alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

48,76 Persen CJH Bojonegoro Tergolong Risti

BOJONEGORO – Seluruh calon jamaah haji (CJH) dari Kabupaten Bojonegoro diminta untuk benar-benar menjaga kesehatan dari sekarang sebelum berangkat ke tanah suci. Selain itu, mereka juga diminta untuk terus memperdalam pengetahuan sehingga dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan khusyuk.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Totok Ismanto, menjelaskan bahwa masa tunggu keberangkatan sudah semakin dekat. Jadi diharapkan seluruh CJH Bojonegoro jangan sampai lupa menjaga kesehatan jasmani dan rohani. 

Totok juga menjelaskan bahwa tetap dilakukan pemantauan dan imbauan kepada para CJH. “Kami selalu menyarankan bagi CJH untuk konsultasi di puskesmas terdekat apabila merasa kurang sehat, sehingga bisa segera ditangani dan tidak menganggu selama proses ibadah haji,” tuturnya.

Baca Juga :  Melanggar, Baliho Gus Ipul Masih Dibiarkan

Adapun pola makan dan aktivitas harus benar-benar dijaga. Mengingat, ada CJH risiko tinggi (risti) sekitar 48,76 persen dari 1.086 CJH. “Semoga para CJH mampu menjaga kesehatannya, sehingga tidak ada kendala ketika menunaikan idabah haji pada (31/7) esok,” tuturnya. 

Tak lupa pihak Dinkes Bojonegoro juga membuat empat kriteria CJH berdasarkan warna gelang. Di antaranya gelang merah diperuntukkan CJH usia 60 tahun ke atas dengan penyakit sebanyak 18,43 persen. Lalu, gelang kuning termasuk usia 60 tahun ke bawah dengan penyakit sebanyak 20 persen. Sedangkan gelang hijau merupakan usia 60 tahun ke atas tanpa penyakit sebanyak 10,32 persen. “Untuk CJH sehat dan di bawah 60 tahun sebanyak 51,24 persen mengenakan gelang putih,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Setahun Pandemi Covid-19 BPJAMSOSTEK Bojonegoro Bayar Klaim Rp 77 M

BOJONEGORO – Seluruh calon jamaah haji (CJH) dari Kabupaten Bojonegoro diminta untuk benar-benar menjaga kesehatan dari sekarang sebelum berangkat ke tanah suci. Selain itu, mereka juga diminta untuk terus memperdalam pengetahuan sehingga dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan khusyuk.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Totok Ismanto, menjelaskan bahwa masa tunggu keberangkatan sudah semakin dekat. Jadi diharapkan seluruh CJH Bojonegoro jangan sampai lupa menjaga kesehatan jasmani dan rohani. 

Totok juga menjelaskan bahwa tetap dilakukan pemantauan dan imbauan kepada para CJH. “Kami selalu menyarankan bagi CJH untuk konsultasi di puskesmas terdekat apabila merasa kurang sehat, sehingga bisa segera ditangani dan tidak menganggu selama proses ibadah haji,” tuturnya.

Baca Juga :  Tumbuhkan Karakter Anak Bangsa untuk Memupuk Kecintaan pada NKRI

Adapun pola makan dan aktivitas harus benar-benar dijaga. Mengingat, ada CJH risiko tinggi (risti) sekitar 48,76 persen dari 1.086 CJH. “Semoga para CJH mampu menjaga kesehatannya, sehingga tidak ada kendala ketika menunaikan idabah haji pada (31/7) esok,” tuturnya. 

Tak lupa pihak Dinkes Bojonegoro juga membuat empat kriteria CJH berdasarkan warna gelang. Di antaranya gelang merah diperuntukkan CJH usia 60 tahun ke atas dengan penyakit sebanyak 18,43 persen. Lalu, gelang kuning termasuk usia 60 tahun ke bawah dengan penyakit sebanyak 20 persen. Sedangkan gelang hijau merupakan usia 60 tahun ke atas tanpa penyakit sebanyak 10,32 persen. “Untuk CJH sehat dan di bawah 60 tahun sebanyak 51,24 persen mengenakan gelang putih,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Hotel CJH Berjarak 2 Km dari Masjidilharam

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/