alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Sebulan, Amankan 22 Tersangka Pelaku Kriminal

TUBAN – Polres Tuban panen tangkapan. Selama sebulan terakhir, sebanyak 22 tersangka diamankan. Rinciannya 18 tersangka kasus narkotika dan 4 tersangka kasus undang-undang kesehatan. Sebagian besar pelaku kriminal tersebut merupakan warga Tuban, selebihnya warga Lamongan dan Surabaya.

Senin (16/7), para tersangka diekspos di hadapan awak media.  Barang bukti yang diamankan, 1.736 butir narkotika jenis carnopen, 1.951 butir obat daftar G, 13 poket sabu dengan berat 12,61 gram, 2 buah pipet dengan sisa sabu seberat 2,17 gram, 1 buah bong, 2 sepeda motor, 1 mobil, 3 ponsel, dan uang tunai ratusan ribu rupiah.

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono didampingi para pejabat utama (PJU) Polres Tuban mengatakan, penangkapan puluhan tersangka tersebut merupakan pengembangan dari beberapa kasus. ‘’Satu orang tersangka pengguna sabu ini ternyata juga DPO (daftar pencarian orang) pencurian rumah kosong di Merakurak,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Terbukti Pornografi dan Persetubuhan, Fotografer Divonis 10 Tahun

Dia Mastukan. Dia ditetapkan sebagai buron sejak 22 Mei lalu. Dua temannya Hartono dan Andika Darma, warga Lamongan diamankan usai beraksi di dua tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam penangkapan Mastukan, seorang anggota Polsek Grabagan jadi korban. Dia dibacok pelaku.

Mastukan memiliki catatan buruk di dunia kriminal. Dia sudah tiga kali mendekam di balik jeruji besi Lapas Gresik, Lamongan, dan Tuban. Bahkan, kaki kirinya pernah dilumpuhkan timah panas AKP Iwan Hari Poerwanto (Kasatreskrim Polres Tuban) ketika masih bertugas sebagai kasatreskrim Polres Gresik. Sebelum beraksi, Mastukan selalu mengonsumsi sabu-sabu. Pengakuan tersangka, tujuannya agar lebih berani dan nekat dalam beraksi.

Ketika keluar penjara pada akhir tahun lalu, Mastukan justru ikut komplotan pencuri lintas provinsi. Nanang menegaskan Mastukan akan dijerat tiga pasal berlapis. Yakni, 365 KUHP (pencurian rumah kosong), undang-undang narkotika, dan pasal 212 KUHP (melawan petugas). ‘’Satu orang ini residivis berbagai kasus, mulai pencurian rumah kosong, pencurian dengan kekerasan, dan lainnya,’’ tegas perwira lulusan Akpol 2000 itu.

Baca Juga :  Adu Kreatif Memasak Menu Serba Ikan

Untuk kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu dan carnopen, kata Nanang, seluruh pengedarnya mengaku mendapat pasokan dari luar kota. Biasanya. para pengedar ini mendapat pasokan dari bandar yang mereka temui di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan TPI Brondong, Lamongan. ‘’Bandarnya saya pastikan orang luar Tuban, dan kemungkinan besar dari luar Jawa Timur,’’ tegas mantan Kasubdit III Ditreskrimum Polda Jateng ini.

TUBAN – Polres Tuban panen tangkapan. Selama sebulan terakhir, sebanyak 22 tersangka diamankan. Rinciannya 18 tersangka kasus narkotika dan 4 tersangka kasus undang-undang kesehatan. Sebagian besar pelaku kriminal tersebut merupakan warga Tuban, selebihnya warga Lamongan dan Surabaya.

Senin (16/7), para tersangka diekspos di hadapan awak media.  Barang bukti yang diamankan, 1.736 butir narkotika jenis carnopen, 1.951 butir obat daftar G, 13 poket sabu dengan berat 12,61 gram, 2 buah pipet dengan sisa sabu seberat 2,17 gram, 1 buah bong, 2 sepeda motor, 1 mobil, 3 ponsel, dan uang tunai ratusan ribu rupiah.

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono didampingi para pejabat utama (PJU) Polres Tuban mengatakan, penangkapan puluhan tersangka tersebut merupakan pengembangan dari beberapa kasus. ‘’Satu orang tersangka pengguna sabu ini ternyata juga DPO (daftar pencarian orang) pencurian rumah kosong di Merakurak,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Adu Kreatif Memasak Menu Serba Ikan

Dia Mastukan. Dia ditetapkan sebagai buron sejak 22 Mei lalu. Dua temannya Hartono dan Andika Darma, warga Lamongan diamankan usai beraksi di dua tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam penangkapan Mastukan, seorang anggota Polsek Grabagan jadi korban. Dia dibacok pelaku.

Mastukan memiliki catatan buruk di dunia kriminal. Dia sudah tiga kali mendekam di balik jeruji besi Lapas Gresik, Lamongan, dan Tuban. Bahkan, kaki kirinya pernah dilumpuhkan timah panas AKP Iwan Hari Poerwanto (Kasatreskrim Polres Tuban) ketika masih bertugas sebagai kasatreskrim Polres Gresik. Sebelum beraksi, Mastukan selalu mengonsumsi sabu-sabu. Pengakuan tersangka, tujuannya agar lebih berani dan nekat dalam beraksi.

Ketika keluar penjara pada akhir tahun lalu, Mastukan justru ikut komplotan pencuri lintas provinsi. Nanang menegaskan Mastukan akan dijerat tiga pasal berlapis. Yakni, 365 KUHP (pencurian rumah kosong), undang-undang narkotika, dan pasal 212 KUHP (melawan petugas). ‘’Satu orang ini residivis berbagai kasus, mulai pencurian rumah kosong, pencurian dengan kekerasan, dan lainnya,’’ tegas perwira lulusan Akpol 2000 itu.

Baca Juga :  Marfuah Segera Menyusul Supi Sidang

Untuk kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu dan carnopen, kata Nanang, seluruh pengedarnya mengaku mendapat pasokan dari luar kota. Biasanya. para pengedar ini mendapat pasokan dari bandar yang mereka temui di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan TPI Brondong, Lamongan. ‘’Bandarnya saya pastikan orang luar Tuban, dan kemungkinan besar dari luar Jawa Timur,’’ tegas mantan Kasubdit III Ditreskrimum Polda Jateng ini.

Artikel Terkait

Most Read

Anggarkan THR Rp 40 M

Sosialisasi Empat Pilar

Bedah Rumah di Desa Sembung Carut Marut

Artikel Terbaru


/