alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Operasional Jembatan Timbang Belum Jelas

KOTA – Harapan mengurangi kerusakan jalan nasional Lamongan-Babat dengan penertiban pelanggaran tonase kendaraan berat tampaknya masih belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Sebab pengaktifan kembali jembatan timbang Lamongan belum jelas. ‘’Menjelang lebaran ini dipastikan masih non aktif,’’ kata Kepala Balai Penggelola Transportasi Darat Kementrian Perhubungan (BPTD) wilayah XI Jawa Timur, Ahmadi senin (16/4). Dia mengungkapkan, dalam rapat terakhir pengaktifan jembatan timbang tersebut belum ada penetapan waktunya.

Karena akan dilakukan perbaikan mesin dulu. Sehingga masih menunggu rapat selanjutnya. ‘’Rencana terakhir, akan dilakukan penggantian mesin timbangan dulu yang lebih bagus dari pusat,’’ ucapnya saat dikonfirmasi melalui ponsel. Menurut dia, perbaikan mesin itu pun juga belum bisa dipastikan. Karena kewenangannya dari pusat. Mesin diperbaiki atau diganti juga belum diketahui.

Baca Juga :  Enam Pendonor Plasma Konvalesen Penuhi Syarat

‘’Kalau ada kabar lagi pastinya akan saya kasih tahu,’’ tukasnya. Kanit Turjawali Polres Lamongan, Ipda Purnomo menegaskan, penutupan jembatan timbang di wilayah Desa Deket Kulon Kecamatan Deket itu dipastikan sangat berpengaruh terhadap kondisi jalan. Karena sangat banyak truk bermuatan barang melebihi tonase. Dibuktikan dengan banyak truk yang mengalami per patah atau bagian lainnya yang rusak akibat muatannya melebihi ketentuan.

Hal itu juga sebagai penyebab meningkatnya angka kecelakaan di jalan raya, termasuk membuat infrastruktur jalan cepat rusak. ‘’Jalan yang batas waktu perbaikannya tiga tahun, karena banyak kendaraan melanggar tonase sehingga baru satu tahun atau lebih sudah rusak,’’ tukasnya. Karena itu dia berharap jembatan timbang bisa beroperasi dalam waktu dekat. Sehingga kalau ada kendaraan melebihi tonase, bisa diturunkan muatannya di tengah jalan. ‘’Untuk truk, meskipun sudah uji kir setiap enam bulan sekali, namun tetap cepat rusak atau tak berfungsi normal, karena muatan tak beraturan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Angger Bilal Prakoso, Pelatih Cabor Rugby sekaligus Anggar

KOTA – Harapan mengurangi kerusakan jalan nasional Lamongan-Babat dengan penertiban pelanggaran tonase kendaraan berat tampaknya masih belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Sebab pengaktifan kembali jembatan timbang Lamongan belum jelas. ‘’Menjelang lebaran ini dipastikan masih non aktif,’’ kata Kepala Balai Penggelola Transportasi Darat Kementrian Perhubungan (BPTD) wilayah XI Jawa Timur, Ahmadi senin (16/4). Dia mengungkapkan, dalam rapat terakhir pengaktifan jembatan timbang tersebut belum ada penetapan waktunya.

Karena akan dilakukan perbaikan mesin dulu. Sehingga masih menunggu rapat selanjutnya. ‘’Rencana terakhir, akan dilakukan penggantian mesin timbangan dulu yang lebih bagus dari pusat,’’ ucapnya saat dikonfirmasi melalui ponsel. Menurut dia, perbaikan mesin itu pun juga belum bisa dipastikan. Karena kewenangannya dari pusat. Mesin diperbaiki atau diganti juga belum diketahui.

Baca Juga :  Belum Terkonsep, Pemasangan Baliho Semrawut

‘’Kalau ada kabar lagi pastinya akan saya kasih tahu,’’ tukasnya. Kanit Turjawali Polres Lamongan, Ipda Purnomo menegaskan, penutupan jembatan timbang di wilayah Desa Deket Kulon Kecamatan Deket itu dipastikan sangat berpengaruh terhadap kondisi jalan. Karena sangat banyak truk bermuatan barang melebihi tonase. Dibuktikan dengan banyak truk yang mengalami per patah atau bagian lainnya yang rusak akibat muatannya melebihi ketentuan.

Hal itu juga sebagai penyebab meningkatnya angka kecelakaan di jalan raya, termasuk membuat infrastruktur jalan cepat rusak. ‘’Jalan yang batas waktu perbaikannya tiga tahun, karena banyak kendaraan melanggar tonase sehingga baru satu tahun atau lebih sudah rusak,’’ tukasnya. Karena itu dia berharap jembatan timbang bisa beroperasi dalam waktu dekat. Sehingga kalau ada kendaraan melebihi tonase, bisa diturunkan muatannya di tengah jalan. ‘’Untuk truk, meskipun sudah uji kir setiap enam bulan sekali, namun tetap cepat rusak atau tak berfungsi normal, karena muatan tak beraturan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Enam Pendonor Plasma Konvalesen Penuhi Syarat

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/