alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Tujuh Camat Belum Tuntas Bina Pencairan ADD

TUBAN – Upaya mempercepat pencairan alokasi dana desa (ADD) tidak lepas dari peran camat dan tim asistensi kecamatan dalam melakukan pembinaan. Semakin maksimal camat dalam melakukan pembinaan, maka semakin cepat pula proses pencairan ADD.

Artinya, kinerja masing-masing camat bisa dilihat dari tuntasnya proses pencairan ADD di wilayah yang dipimpinnya. Semakin cepat tuntas, maka kinerja camat bisa dinilai cukup bagus. Begitu juga sebaliknya.

Berdasar data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, hingga hari aktif Kamis (15/2) lalu, masih 24 desa dari 7 kecamatan yang belum melakukan pencairan ADD tahap pertama.

Tujuh kecamatan tersebut, Kenduruan (6 desa), Kerek (2 desa), Soko (1 desa), Jenu (2 desa), Merakurak (2 desa), Plumpang (7 desa), dan Palang (4 desa).

Baca Juga :  Polisi Ikutan Pantau Harga Sembako

Jika dilihat persentase jumlah desa, Kenduruan tercatat sebagai kecamatan yang desanya paling banyak belum mencairkan.

  Pasalnya, dari 9 desa, baru, 3 desa yang tuntas dalam pencairan alokasi dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tersebut.

Sementara untuk Plumpang, meski terbilang jumlah desanya paling banyak, namun jika dilihat dari angka keseluruhan desa yang mencapai 18 desa, maka persentasenya masih di bawah Kenduruan.

Camat Kenduruan Hendro Basuki membenarkan masih 6 desa yang belum melakukan pencairan ADD tersebut. Namun demikian, Hendro menargetkan Senin (19/2) semuanya harus sudah tuntas.

‘’Semua persyaratan pencairan sudah dicek tim asistensi dan dinyatakan lengkap. Senin diajukan,’’ tegas dia.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa, dan Keluarga Berencana (Dispemaspemdes KB) Tuban Anto Wahyudi membenarkan masih 24 desa dari 7 kecamatan yang tak kunjung mengirim berkas pencairan.

Baca Juga :  Suplemen Tulang Mengandung DNA Babi, Hoax atau Fakta?

Hanya, Anto enggan menyebut bahwa lambannya desa dalam melakukan pencairan ADD itu sejalan dengan kinerja camat dalam melakukan pembinaan.

‘’Kita (bapemaspemdes KB, Red) sifatnya koordinasi dengan kecamatan. Harapannya, masing-masing desa bisa segera melakukan pencairan,’’ ujar dia. 

Anto lebih lanjut mengatakan, sisa 24 desa dari 7 kecamatan yang belum melakukan pencairan itu harus tuntas sebelum akhir Februari.

Dengan begitu, kegiatan operasional desa dan penghasilan tetap (siltap) kepala desa serta perangkatnya segera terbayar. Sebab, sebagian dari dana ADD untuk gaji kepala desa dan perangkatnya. ‘’Semakin cepat semakin baik,’’ tegas dia.

TUBAN – Upaya mempercepat pencairan alokasi dana desa (ADD) tidak lepas dari peran camat dan tim asistensi kecamatan dalam melakukan pembinaan. Semakin maksimal camat dalam melakukan pembinaan, maka semakin cepat pula proses pencairan ADD.

Artinya, kinerja masing-masing camat bisa dilihat dari tuntasnya proses pencairan ADD di wilayah yang dipimpinnya. Semakin cepat tuntas, maka kinerja camat bisa dinilai cukup bagus. Begitu juga sebaliknya.

Berdasar data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, hingga hari aktif Kamis (15/2) lalu, masih 24 desa dari 7 kecamatan yang belum melakukan pencairan ADD tahap pertama.

Tujuh kecamatan tersebut, Kenduruan (6 desa), Kerek (2 desa), Soko (1 desa), Jenu (2 desa), Merakurak (2 desa), Plumpang (7 desa), dan Palang (4 desa).

Baca Juga :  Pengacara Supi Siapkan Pledoi Terbaik

Jika dilihat persentase jumlah desa, Kenduruan tercatat sebagai kecamatan yang desanya paling banyak belum mencairkan.

  Pasalnya, dari 9 desa, baru, 3 desa yang tuntas dalam pencairan alokasi dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tersebut.

Sementara untuk Plumpang, meski terbilang jumlah desanya paling banyak, namun jika dilihat dari angka keseluruhan desa yang mencapai 18 desa, maka persentasenya masih di bawah Kenduruan.

Camat Kenduruan Hendro Basuki membenarkan masih 6 desa yang belum melakukan pencairan ADD tersebut. Namun demikian, Hendro menargetkan Senin (19/2) semuanya harus sudah tuntas.

‘’Semua persyaratan pencairan sudah dicek tim asistensi dan dinyatakan lengkap. Senin diajukan,’’ tegas dia.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa, dan Keluarga Berencana (Dispemaspemdes KB) Tuban Anto Wahyudi membenarkan masih 24 desa dari 7 kecamatan yang tak kunjung mengirim berkas pencairan.

Baca Juga :  Dilarang Duduki Jabatan Strategis

Hanya, Anto enggan menyebut bahwa lambannya desa dalam melakukan pencairan ADD itu sejalan dengan kinerja camat dalam melakukan pembinaan.

‘’Kita (bapemaspemdes KB, Red) sifatnya koordinasi dengan kecamatan. Harapannya, masing-masing desa bisa segera melakukan pencairan,’’ ujar dia. 

Anto lebih lanjut mengatakan, sisa 24 desa dari 7 kecamatan yang belum melakukan pencairan itu harus tuntas sebelum akhir Februari.

Dengan begitu, kegiatan operasional desa dan penghasilan tetap (siltap) kepala desa serta perangkatnya segera terbayar. Sebab, sebagian dari dana ADD untuk gaji kepala desa dan perangkatnya. ‘’Semakin cepat semakin baik,’’ tegas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/