alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Perbaikan Jembatan Dianggarkan 3 Miliar

BOJONEGORO – Perbaikan tiang penyangga Jembatan Kaliketek terancam mundur tahun depan. Sebab, perbaikan hanya bisa dilaksanakan selama musim kemarau. “Waktu memperbaiki ya sampai September. Oktober perkiraan sudah hujan,” ungkap Kasi Perbaikan Jalan UPT Perbaikan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi di Bojonegoro Purwanto.

Purwanto menuturkan, saat musim hujan tidak mungkin melaksanakan perbaikan  jembatan. Sebab debit air Bengawan Solo sangat mengalami peningkatan. Kondisi itu tidak memungkinkan untuk melakukan perbaikan  jembatan. “Waktunya ya saat ini. Kalau lewat Oktober bisanya ya tahun depan,” jelasnya.

DPU Bina Marga Provinsi, tengah menganggarkan perbaikan  jembatan itu Rp 3 miliar. Saat ini tengah dilakukan proses lelang. Bahkan, ini adalah proses lelang kedua. Lelang pertama yang dilakukan tidak berhasil karena persertanya tidak memenuhi syarat. Sehingga, harus lelang ulang. “Jika lelang gagal terus maka pengerjaan akan molor. Bahkan, bisa tahun depan,“ jelasnya.

Baca Juga :  Setiap Hari Ada Aduan Ular Masuk Permukiman di Bojonegoro

Menurut Purwanto, pengerjaan jembatan itu harus secepatnya dilakukan. Jika menunggu tahun depan, maka dikhawatirkan kondisi jembatan akan semakin parah. ”Saya sendiri sudah berkoordinasi dengan provinsi terkait hal itu,“ jelasnya.

Tiang penyangga jembatan itu mengalami abrasi. Sehingga, fondasinya tidak lagi menancap di dasar sungai. Kondisi berbahaya karena jembatan itu kerap dilalui kendaraan muatan berat. Hal itu dapat membahayakan kondisi jembatan. “Karena itu perbaikan  harus secepatnya dilakukan,“ jelasnya.

Kerusakan tiang tersebut disebabkan karena adanya aktivitas penambangan pasir di kawasan itu. Bahkan, sampai saat ini aktivitas penambangan itu masih kerap dilakukan. Padahal, DPU Bina Marga Provinsi sudah berkoordinasi pemkab terkait hal itu. “Papan peringatan juga sudah kami berikan. Tapi tetap saja ada penambangan,“ jelasnya.

Baca Juga :  Politik Uang Terkesan Longgar

Dia menambahkan, penambangan pasir di kawasan itu sebenarnya diperbolehkan. Namun, jaraknya dari jembatan harus jauh. Maksimal harus 200 meter dari jembatan. Jika tidak, bisa membahayakan jembatan.

BOJONEGORO – Perbaikan tiang penyangga Jembatan Kaliketek terancam mundur tahun depan. Sebab, perbaikan hanya bisa dilaksanakan selama musim kemarau. “Waktu memperbaiki ya sampai September. Oktober perkiraan sudah hujan,” ungkap Kasi Perbaikan Jalan UPT Perbaikan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi di Bojonegoro Purwanto.

Purwanto menuturkan, saat musim hujan tidak mungkin melaksanakan perbaikan  jembatan. Sebab debit air Bengawan Solo sangat mengalami peningkatan. Kondisi itu tidak memungkinkan untuk melakukan perbaikan  jembatan. “Waktunya ya saat ini. Kalau lewat Oktober bisanya ya tahun depan,” jelasnya.

DPU Bina Marga Provinsi, tengah menganggarkan perbaikan  jembatan itu Rp 3 miliar. Saat ini tengah dilakukan proses lelang. Bahkan, ini adalah proses lelang kedua. Lelang pertama yang dilakukan tidak berhasil karena persertanya tidak memenuhi syarat. Sehingga, harus lelang ulang. “Jika lelang gagal terus maka pengerjaan akan molor. Bahkan, bisa tahun depan,“ jelasnya.

Baca Juga :  Lindungi Hak Warga, Gelar Sidang Isbat Nikah Massal

Menurut Purwanto, pengerjaan jembatan itu harus secepatnya dilakukan. Jika menunggu tahun depan, maka dikhawatirkan kondisi jembatan akan semakin parah. ”Saya sendiri sudah berkoordinasi dengan provinsi terkait hal itu,“ jelasnya.

Tiang penyangga jembatan itu mengalami abrasi. Sehingga, fondasinya tidak lagi menancap di dasar sungai. Kondisi berbahaya karena jembatan itu kerap dilalui kendaraan muatan berat. Hal itu dapat membahayakan kondisi jembatan. “Karena itu perbaikan  harus secepatnya dilakukan,“ jelasnya.

Kerusakan tiang tersebut disebabkan karena adanya aktivitas penambangan pasir di kawasan itu. Bahkan, sampai saat ini aktivitas penambangan itu masih kerap dilakukan. Padahal, DPU Bina Marga Provinsi sudah berkoordinasi pemkab terkait hal itu. “Papan peringatan juga sudah kami berikan. Tapi tetap saja ada penambangan,“ jelasnya.

Baca Juga :  Insentif Nakes Disesuaikan Aturan Pusat, Maksimal Rp 10 Juta Per Bulan

Dia menambahkan, penambangan pasir di kawasan itu sebenarnya diperbolehkan. Namun, jaraknya dari jembatan harus jauh. Maksimal harus 200 meter dari jembatan. Jika tidak, bisa membahayakan jembatan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/