alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Epilepsi Kambuh, Tewas Tercebur Sungai

GLAGAH – Sukimah, warga Desa Bapobandung Kecamatan Glagah Minggu (15/4) sore meninggal dunia. Tewasnya nenek 50 tahun tersebut akibat tercebur sungai. ‘’Korban ditemukan di dalam sungai dengan kondisi sudah tidak bernyawa,’’ kata Kapolsek Glagah, AKP Kosim senin (16/4). Dia mengungkapkan, menurut saksi mata, sebelumnya korban terlihat duduk santai di samping rumahnya usai mandi di tambak. Namun tiba – tiba dia berdiri dan kejang – kejang.

Seorang tetangganya, Rosita,34, mengetahui korban kejang hingga tergeletak di samping rumahnya. Kemudian korban terjebur di sungai di samping rumahnya. ‘’Beberapa orang berdatangan membantu mencari korban,’’ ujarnya Korban ditemukan sekitar empat meter dari tempat awal terjeburnya, dengan kedalaman air sekitar dua meter dan sudah tidak bernyawa. Korban memang sering mengalami kejang. Sempat tertolong hingga dibawa ke dokter. Namun belum sembuh.

Baca Juga :  Jalan Sehat Telkomsel 4G LTE Bersama Bupati Lamongan

‘’ Korban terkena penyakit epilepsi dan sering kambuh setiap saat serta dimana pun,’’ kata mantan Kasat Sabhara Polres Lamongan itu. Menurut dia, jenasah korban sudah dilakukan pemeriksaan tim medis dari puskesmas setempat. Tidak ditemukan luka bekas penganiayaan atau yang lainnya. Sehingga dinyatakan murni meninggal dunia tenggelam di sungai. ‘’Orang yang mempunyai riwayat penyakit seperi itu sangat rawan kambuh setiap saat, sehingga berbahaya kalau tidak cepat tertolong serta dibawa ke rumah sakit,’’ tukasnya.

GLAGAH – Sukimah, warga Desa Bapobandung Kecamatan Glagah Minggu (15/4) sore meninggal dunia. Tewasnya nenek 50 tahun tersebut akibat tercebur sungai. ‘’Korban ditemukan di dalam sungai dengan kondisi sudah tidak bernyawa,’’ kata Kapolsek Glagah, AKP Kosim senin (16/4). Dia mengungkapkan, menurut saksi mata, sebelumnya korban terlihat duduk santai di samping rumahnya usai mandi di tambak. Namun tiba – tiba dia berdiri dan kejang – kejang.

Seorang tetangganya, Rosita,34, mengetahui korban kejang hingga tergeletak di samping rumahnya. Kemudian korban terjebur di sungai di samping rumahnya. ‘’Beberapa orang berdatangan membantu mencari korban,’’ ujarnya Korban ditemukan sekitar empat meter dari tempat awal terjeburnya, dengan kedalaman air sekitar dua meter dan sudah tidak bernyawa. Korban memang sering mengalami kejang. Sempat tertolong hingga dibawa ke dokter. Namun belum sembuh.

Baca Juga :  Bayi 18 Bulan Tewas Tenggelam di Kali

‘’ Korban terkena penyakit epilepsi dan sering kambuh setiap saat serta dimana pun,’’ kata mantan Kasat Sabhara Polres Lamongan itu. Menurut dia, jenasah korban sudah dilakukan pemeriksaan tim medis dari puskesmas setempat. Tidak ditemukan luka bekas penganiayaan atau yang lainnya. Sehingga dinyatakan murni meninggal dunia tenggelam di sungai. ‘’Orang yang mempunyai riwayat penyakit seperi itu sangat rawan kambuh setiap saat, sehingga berbahaya kalau tidak cepat tertolong serta dibawa ke rumah sakit,’’ tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/