alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Dua Pemuda Dikeroyok Sepuluh Orang  

LAMONGAN – Kasus pengeroyokan dan pencurian dengan kekerasan menimpa M. Fajar Shodiq, 17, dan Richard Eko Satrio Purnomo, 17, Minggu Sore (16/7). Dua pemuda asal Desa Simbatan, Kecamatan Sarirejo, Lamongan tersebut dikeroyok 10 orang di Jalan Dusun Gedondong, Desa/ Kecamatan Sarirejo, Lamongan.

Selain itu, pelaku juga merampas kaus yang dikenakan korban, serta merampas tas milik salah satu korban yang berisismartphone. Kedua korban yang masih berstatus pelajar tersebut mengalami luka ringan, akibat bogeman dari pelaku pengeroyokan. 

‘’Kedua korban telah kami periksa dan sudah dipulangkan,’’ tutur Kanit Reskrim Polsek Sarirejo Aiptu Sono kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (17/7).

Berdasar keterangan kedua korban, tutur Sono, kedua korban perjalanan pulang dari acara halal bihalal perguruan Ikatan Kera Sakti (IKS) tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, keduanya dibuntuti segerombolan pemuda setelah memasuki gapura Desa Kradenan.

Baca Juga :  Tuntutan 7 Tahun Ditolak, Terdakwa Kasus Narkotika Bebas

‘’Segerombolan tersebut mencegat dan menyuruh kedua korban berhenti,’’ terangnya.

Segerombolan pemuda tersebut memaksa kedua korban melepas kaus yang dikenakan. Karena kalah jumlah akhirnya keduanya menuruti perintah pelaku. Setelah itu, kedua korban mendapat bogeman dari pelaku, yang selanjutnya juga merampas tas milik salah satu korban.

‘’Setelah kami periksa kedua korban hanya mengalami luka ringan,’’ ucap Sono saat dikonfirmasi via ponsel.

Kasus pengeroyokan ini diduga melibatkan perguruan lainnya. Sebab, diakui Sono, kedua korban memberikan keterangan jika pelaku pengeroyokan mengenakan kaus perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Serta ada tindakan menyuruh melepas kaus logo perguruan IKS yang dikenakan kedua korban.

‘’Menurut keterangan korban, pelaku pengeroyokan menggunakan atribut perguruan lain,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Pejabat Kedubes Australia Kunjungi Tuban

Hingga berita ini ditulis, belum ada satupun pelaku yang tertangkap. Petugas kepolisian masih memburu pelaku pengeroyokan.

‘’Selanjutnya, kami melakukan penyelidikan untuk memburu para pelaku pengeroyokan ini,’’ pungkasnya.

LAMONGAN – Kasus pengeroyokan dan pencurian dengan kekerasan menimpa M. Fajar Shodiq, 17, dan Richard Eko Satrio Purnomo, 17, Minggu Sore (16/7). Dua pemuda asal Desa Simbatan, Kecamatan Sarirejo, Lamongan tersebut dikeroyok 10 orang di Jalan Dusun Gedondong, Desa/ Kecamatan Sarirejo, Lamongan.

Selain itu, pelaku juga merampas kaus yang dikenakan korban, serta merampas tas milik salah satu korban yang berisismartphone. Kedua korban yang masih berstatus pelajar tersebut mengalami luka ringan, akibat bogeman dari pelaku pengeroyokan. 

‘’Kedua korban telah kami periksa dan sudah dipulangkan,’’ tutur Kanit Reskrim Polsek Sarirejo Aiptu Sono kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (17/7).

Berdasar keterangan kedua korban, tutur Sono, kedua korban perjalanan pulang dari acara halal bihalal perguruan Ikatan Kera Sakti (IKS) tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, keduanya dibuntuti segerombolan pemuda setelah memasuki gapura Desa Kradenan.

Baca Juga :  Gebrakan Sosial Paguyupan Karya Muda Peduli (PKMP) LedokĀ 

‘’Segerombolan tersebut mencegat dan menyuruh kedua korban berhenti,’’ terangnya.

Segerombolan pemuda tersebut memaksa kedua korban melepas kaus yang dikenakan. Karena kalah jumlah akhirnya keduanya menuruti perintah pelaku. Setelah itu, kedua korban mendapat bogeman dari pelaku, yang selanjutnya juga merampas tas milik salah satu korban.

‘’Setelah kami periksa kedua korban hanya mengalami luka ringan,’’ ucap Sono saat dikonfirmasi via ponsel.

Kasus pengeroyokan ini diduga melibatkan perguruan lainnya. Sebab, diakui Sono, kedua korban memberikan keterangan jika pelaku pengeroyokan mengenakan kaus perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Serta ada tindakan menyuruh melepas kaus logo perguruan IKS yang dikenakan kedua korban.

‘’Menurut keterangan korban, pelaku pengeroyokan menggunakan atribut perguruan lain,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Berangkat Latihan, Ajak Tim Medis Boncengan MotorĀ 

Hingga berita ini ditulis, belum ada satupun pelaku yang tertangkap. Petugas kepolisian masih memburu pelaku pengeroyokan.

‘’Selanjutnya, kami melakukan penyelidikan untuk memburu para pelaku pengeroyokan ini,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/