alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Dampak Banjir, Beras Tak Berkualitas

BOJONEGORO – Dampak banjir beberapa waktu lalu masih menyisakan duka bagi petani di Kecamatan Kalitidu dan Trucuk. Sebab, beras yang dihasilkan dari panen dini yang sebelumnya terendam itu, kualitasnya buruk.

Kondisi tersebut, membuat harga jual beras anjlok. Beras sebelumnya Rp 8.500 atau Rp 9.500 per kilogram. Karena terendam banjir, harga beras sekitar Rp 7.500 hingga Rp 7.700 per kilogram. ‘’Kulitasnya beras setelah banjir buruk, tentu berdampak terhadap harga,’’ kata Anang, 37, salah satu pedagang beras di Pasar Beras Kelurahan Banjarejo, ditemui Jumat (15/3) lalu.

Dia menuturkan, harga beras sebenarnya tidak mengalami penurunan. Asalkan kualitas berasnya bagus. Namun, penurunan itu karena beras terdampak banjir itu warna menguning dan campur hitam. Selain kualitas, penyerapan beras di pasaran atau konsumen juga seret. Bahkan, Bulog pun juga tidak banyak menyerap.

Baca Juga :  SMPN 2 Bojonegoro The Real Victory

Jika beras yang kondisinya bagus, yaitu utuh dan putih. Harganya normal di atas Rp 8.000 per kilogram. Namun, karena hasil panen dari daerah terkena banjir itu, kualitas berasnya buruk. Maka, harganya juga murah. ‘’Karena penjualannya juga sulit,’’ imbuhnya.

Untuk beras bagus, dia bisa menjual ke luar kota dan Bulog Bojonegoro. Namun, karena kualitasnya buruk, beberapa pengusaha enggan membelinya, apalagi dalam jumlah yang cukup besar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Bojonegoro Agus Haryana memastikan harga beras tidak mengalami penurunan signifikan. Sebaliknya, jika terjadi penurunan harga, karena adanya panen raya dan kualitas berasnya.

BOJONEGORO – Dampak banjir beberapa waktu lalu masih menyisakan duka bagi petani di Kecamatan Kalitidu dan Trucuk. Sebab, beras yang dihasilkan dari panen dini yang sebelumnya terendam itu, kualitasnya buruk.

Kondisi tersebut, membuat harga jual beras anjlok. Beras sebelumnya Rp 8.500 atau Rp 9.500 per kilogram. Karena terendam banjir, harga beras sekitar Rp 7.500 hingga Rp 7.700 per kilogram. ‘’Kulitasnya beras setelah banjir buruk, tentu berdampak terhadap harga,’’ kata Anang, 37, salah satu pedagang beras di Pasar Beras Kelurahan Banjarejo, ditemui Jumat (15/3) lalu.

Dia menuturkan, harga beras sebenarnya tidak mengalami penurunan. Asalkan kualitas berasnya bagus. Namun, penurunan itu karena beras terdampak banjir itu warna menguning dan campur hitam. Selain kualitas, penyerapan beras di pasaran atau konsumen juga seret. Bahkan, Bulog pun juga tidak banyak menyerap.

Baca Juga :  Meningkat, Nikah Dini Membuka Pintu Sejahtera atau Jurang Perceraian?

Jika beras yang kondisinya bagus, yaitu utuh dan putih. Harganya normal di atas Rp 8.000 per kilogram. Namun, karena hasil panen dari daerah terkena banjir itu, kualitas berasnya buruk. Maka, harganya juga murah. ‘’Karena penjualannya juga sulit,’’ imbuhnya.

Untuk beras bagus, dia bisa menjual ke luar kota dan Bulog Bojonegoro. Namun, karena kualitasnya buruk, beberapa pengusaha enggan membelinya, apalagi dalam jumlah yang cukup besar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Bojonegoro Agus Haryana memastikan harga beras tidak mengalami penurunan signifikan. Sebaliknya, jika terjadi penurunan harga, karena adanya panen raya dan kualitas berasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/