alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Berstatus Profesional, Kursi Manajemen Persibo Masih Kosong

- Advertisement -

Radar Bojonegoro – Kursi manajemen Persibo masih kosong. Belum ada progres pasca peralihan dari manajamen lama berbadan PT Semangat Bojonegoro Jaya kepada pemkab setempat. Hingga saat ini masih belum ada pihak yang mengajukan diri secara serius.

Kepala Dinas Kepemudaaan dan Olahraga (Dispora) Bojonegoro Amir Syahid mengatakan, Persibo tetap berstatus profesional. Sebab, sudah ada peraturan jika pemkab tidak bisa mengelola Persibo.

Kaitannya pembiayaan menggu nakan APBD. ‘’Persibo statusnya tetap profesional (berbadan hukum PT),” katanya kemarin (16/7). Background Persibo bukan berbasis pembinaan.

Tapi, fokus pada prestasi. Kata pembinaan ini, artinya bernaung pada KONI ataupun askab PSSI setempat. Belum lagi, askab PSSI setempat telah memiliki Bojonegoro FC sebagai wadah pembinaan sepak bola.

Baca Juga :  Semen Indonesia Gelontorkan Santunan Rp 337 Juta

‘’Sudah ada beberapa pihak yang bertanya. Tapi belum ada yang serius,” ujar mantan kepala dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) itu. Maksud dari keseriusan itu, yakni penjelasan dari pihak yang bersangkutan langkah-langkah ke depan.

- Advertisement -

Baik itu persiapan aspek legalitas PT hingga rencana jika telah mengambil alih Persibo. Utamanya kesiapan finansial. ‘’Mereka yang menemui kami baru sebatas menanyakan status Persibo dan mekanisme selanjut nya (jika akan mengambil alih),” ujar Amir.

Selain itu, pihaknya sebatas mendengar cerita-cerita saja. Kaitan nya terdapat pihak akan mengambil alih kursi manajemen Persibo. Namun, pihak bersang kutan belum pernah menemui untuk koordinasi. Baik itu kepada dispora, KONI, askab PSSI setem pat ataupun manajemen lama.

Baca Juga :  Rusunawa Tak Kunjung Ditempati

‘’Mungkin istilah nya mereka masih PDKT (pendekatan, Red). Kami juga me lakukan asesmen,” ucap dia. Menurut dia, pemkab setempat sebatas memfasilitasi dan membantu pihak-pihak ingin membentuk Persibo lagi. Sehingga mempersilakan siapapun menakhodai Persibo. Dengan catatan memiliki keseriusan dan target.

‘’Kalau ada pihak mampu secara manajerial dan finansial ya monggo. Kami masih menunggu itu,” lanjutnya. Pihaknya pun tidak ingin terburuburu. Meskipun Liga 3 Jatim akan bergulir. Prinsipnya tetap dan masih berada di dalam jalur.

Sebab, akan sangat disayangkan jika nantinya manajemen Persibo yang baru tidak siap. Kembali lagi utamanya tentang finansial. ‘’Saya harap agar masyarakat bersabar. Kami terus berkoordinasi dengan KONI dan pihak-pihak pernah berkecimpung,” imbuhnya.

Radar Bojonegoro – Kursi manajemen Persibo masih kosong. Belum ada progres pasca peralihan dari manajamen lama berbadan PT Semangat Bojonegoro Jaya kepada pemkab setempat. Hingga saat ini masih belum ada pihak yang mengajukan diri secara serius.

Kepala Dinas Kepemudaaan dan Olahraga (Dispora) Bojonegoro Amir Syahid mengatakan, Persibo tetap berstatus profesional. Sebab, sudah ada peraturan jika pemkab tidak bisa mengelola Persibo.

Kaitannya pembiayaan menggu nakan APBD. ‘’Persibo statusnya tetap profesional (berbadan hukum PT),” katanya kemarin (16/7). Background Persibo bukan berbasis pembinaan.

Tapi, fokus pada prestasi. Kata pembinaan ini, artinya bernaung pada KONI ataupun askab PSSI setempat. Belum lagi, askab PSSI setempat telah memiliki Bojonegoro FC sebagai wadah pembinaan sepak bola.

Baca Juga :  Kaji Nasib Persibo, Dispora Bergerak Jika Liga 3 Bergulir

‘’Sudah ada beberapa pihak yang bertanya. Tapi belum ada yang serius,” ujar mantan kepala dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) itu. Maksud dari keseriusan itu, yakni penjelasan dari pihak yang bersangkutan langkah-langkah ke depan.

- Advertisement -

Baik itu persiapan aspek legalitas PT hingga rencana jika telah mengambil alih Persibo. Utamanya kesiapan finansial. ‘’Mereka yang menemui kami baru sebatas menanyakan status Persibo dan mekanisme selanjut nya (jika akan mengambil alih),” ujar Amir.

Selain itu, pihaknya sebatas mendengar cerita-cerita saja. Kaitan nya terdapat pihak akan mengambil alih kursi manajemen Persibo. Namun, pihak bersang kutan belum pernah menemui untuk koordinasi. Baik itu kepada dispora, KONI, askab PSSI setem pat ataupun manajemen lama.

Baca Juga :  Misi Belum Tuntas

‘’Mungkin istilah nya mereka masih PDKT (pendekatan, Red). Kami juga me lakukan asesmen,” ucap dia. Menurut dia, pemkab setempat sebatas memfasilitasi dan membantu pihak-pihak ingin membentuk Persibo lagi. Sehingga mempersilakan siapapun menakhodai Persibo. Dengan catatan memiliki keseriusan dan target.

‘’Kalau ada pihak mampu secara manajerial dan finansial ya monggo. Kami masih menunggu itu,” lanjutnya. Pihaknya pun tidak ingin terburuburu. Meskipun Liga 3 Jatim akan bergulir. Prinsipnya tetap dan masih berada di dalam jalur.

Sebab, akan sangat disayangkan jika nantinya manajemen Persibo yang baru tidak siap. Kembali lagi utamanya tentang finansial. ‘’Saya harap agar masyarakat bersabar. Kami terus berkoordinasi dengan KONI dan pihak-pihak pernah berkecimpung,” imbuhnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/