alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Jembatan Timbang 1,5 Tahun Mangkrak

BOJONEGORO – Jembatan timbang yang berlokasi di Baureno masih belum jelas kapan beroperasinya.  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum memberikan kejelasan mengenai jadwal beroperasionalnya. Kabid Perhubungan Darat Dishub Bojonegoro Suhartono mengatakan, jembatan timbang itu tidak beroperasi sejak Januari 2017. Sampai saat ini sudah 1,5 tahun. Bahkan, hingga kini belum jelas kapan akan beroperasi. “Kami juga tidak tahu kapan akan dioperasionalkan,“ kata Hartono.

Hartono menjelaskan, fungsi jembatan timbang tersebut sangat banyak. Terutama adalah membatasi kendaraan muat yang melintas di Bojonegoro. Kendaraan dengan muatan melebihi tonase akan diproteksi untuk melintas. Jika nekat melintas, harus mengurangi bebannya terlebih dulu. Baru diperkenankan melintas. “Itu untuk mengurangi adanya kerusakan jalan,“ jelasnya.

Baca Juga :  Fachrudin Uji Barisan Pertahanan Persibo

Dia melanjutkan, kendaraan muatan yang melebihi tonase jika dibiarkan melintas akan membuat jalan di Bojonegoro rusak. Lebih dari itu, jembatan-jembatan kecil yang ada di Bojonegoro tidak didesain untuk muatan berlebih. “Tentunya kita tidak ingin insiden Jembatan Widang terulang lagi,“ jelasnya.

Menurut Hartono, pengaktifan kembali jembatan timbang sangat darurat dilaksanakan. Sebab, sudah 1,5 tahun tidak beroperasi. Pihaknya khawatir jika itu berlangsung terus, bisa mengakibatkan kerusakan jalan dalam jangka panjang.

Kepala Dishub Bojonegoro Iskandar mengatakan, Kemenhub seharusnya segera melakukan pengaktifan kembali jembatan timbang itu. Sehingga, fungsinya bisa dirasakan manfaatnya. “Sebab, tidak beroperasionalnya jembatan itu membuat jalan-jalan rusak,“ jelasnya.

Iskandar menambahkan, pada 2017 lalu, sejumlah fasilitas milik pemkab dan pemprov diambil alih oleh Kemenhub. Namun, dari semua yang diambil alih hanya jembatan timbang itu yang tidak beroperasi.

Baca Juga :  Kucuran Dana Transfer Pusat Capai Rp 1,3 Triliun

BOJONEGORO – Jembatan timbang yang berlokasi di Baureno masih belum jelas kapan beroperasinya.  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum memberikan kejelasan mengenai jadwal beroperasionalnya. Kabid Perhubungan Darat Dishub Bojonegoro Suhartono mengatakan, jembatan timbang itu tidak beroperasi sejak Januari 2017. Sampai saat ini sudah 1,5 tahun. Bahkan, hingga kini belum jelas kapan akan beroperasi. “Kami juga tidak tahu kapan akan dioperasionalkan,“ kata Hartono.

Hartono menjelaskan, fungsi jembatan timbang tersebut sangat banyak. Terutama adalah membatasi kendaraan muat yang melintas di Bojonegoro. Kendaraan dengan muatan melebihi tonase akan diproteksi untuk melintas. Jika nekat melintas, harus mengurangi bebannya terlebih dulu. Baru diperkenankan melintas. “Itu untuk mengurangi adanya kerusakan jalan,“ jelasnya.

Baca Juga :  Nyantai Sambil Beri Makan Burung Dara di Alun-Alun Bojonegoro

Dia melanjutkan, kendaraan muatan yang melebihi tonase jika dibiarkan melintas akan membuat jalan di Bojonegoro rusak. Lebih dari itu, jembatan-jembatan kecil yang ada di Bojonegoro tidak didesain untuk muatan berlebih. “Tentunya kita tidak ingin insiden Jembatan Widang terulang lagi,“ jelasnya.

Menurut Hartono, pengaktifan kembali jembatan timbang sangat darurat dilaksanakan. Sebab, sudah 1,5 tahun tidak beroperasi. Pihaknya khawatir jika itu berlangsung terus, bisa mengakibatkan kerusakan jalan dalam jangka panjang.

Kepala Dishub Bojonegoro Iskandar mengatakan, Kemenhub seharusnya segera melakukan pengaktifan kembali jembatan timbang itu. Sehingga, fungsinya bisa dirasakan manfaatnya. “Sebab, tidak beroperasionalnya jembatan itu membuat jalan-jalan rusak,“ jelasnya.

Iskandar menambahkan, pada 2017 lalu, sejumlah fasilitas milik pemkab dan pemprov diambil alih oleh Kemenhub. Namun, dari semua yang diambil alih hanya jembatan timbang itu yang tidak beroperasi.

Baca Juga :  Pembahasan Pendidikan Wawasan Kebangsaan Ibu-ibu di Lokasi

Artikel Terkait

Most Read

Satu Desa Diadukan

Acuannya Jarak Rumah

Dapil Wilayah Utara Dioper

Artikel Terbaru


/