alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Pengajuan Usulan Surat Pindah WNI Meningkat

Radar Lamongan – Warga yang mengurus surat keterangan pindah (SKP) WNI meningkat. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Lamongan mendata seminggu sebelum lebaran, ada 130 pengajuan SKPWNI.

Kepala Disdukcapil Lamongan Sugeng Widodo menjelaskan, 45 pemohon mengajukan pada 6 Mei dan sehari berikutnya ada 66 pemohon. Hingga kini, terdata pengajuan sekitar 130 orang. Menurut dia, usulan itu berkaitan momentum libur Idul Fitri. “Sebenarnya ada yang datang dan pergi, jumlah warga yang mengajukan surat keluar juga banyak,” jelasnya.

Sugeng mengatakan, pemohon surat keluar ada 80 orang. Jumlah itu masih bisa bertambah. Menurut dia, mereka yang keluar dan masuk itu biasanya alasan karena pekerjaan dan keluarga. Rata-rata yang mengajukan keterangan pindah adalah keluarga baru atau pasangan baru.

Baca Juga :  Masjid Darussalam Tiadakan Iktikaf

Sugeng menuturkan, pelayanan administrasi kependudukan hanya libur tiga hari. Setelah itu masyarakat bisa mengajukan pelayanan baik secara online maupun offline. Untuk E-KTP dan KIA, pelayanannya tidak bisa murni online karena harus perekaman dulu. Sedangkan pelayanan lain seperti pembuatan akta, KK, dan lainnya bisa dilakukan secara online.

“Kalau E-KTP sebaiknya langsung datang ke kantor kecamatan atau dinas, karena stok blangko kita banyak, 15 ribu keeping lebih,” jelasnya.

Radar Lamongan – Warga yang mengurus surat keterangan pindah (SKP) WNI meningkat. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Lamongan mendata seminggu sebelum lebaran, ada 130 pengajuan SKPWNI.

Kepala Disdukcapil Lamongan Sugeng Widodo menjelaskan, 45 pemohon mengajukan pada 6 Mei dan sehari berikutnya ada 66 pemohon. Hingga kini, terdata pengajuan sekitar 130 orang. Menurut dia, usulan itu berkaitan momentum libur Idul Fitri. “Sebenarnya ada yang datang dan pergi, jumlah warga yang mengajukan surat keluar juga banyak,” jelasnya.

Sugeng mengatakan, pemohon surat keluar ada 80 orang. Jumlah itu masih bisa bertambah. Menurut dia, mereka yang keluar dan masuk itu biasanya alasan karena pekerjaan dan keluarga. Rata-rata yang mengajukan keterangan pindah adalah keluarga baru atau pasangan baru.

Baca Juga :  Serka Yatiman : Awasi anak-anak dari Bahaya Gadget

Sugeng menuturkan, pelayanan administrasi kependudukan hanya libur tiga hari. Setelah itu masyarakat bisa mengajukan pelayanan baik secara online maupun offline. Untuk E-KTP dan KIA, pelayanannya tidak bisa murni online karena harus perekaman dulu. Sedangkan pelayanan lain seperti pembuatan akta, KK, dan lainnya bisa dilakukan secara online.

“Kalau E-KTP sebaiknya langsung datang ke kantor kecamatan atau dinas, karena stok blangko kita banyak, 15 ribu keeping lebih,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/