagal memberikan rasa aman dan nyaman saat pertandingan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir menjamu Borneo FC.

‘’Iya kita baru saja terima draf denda dari komdis,” tutur Ketua Panpel Persela M Muhadjir, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (16/8). 

Panpel merasa peristiwa di Stadion Surajaya itu buntut dari sikap tak tegas dari Wasit Wawan Rapiko. Ketika Kiper Persela Dwi Kuswanto berseteru dengan pemain Borneo FC Wahyudi Hamisi, wasit memberikan kartu merah terlebih dulu kepada Wahyudi Hamisi. Selanjutnya, memberikan kartu merah pada Dwi Kus.

Baca Juga :  Kegiatan Pertama Kapolres Baru, Rakor Covid di Hari Minggu

Wawan Rapiko justru memberikan hadiah penalti kepada Persela di penghujung babak kedua. Akibatnya, suporter Persela mengamuk seusai laga. 

”Kita akan kaji bersama terkait hal itu,” kata pria yang juga menjabat kepala Dispora Lamongan tersebut. 

Versi Hajir, Persela tak layak mendapatkan hukuman. Alasannya, akar permasalahan ada pada keputusan wasit yang kontroversial. Hajir mengaku berencana melakukan banding kepada PSSI atas denda tersebut. Sebab hal itu cukup merugikan Persela sebagai klub yang seharusnya dicurangi oleh wasit. 

”Kan gak ada sebab kalau tidak ada akibat. Kita akan banding karena ini kan ulah wasit yang tidak berkualidikasi,” imbuhnya. 

Dia mengatakan, kondisi ini cukup berat bagi Persela. Sebab di beberapa laga terakhir pemasukan cukup minim. Jumlah supoter tak lebih dari 10 ribu orang. Padahal, menyambut putaran kedua, manajemen juga perlu untuk menyiapkan dana ketika ada rekomendasi tambahan pemain dari jajaran pelatih. 

Baca Juga :  Meminta Masukan Masyarakat, Jamin Kompetensi Penerbitan SIM   

”Itu yang membuat kami berat,” tutur pria berkacamata itu. 

Dia berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi suporter Persela. Sehingga, dalam kondisi apapun tidak melakukan tindakan yang merugikan tim. Uang yang seharusnya digunakan membayar denda, lebih baik dialokasikan untuk operasional tim. 

”Insiden ini harus menjadi pelajaran bersama,” ujarnya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah memutuskan hukuman bagi Persela Lamongan dan panitia pelaksana (panpel) pertandingannya.

Berdasarkan hasil sidang komdis (14/8), Persela didenda karena pelemparan botol ke dalam lapangan dan masuk ke dalam lapangan. Dendanya Rp 100 juta. Sementara panpel pelaksana pertandingan Persela didenda Rp 25 juta karena gagal memberikan rasa aman dan nyaman saat pertandingan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir menjamu Borneo FC.

‘’Iya kita baru saja terima draf denda dari komdis,” tutur Ketua Panpel Persela M Muhadjir, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (16/8). 

Panpel merasa peristiwa di Stadion Surajaya itu buntut dari sikap tak tegas dari Wasit Wawan Rapiko. Ketika Kiper Persela Dwi Kuswanto berseteru dengan pemain Borneo FC Wahyudi Hamisi, wasit memberikan kartu merah terlebih dulu kepada Wahyudi Hamisi. Selanjutnya, memberikan kartu merah pada Dwi Kus.

Baca Juga :  Harga Gula Goyang, Tepung Naik

Wawan Rapiko justru memberikan hadiah penalti kepada Persela di penghujung babak kedua. Akibatnya, suporter Persela mengamuk seusai laga. 

”Kita akan kaji bersama terkait hal itu,” kata pria yang juga menjabat kepala Dispora Lamongan tersebut. 

Versi Hajir, Persela tak layak mendapatkan hukuman. Alasannya, akar permasalahan ada pada keputusan wasit yang kontroversial. Hajir mengaku berencana melakukan banding kepada PSSI atas denda tersebut. Sebab hal itu cukup merugikan Persela sebagai klub yang seharusnya dicurangi oleh wasit. 

”Kan gak ada sebab kalau tidak ada akibat. Kita akan banding karena ini kan ulah wasit yang tidak berkualidikasi,” imbuhnya. 

Dia mengatakan, kondisi ini cukup berat bagi Persela. Sebab di beberapa laga terakhir pemasukan cukup minim. Jumlah supoter tak lebih dari 10 ribu orang. Padahal, menyambut putaran kedua, manajemen juga perlu untuk menyiapkan dana ketika ada rekomendasi tambahan pemain dari jajaran pelatih. 

Baca Juga :  Beri Uang Jajan, Kakek Cabuli Anak 8 Tahun

”Itu yang membuat kami berat,” tutur pria berkacamata itu. 

Dia berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi suporter Persela. Sehingga, dalam kondisi apapun tidak melakukan tindakan yang merugikan tim. Uang yang seharusnya digunakan membayar denda, lebih baik dialokasikan untuk operasional tim. 

”Insiden ini harus menjadi pelajaran bersama,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/