alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Bantuan Petani Cair Rp 33 Miliar

Radar Bojonegoro – Ketersediaan pangan di tengah pandemi menjadi perhatian serius. Di masa pandemi Covid-19, Pemkab Bojonegoro menggelontorkan bantuan hibah kepada petani sekitar Rp 33 miliar.

Meliputi program petani mandiri (PPM) Rp 15 miliar, dan bantuan hibah sarana produksi petani (saprodi) Rp 21 miliar. ‘’Sektor pertanian tetap menjadi perhatian kami,’’ kata Bupati Bojonegoo Anna Mu’awanah kemarin (16/6).

Bupati menuturkan, PPM sudah berjalan sejak 2019. Selama perjalanan tahun lalu, tentu banyak catatan namun sebagai bahan evaluasi untuk melangkah ke depan.

Tahun lalu, dinas pertanian telah mendistribusikan 19.966 kartu program petani mandiri (PPM). Kemudian, total anggaran yang disalurkan kepada petani sekitar Rp 6,4 miliar.

Baca Juga :  Bermain Sepak Bola pun Sempatkan Latihan Pidato

‘’Tahun lalu sekitar 98 kelompok tani,’’ ujar Bu Anna. Tahun ini, kartu petani mandiri sampai dengan Juni sudah tercetak dan terdistribusi sejumlah 27.312 kartu.

Pencairan bantuan hibah PPM untuk belanja saprodi sampai Juni mencapai Rp 15 miliar. Jumlah itu untuk 121 kelompok tani (poktan). Total kartu KPM sudah tercetak dan terdistribusi sampai dengan saat ini sejumlah 47.278 kartu.

‘’Jumlah itu mulai tahun lalu ditambah pertengahan tahun ini,’’ imbuh Kepala Dinas Per tanian (Disperta) Helmy Elisabeth. Sementara untuk total bantuan hibah saprodi sampai dengan saat ini sejumlah Rp 21 miliar.

Disalurkan kepada 219 kelompok tani. Petani jika ingin mendaptkan hibah, harus tergabung dalam kelompok. Karena sesuai dengan regulasinya, penerima hibah tidak diperbolehkan perorangan. Sebaliknya, harus berbentuk kelompok. 

Baca Juga :  Bagi Gadis ini, Sukses Bukan Soal Umur

Radar Bojonegoro – Ketersediaan pangan di tengah pandemi menjadi perhatian serius. Di masa pandemi Covid-19, Pemkab Bojonegoro menggelontorkan bantuan hibah kepada petani sekitar Rp 33 miliar.

Meliputi program petani mandiri (PPM) Rp 15 miliar, dan bantuan hibah sarana produksi petani (saprodi) Rp 21 miliar. ‘’Sektor pertanian tetap menjadi perhatian kami,’’ kata Bupati Bojonegoo Anna Mu’awanah kemarin (16/6).

Bupati menuturkan, PPM sudah berjalan sejak 2019. Selama perjalanan tahun lalu, tentu banyak catatan namun sebagai bahan evaluasi untuk melangkah ke depan.

Tahun lalu, dinas pertanian telah mendistribusikan 19.966 kartu program petani mandiri (PPM). Kemudian, total anggaran yang disalurkan kepada petani sekitar Rp 6,4 miliar.

Baca Juga :  Bagi Gadis ini, Sukses Bukan Soal Umur

‘’Tahun lalu sekitar 98 kelompok tani,’’ ujar Bu Anna. Tahun ini, kartu petani mandiri sampai dengan Juni sudah tercetak dan terdistribusi sejumlah 27.312 kartu.

Pencairan bantuan hibah PPM untuk belanja saprodi sampai Juni mencapai Rp 15 miliar. Jumlah itu untuk 121 kelompok tani (poktan). Total kartu KPM sudah tercetak dan terdistribusi sampai dengan saat ini sejumlah 47.278 kartu.

‘’Jumlah itu mulai tahun lalu ditambah pertengahan tahun ini,’’ imbuh Kepala Dinas Per tanian (Disperta) Helmy Elisabeth. Sementara untuk total bantuan hibah saprodi sampai dengan saat ini sejumlah Rp 21 miliar.

Disalurkan kepada 219 kelompok tani. Petani jika ingin mendaptkan hibah, harus tergabung dalam kelompok. Karena sesuai dengan regulasinya, penerima hibah tidak diperbolehkan perorangan. Sebaliknya, harus berbentuk kelompok. 

Baca Juga :  Lolos Tiga Pejabat, Tinggal Bupati untuk Menentukan Sekda

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/