alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Hilangkan Mental Pegawai, Ajak Putra Putri Desa Kedungadem Jadi Bos

Radar Bojonegoro – Mahasiswa Universitas Muhammdiah Malang (UMM) yang sedang melaksanakan program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) gelombang 4 kelompok 3, memberikan edukasi dalam menciptakan produk yang sangat mudah dan dapat menumbuhkan kemandirian ekonomi di usia dini.

Alifia Febrianisa, Mahasiswa Universitas Muhammadiah Malang yang juga peserta kegiatan PMM gelombang 4 kelompok 3 tahun 2021, mengatakan, kelompoknya yang sedang melaksanakan PMM memilih Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menjadi lokasi utama edukasi serta menjadi target utama dalam menumbuhkan minat berwirausaha pemuda di era new normal ini. “Kegiatan ini merupakan wujud pengabdian kami dalam menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini,” ujarnya.

Koordinator Tim PMM, El Shinta, mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya untuk menciptakan generasi muda yang mandiri dan sebagai awal untuk memulai sebuah bisnis yang bisa memanfaatkan sumber daya yang ada di Desa Kedungadem ini, sisanya mereka boleh berinovasi dengan bebas. “Meningkatnya angka pengangguran di Indonesia terutama di Jawa Timur, maka dalam hal ini lah yang menjadi alasan kami untuk mengabdikan diri kami untuk masyarakat terutama kaum pemuda” Ujarnya El Shinta.

Baca Juga :  Ismail Fahmi, Kuliah di Belanda Bikin Aplikasi Pemburu Sumber Hoaks

Diakuinya, pengurangan pegawai oleh kebanyakan perusahaan yang secara terpaksa harus mem-PHK sebagian pegawainya demi mencegah angka penyebaran dari COVID-19 menjadikan para kepala keluarga terpaksa harus mencari lowongan pekerjaan dalam waktu yang singkat.

“Materi edukasi yang akan disampaikan antara lain memberikan motivasi serta memberikan tips yang efektif dari orang-orang yang telah sukses mengawali bisnis,membimbing anak-anak desa memebuat produk dan membuat toko online serta membuat Brand yang salah satunya yaitu membuat masker wajah untuk kecantikan yang berbahan dasar dari mata pencaharian mayoritas di Desa Kedungadem yaitu berkebun atau bertani beras sebagai gambaran awal berwirausaha dengan membuat masker wajah untuk kecantikan,” tuturnya.

Dibawah binaan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Sugeng Winarno S. Sos.,M.A, kelompok PMM ini mengangkat tema kewirausahaan dengan membantu membuat brand atau produk seperti membuat produk kecantikan yang alami dan menyehatkan kulit.

Baca Juga :  18 Desa Dilanda Banjir, Perhutani Akui Kondisi Hutan Buruk

Selain mengangkat tema kewirausahaan di era New Normal sejak usia dini, program kerja yang akan dilakukan yaitu mengajak UMKM di Desa Kedungadem yang berhenti beroperasi, untuk bangkit dengan membantu memasarkan produk mereka secara online dan offline.

Ini menjadi salah satu kegiatan guna mewujudkan kemajuan UMKM. Tidak hanya itu, PMM UMM kelompok 3 gelombang 4 juga mengadakan kegiatan bimbingan belajar tahfidz untuk para penghafal Al-Quran di Desa Kedungadem sebagai wujud menyambut datang nya bulan Ramadhan serta sebagai wujud Fastabiqul Khairat yang akan mengiringi selama satu bulan Ramadhan. Dan juga mendukung kegiatan belajar tahfidz ini dengan menyumbangkan Al-Quran baru untuk para tahdfidz.

Radar Bojonegoro – Mahasiswa Universitas Muhammdiah Malang (UMM) yang sedang melaksanakan program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) gelombang 4 kelompok 3, memberikan edukasi dalam menciptakan produk yang sangat mudah dan dapat menumbuhkan kemandirian ekonomi di usia dini.

Alifia Febrianisa, Mahasiswa Universitas Muhammadiah Malang yang juga peserta kegiatan PMM gelombang 4 kelompok 3 tahun 2021, mengatakan, kelompoknya yang sedang melaksanakan PMM memilih Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menjadi lokasi utama edukasi serta menjadi target utama dalam menumbuhkan minat berwirausaha pemuda di era new normal ini. “Kegiatan ini merupakan wujud pengabdian kami dalam menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini,” ujarnya.

Koordinator Tim PMM, El Shinta, mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya untuk menciptakan generasi muda yang mandiri dan sebagai awal untuk memulai sebuah bisnis yang bisa memanfaatkan sumber daya yang ada di Desa Kedungadem ini, sisanya mereka boleh berinovasi dengan bebas. “Meningkatnya angka pengangguran di Indonesia terutama di Jawa Timur, maka dalam hal ini lah yang menjadi alasan kami untuk mengabdikan diri kami untuk masyarakat terutama kaum pemuda” Ujarnya El Shinta.

Baca Juga :  Komisioner dan Staf KPUK Tuban Diduga Terpapar Covid-19

Diakuinya, pengurangan pegawai oleh kebanyakan perusahaan yang secara terpaksa harus mem-PHK sebagian pegawainya demi mencegah angka penyebaran dari COVID-19 menjadikan para kepala keluarga terpaksa harus mencari lowongan pekerjaan dalam waktu yang singkat.

“Materi edukasi yang akan disampaikan antara lain memberikan motivasi serta memberikan tips yang efektif dari orang-orang yang telah sukses mengawali bisnis,membimbing anak-anak desa memebuat produk dan membuat toko online serta membuat Brand yang salah satunya yaitu membuat masker wajah untuk kecantikan yang berbahan dasar dari mata pencaharian mayoritas di Desa Kedungadem yaitu berkebun atau bertani beras sebagai gambaran awal berwirausaha dengan membuat masker wajah untuk kecantikan,” tuturnya.

Dibawah binaan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Sugeng Winarno S. Sos.,M.A, kelompok PMM ini mengangkat tema kewirausahaan dengan membantu membuat brand atau produk seperti membuat produk kecantikan yang alami dan menyehatkan kulit.

Baca Juga :  Ajang Kreasi, Kreativitas, Inovasi, dan Edukasi

Selain mengangkat tema kewirausahaan di era New Normal sejak usia dini, program kerja yang akan dilakukan yaitu mengajak UMKM di Desa Kedungadem yang berhenti beroperasi, untuk bangkit dengan membantu memasarkan produk mereka secara online dan offline.

Ini menjadi salah satu kegiatan guna mewujudkan kemajuan UMKM. Tidak hanya itu, PMM UMM kelompok 3 gelombang 4 juga mengadakan kegiatan bimbingan belajar tahfidz untuk para penghafal Al-Quran di Desa Kedungadem sebagai wujud menyambut datang nya bulan Ramadhan serta sebagai wujud Fastabiqul Khairat yang akan mengiringi selama satu bulan Ramadhan. Dan juga mendukung kegiatan belajar tahfidz ini dengan menyumbangkan Al-Quran baru untuk para tahdfidz.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/