alexametrics
25.9 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Bantuan Alat Deteksi Ikan Belum Optimal

PACIRAN – Setiap rukun nelayan (RN) di Lamongan mendapat bantuan alat deteksi ikan. Namun belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sebab nelayan masih kesulitan mengoperasikan alat berbasis global positioning system (GPS) itu. Padahal alat tersebut sangat membantu nelayan, karena mampu mendeteksi posisi ikan terbanyak. ‘’Setelah dibagikan, alat pendeteksi ikan itu masih belum normal. Artinya peralatan itu masih belum bisa seperti yang diharapkan,’’ kata Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Muhlisin Amar kepada Jawa Pos Radar Lamongan senin (16/7).

Dia mengatakan, nelayan belum memahami secara terperinci alat tersebut. Sebab sejak dibagikan, pendampingan pada nelayan cukup minim. Sehingga kemampuan teknologi nelayan yang kurang memadai, membuat sulit untuk memahami peng gunaannya. ‘’Karena ketidakmampuan menjalankan. Jadi teknologi itu belum bisa digunakan oleh teman-teman nelayan. Harus ada pembelajaran ulang,’’ katanya.

Baca Juga :  Hanya Dirasakan Nelayan Besar

Namun, terang dia, sudah ada komunikasi dengan Lembaga Antariksa Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), yang bersedia melakukan pendampingan pada nelayan. ‘’Nanti akan dikumpulkan lagi. Dari Jakarta sudah siap membimbing nelayan sampai bisa,’’ ujarnya. Dia berharap alat tersebut segera bisa dimanfaatkan. Karena cuaca di kawasan pantura Lamongan cukup mendukung aktivitas nelayan di pertengahan bulan ini.

Jika alat itu sudah bisa digunakan dengan maksimal, tentu nelayan juga lebih efektif dalam beraktivitas di laut. ‘’Kalau itu tidak bisa digunakan kan mubadir. Padahal itu penting. Lebih baik ada pembelajaran lagi nati,’’ katanya. Sebelumnya diberitakan, seluruh RN di Lamongan, yang berjumlah 17 RN mendapat bantuan alat deteksi ikan. Alat tersebut lebih canggih dibanding yang dimiliki nelayan sebelumnya 

Baca Juga :  Verifikasi Tak Kunjung Dilakukan,¬†Nelayan Tetap Menolak Berganti Alat

PACIRAN – Setiap rukun nelayan (RN) di Lamongan mendapat bantuan alat deteksi ikan. Namun belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sebab nelayan masih kesulitan mengoperasikan alat berbasis global positioning system (GPS) itu. Padahal alat tersebut sangat membantu nelayan, karena mampu mendeteksi posisi ikan terbanyak. ‘’Setelah dibagikan, alat pendeteksi ikan itu masih belum normal. Artinya peralatan itu masih belum bisa seperti yang diharapkan,’’ kata Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Muhlisin Amar kepada Jawa Pos Radar Lamongan senin (16/7).

Dia mengatakan, nelayan belum memahami secara terperinci alat tersebut. Sebab sejak dibagikan, pendampingan pada nelayan cukup minim. Sehingga kemampuan teknologi nelayan yang kurang memadai, membuat sulit untuk memahami peng gunaannya. ‘’Karena ketidakmampuan menjalankan. Jadi teknologi itu belum bisa digunakan oleh teman-teman nelayan. Harus ada pembelajaran ulang,’’ katanya.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Siapkan Penjinak Bom

Namun, terang dia, sudah ada komunikasi dengan Lembaga Antariksa Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), yang bersedia melakukan pendampingan pada nelayan. ‘’Nanti akan dikumpulkan lagi. Dari Jakarta sudah siap membimbing nelayan sampai bisa,’’ ujarnya. Dia berharap alat tersebut segera bisa dimanfaatkan. Karena cuaca di kawasan pantura Lamongan cukup mendukung aktivitas nelayan di pertengahan bulan ini.

Jika alat itu sudah bisa digunakan dengan maksimal, tentu nelayan juga lebih efektif dalam beraktivitas di laut. ‘’Kalau itu tidak bisa digunakan kan mubadir. Padahal itu penting. Lebih baik ada pembelajaran lagi nati,’’ katanya. Sebelumnya diberitakan, seluruh RN di Lamongan, yang berjumlah 17 RN mendapat bantuan alat deteksi ikan. Alat tersebut lebih canggih dibanding yang dimiliki nelayan sebelumnya 

Baca Juga :  Harga Beras Terus Menurun

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/