alexametrics
29.6 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

40 Desa Berpotensi Kekeringan

KOTA – Sebanyak 40 desa di 10 kecamatan menjadi pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan. Sebab desa-desa itu berpotensi mengalami bencana kekeringan. ‘’Data tersebut berdasar data tahun lalu. Sekarang baru dipetakan. Kita masih melihat berdasar data tahun rabu,’’ kata Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Lamongan, Jannata kepada Jawa Pos Radar Lamongan, rabu (15/5).

Dia menjelaskan, dari 40 desa tersebut dua desa di Kecamatan Sugio paling terdampak tiap tahunnya. Sehingga selalu masuk dalam list dropping air. ‘’Tidak seluruh dusun. Hanya satu dusun di masing-masing desa itu (yang rawan kekeringan,Red). Tapi pendataannya per desa,’’ ujarnya. Meski begitu, lanjut dia, data tersebut masih bisa berubah.

Baca Juga :  Tuntas, Penjurian Mewarnai – Menggambar

Sebab pada beberapa desa terdapat normalisasi waduk, yang berpotensi sebagai menambah cadangan air. ‘’Tapi kita juga menerima laporan ada desa yang tidak masuk data, tapi mengalami kekurangan air karena kondisi tertentu,’’ tukasnya. Menurut dia, meski belum ada laporan kekurangan air, namun BPBD menyiapkan empat armada mobil tanki dengan kapasitas masing-masing 6 ribu liter, beserta petugas lapangannya jika ada permintaan mendadak.

‘’Sudah kita siapkan sejak kemarau ini,’’ imbuhnya. Jannata mengungkapkan, hingga pertengahan bulan ini hanya satu desa yang mengajukan permintaan dropping air melalui kepala desa (kades). Namun pihaknya menekankan, permintaan droping air harus sesuai prosedur. ‘’Permintaan melalui camat.

Kemudian petugas kita akan mengecek ke lapangan,’’ katanya. Dia menambahkan, jika terjadi kemarau panjang, BPBD akan menggandeng pihak swasta, seperti pada 2015. ‘’Kadang warga ingin dikirim tiap hari. Tapi kita terkendala armada dan anggaran, terutama kalau kemarau panjang,’’ tukasnya.

Baca Juga :  SMA-SMK Belum Tentukan Siswa Bisa Daftar SNMPTN

KOTA – Sebanyak 40 desa di 10 kecamatan menjadi pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan. Sebab desa-desa itu berpotensi mengalami bencana kekeringan. ‘’Data tersebut berdasar data tahun lalu. Sekarang baru dipetakan. Kita masih melihat berdasar data tahun rabu,’’ kata Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Lamongan, Jannata kepada Jawa Pos Radar Lamongan, rabu (15/5).

Dia menjelaskan, dari 40 desa tersebut dua desa di Kecamatan Sugio paling terdampak tiap tahunnya. Sehingga selalu masuk dalam list dropping air. ‘’Tidak seluruh dusun. Hanya satu dusun di masing-masing desa itu (yang rawan kekeringan,Red). Tapi pendataannya per desa,’’ ujarnya. Meski begitu, lanjut dia, data tersebut masih bisa berubah.

Baca Juga :  Terus Tingkatkan Pelayanan Untuk Terwujudnya Lamongan Menuju Kejayaan

Sebab pada beberapa desa terdapat normalisasi waduk, yang berpotensi sebagai menambah cadangan air. ‘’Tapi kita juga menerima laporan ada desa yang tidak masuk data, tapi mengalami kekurangan air karena kondisi tertentu,’’ tukasnya. Menurut dia, meski belum ada laporan kekurangan air, namun BPBD menyiapkan empat armada mobil tanki dengan kapasitas masing-masing 6 ribu liter, beserta petugas lapangannya jika ada permintaan mendadak.

‘’Sudah kita siapkan sejak kemarau ini,’’ imbuhnya. Jannata mengungkapkan, hingga pertengahan bulan ini hanya satu desa yang mengajukan permintaan dropping air melalui kepala desa (kades). Namun pihaknya menekankan, permintaan droping air harus sesuai prosedur. ‘’Permintaan melalui camat.

Kemudian petugas kita akan mengecek ke lapangan,’’ katanya. Dia menambahkan, jika terjadi kemarau panjang, BPBD akan menggandeng pihak swasta, seperti pada 2015. ‘’Kadang warga ingin dikirim tiap hari. Tapi kita terkendala armada dan anggaran, terutama kalau kemarau panjang,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Tuntas, Penjurian Mewarnai – Menggambar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/