alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Calon Dokter Hewan

SHE – Awal mula bisa memilih kuliah di jurusan kedokteran hewan karena Karina Rachmawati sejujurnya ingin jadi dokter biasa. Namun jujur, perlahan perlu disadari bahwa persaingan tak mudah dan biaya yang tak murah. “Jadi, ketika kelas 1 SMA masih dengan cita-cita yang sama yakni dokter umum. Sampai waktu naik kelas 2 udah mulai panik, karena tahu masuk kuliah kedokteran itu gak gampang, dan sebagainya.

Jadi kelas 2 itu udah mulai ganti-ganti jurusan yang bakal dipilih, dari ingin masuk teknik lingkungan, biologi, rekam medis, DKV, bahkan sempat tertarik kuliah teater juga sempat terbesit. Hingga akhirnya udah dekat mau daftar, tiba-tiba dia asal nyeplos saja mau ke kedokteran hewan. Padahal awalnya bener-benar tidak tahu apa-apa tentang dunia kedokteran hewan, dari situ gadis yang akrab disapa Karina itu mulai cari-cari mengenai prospek kerja, yang bakal dipelajari apa aja. “Pokok nyari info sebanyak banyaknya tentang jurusan ini biar tambah mantapkan hati juga,” ujarnya.

Baca Juga :  Pikap Tabrak Truk Akibat PJU PadamĀ 

Sudah hampir setahun di FKH pun membuka pandangannya lebih luas lagi tentang kedokteran hewan, dan dia juga menyadari bahwa masih ‘sangat’ kurangnya kesadaran masyarakat mengenai dunia kesehatan hewan. Termasuk bojonegoro, Dinda melihat masih kurangnya edukasi mengenai kesehatan hewan, dan bagaimana memanajemen ternak yang baik. “Contohnya cek deh masih banyak masyarakat Bojonegoro yang kandang untuk hewan ternaknya masih campur dengan rumah mereka, (misal di dapur). Padahal itu tidak baik karna banyak penyakit dari hewan yang bisa menular ke manusia begitu juga sebaliknya,” paparnya.

Nah, kelak di Bojonegoro, dia ingin membawa masyarakat bojonegoro untuk lebih sadar akan kesehatan hewan demi kesehatan mereka sendiri melalui profesinya sebagai dokter hewan.  “Hewan juga punya hak yang sama seperti manusia, alangkah lebih baiknya kita saling menghargai hak sesama makhluk hidup, agar sistem kehidupan ini masih terus terjaga dengan teratur.

Baca Juga :  Bentuk Pasukan Elit Macan Ronggolawe Berjaga 24 Jam

SHE – Awal mula bisa memilih kuliah di jurusan kedokteran hewan karena Karina Rachmawati sejujurnya ingin jadi dokter biasa. Namun jujur, perlahan perlu disadari bahwa persaingan tak mudah dan biaya yang tak murah. “Jadi, ketika kelas 1 SMA masih dengan cita-cita yang sama yakni dokter umum. Sampai waktu naik kelas 2 udah mulai panik, karena tahu masuk kuliah kedokteran itu gak gampang, dan sebagainya.

Jadi kelas 2 itu udah mulai ganti-ganti jurusan yang bakal dipilih, dari ingin masuk teknik lingkungan, biologi, rekam medis, DKV, bahkan sempat tertarik kuliah teater juga sempat terbesit. Hingga akhirnya udah dekat mau daftar, tiba-tiba dia asal nyeplos saja mau ke kedokteran hewan. Padahal awalnya bener-benar tidak tahu apa-apa tentang dunia kedokteran hewan, dari situ gadis yang akrab disapa Karina itu mulai cari-cari mengenai prospek kerja, yang bakal dipelajari apa aja. “Pokok nyari info sebanyak banyaknya tentang jurusan ini biar tambah mantapkan hati juga,” ujarnya.

Baca Juga :  Banyak Mimpi yang Ingin Diraih

Sudah hampir setahun di FKH pun membuka pandangannya lebih luas lagi tentang kedokteran hewan, dan dia juga menyadari bahwa masih ‘sangat’ kurangnya kesadaran masyarakat mengenai dunia kesehatan hewan. Termasuk bojonegoro, Dinda melihat masih kurangnya edukasi mengenai kesehatan hewan, dan bagaimana memanajemen ternak yang baik. “Contohnya cek deh masih banyak masyarakat Bojonegoro yang kandang untuk hewan ternaknya masih campur dengan rumah mereka, (misal di dapur). Padahal itu tidak baik karna banyak penyakit dari hewan yang bisa menular ke manusia begitu juga sebaliknya,” paparnya.

Nah, kelak di Bojonegoro, dia ingin membawa masyarakat bojonegoro untuk lebih sadar akan kesehatan hewan demi kesehatan mereka sendiri melalui profesinya sebagai dokter hewan.  “Hewan juga punya hak yang sama seperti manusia, alangkah lebih baiknya kita saling menghargai hak sesama makhluk hidup, agar sistem kehidupan ini masih terus terjaga dengan teratur.

Baca Juga :  Persela Lamongan Jaga Tradisi

Artikel Terkait

Most Read

Deviden untuk Membangun Lamongan

Diserbu Belantik Jakarta dan Bandung

Latih Pengrajin Tikar Pandan

Artikel Terbaru


/