alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Segera Lelang Ulang Trotoar Gajahmada

Radar Bojonegoro – Proyek trotoar Jalan Gajahmada segera dilelang ulang. Rencananya, minggu ini paket proyek senilai Rp 1,1 miliar itu segera diluncurkan di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Diperkirakan, peminatnya cukup banyak. DPRD berharap kelompok kerja (pokja) lelang benar-benar melakukan evaluasi kewajaran harga.

Kabid Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Hari Prasetyo mengatakan, paket proyek trotoar Jalan Gajah mada sudah diserahkan lagi ke bagian pengadaan barang dan jasa (BPBJ). Dalam waktu dekat paket proyek itu akan dilelang ulang. ‘’Sudah kami serahkan. Dalam waktu dekat akan dilalang lagi,’’ jelasnya.

Hari melanjutkan, pagu anggaran untuk proyek itu tidak berubah, tetap Rp 1,1 miliar. Spesifikasinya juga sama. ‘’Masih tetap. Tidak berubah,’’ tandasnya. Menurut Hary Pras, proyek trotoar Jalan Gajahmada awalnya diluncurkan di LPSE Januari lalu. Jumlah peserta yang ikut lelang mencapai 300 kontraktor. Dari jumlah itu ada 91 kontraktor yang menawar. Semuanya dengan harga yang kompetitif dengan penurunan yang cukup banyak.

Baca Juga :  Penetapan Tunggu Pemberitahuan MK

Banyaknya peserta lelang membuat akun LPSE eror. Pokja BPBJ tidak bisa mengakses lelang itu. Sehingga, belum bisa diverifikasi. DPKCK dan BPBJ memutuskan untuk membatalkan lelangnya. Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdullah Umar menjelaskan, belum banyaknya lelang di daerah lain membuat proyek-proyek di Bojonegoro diserbu banyak kontraktor. Baik dari dalam maupun luar Bojonegoro.

Kondisi ini tentu membuat persaingan semakin ketat. Namun, Umar meminta pokja BPBJ benar-benar melakukan verifikasi. Sehingga, para pemenang lelang itu benar-benar memenuhi kualifikasi untuk menang.

‘’Intinya pokja BPBJ jangan main-main. Kalau menang ya memang sudah memenuhi kualifikasi,’’ katanya terpisah. Umar menjelaskan, tahun lalu Komisi D DPRD menerima banyak pengaduan terkait masalah seperti itu. Para peserta lelang yang kalah mengadu kemanamana, termasuk ke DPRD. ‘’Kami akan menerima pengaduan seperti itu. Kami akan panggil pokja BPBJ untuk dilakukan evaluasi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Masih Ada 11 Ribu Rumah Tak Layak Huni, Target Tuntas di 2023

Radar Bojonegoro – Proyek trotoar Jalan Gajahmada segera dilelang ulang. Rencananya, minggu ini paket proyek senilai Rp 1,1 miliar itu segera diluncurkan di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Diperkirakan, peminatnya cukup banyak. DPRD berharap kelompok kerja (pokja) lelang benar-benar melakukan evaluasi kewajaran harga.

Kabid Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Hari Prasetyo mengatakan, paket proyek trotoar Jalan Gajah mada sudah diserahkan lagi ke bagian pengadaan barang dan jasa (BPBJ). Dalam waktu dekat paket proyek itu akan dilelang ulang. ‘’Sudah kami serahkan. Dalam waktu dekat akan dilalang lagi,’’ jelasnya.

Hari melanjutkan, pagu anggaran untuk proyek itu tidak berubah, tetap Rp 1,1 miliar. Spesifikasinya juga sama. ‘’Masih tetap. Tidak berubah,’’ tandasnya. Menurut Hary Pras, proyek trotoar Jalan Gajahmada awalnya diluncurkan di LPSE Januari lalu. Jumlah peserta yang ikut lelang mencapai 300 kontraktor. Dari jumlah itu ada 91 kontraktor yang menawar. Semuanya dengan harga yang kompetitif dengan penurunan yang cukup banyak.

Baca Juga :  Cerita Proses Pembuatan Buku Tadarus Sang Begawan

Banyaknya peserta lelang membuat akun LPSE eror. Pokja BPBJ tidak bisa mengakses lelang itu. Sehingga, belum bisa diverifikasi. DPKCK dan BPBJ memutuskan untuk membatalkan lelangnya. Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdullah Umar menjelaskan, belum banyaknya lelang di daerah lain membuat proyek-proyek di Bojonegoro diserbu banyak kontraktor. Baik dari dalam maupun luar Bojonegoro.

Kondisi ini tentu membuat persaingan semakin ketat. Namun, Umar meminta pokja BPBJ benar-benar melakukan verifikasi. Sehingga, para pemenang lelang itu benar-benar memenuhi kualifikasi untuk menang.

‘’Intinya pokja BPBJ jangan main-main. Kalau menang ya memang sudah memenuhi kualifikasi,’’ katanya terpisah. Umar menjelaskan, tahun lalu Komisi D DPRD menerima banyak pengaduan terkait masalah seperti itu. Para peserta lelang yang kalah mengadu kemanamana, termasuk ke DPRD. ‘’Kami akan menerima pengaduan seperti itu. Kami akan panggil pokja BPBJ untuk dilakukan evaluasi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Masih Ada 11 Ribu Rumah Tak Layak Huni, Target Tuntas di 2023

Artikel Terkait

Most Read

Masa Pantau Atlet Diperpanjang 

Jalani Refresh Training

Rekom Gubernur Belum Turun

Artikel Terbaru


/