alexametrics
27.7 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

PAD Tower Turun 50 Persen

LAMONGAN – Pendapatan asli daerah (PAD)  dari retribusi tower bakal berkurang.  Jika tahun lalu targetnya Rp 1,2 miliar, maka tahun ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) hanya memasang target Rp 540 juta.  

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)  Lamongan, Hery Pranoto, mengatakan, usulan PAD dilakukan masing-masing organisasi pemerintah daerah (OPD). 

Bapenda hanya menampung sebelum disahkan dalam APBD.  Jika pendapatannya tidak besar,  maka belanja juga harus menyesuaikan.  ‘’Agar tidak timbul utang nantinya,’’ ujarnya.  

Pendapatan retribusi tower,  lanjut Hery, tahun lalu targetnya terpenuhi.  Terkait penurunan target, menjadi kewenangan dinas terkait. 

Sementara itu,  Kepala Bidang Pengendalian Menara DPMPTS Lamongan, Edi, mengatakan,  target PAD tower memang diturunkan.  Alasannya, mengacu pada potensi menara dan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)  tahun lalu.  

Baca Juga :  371 Anak Lolos Vaksinasi Difteri

Penerimaan daerah dari hasil retribusi tower targetnya bukan Rp 1 miliar, tapi sekitar Rp 500 juta.  Semua itu sudah ada peraturan dari Menteri Keuangan  jika ada toleransi bagi pemilik tower/provider dalam melaporkan fungsinya.  

Edi menjelaskan,  selama ini petugas pengawas pengendali menara melakukan croscheck lapangan selama tiga bulan sekali.  Sedangkan pemerintah melalui dirjen pajak hanya memberlakukan dua kali selama satu tahun. 

Karena itu,  pendapatan daerah dari retribusi tower harus diturunkan.  ‘’Sebelumnya besar karena satu tahun empat kali ke lapangan,’’ jelasnya.  

Karena pengendalian menara tahun ini hanya dilakukan sebanyak dua kali, maka masing-masing tower akan menyumbang Rp 2 juta dalam satu tahun. 

Dia menambahkan, dari 206 tower di Lamongan, akan dilakukan koordinasi lagi dengan provider untuk memastikan tower tersebut masih aktif.

Baca Juga :  Perbaiki Jalan Poros, Desa Gelontor Dana Hingga Rp 41 M 

Sebab,  beberapa provider sudah menggabung jadi satu dalam PT  Tower bersama.  ‘’Jadi biar jelas jumlahnya berapa,  Maret kita turun lapangan,’’ katanya. 

LAMONGAN – Pendapatan asli daerah (PAD)  dari retribusi tower bakal berkurang.  Jika tahun lalu targetnya Rp 1,2 miliar, maka tahun ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) hanya memasang target Rp 540 juta.  

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)  Lamongan, Hery Pranoto, mengatakan, usulan PAD dilakukan masing-masing organisasi pemerintah daerah (OPD). 

Bapenda hanya menampung sebelum disahkan dalam APBD.  Jika pendapatannya tidak besar,  maka belanja juga harus menyesuaikan.  ‘’Agar tidak timbul utang nantinya,’’ ujarnya.  

Pendapatan retribusi tower,  lanjut Hery, tahun lalu targetnya terpenuhi.  Terkait penurunan target, menjadi kewenangan dinas terkait. 

Sementara itu,  Kepala Bidang Pengendalian Menara DPMPTS Lamongan, Edi, mengatakan,  target PAD tower memang diturunkan.  Alasannya, mengacu pada potensi menara dan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)  tahun lalu.  

Baca Juga :  371 Anak Lolos Vaksinasi Difteri

Penerimaan daerah dari hasil retribusi tower targetnya bukan Rp 1 miliar, tapi sekitar Rp 500 juta.  Semua itu sudah ada peraturan dari Menteri Keuangan  jika ada toleransi bagi pemilik tower/provider dalam melaporkan fungsinya.  

Edi menjelaskan,  selama ini petugas pengawas pengendali menara melakukan croscheck lapangan selama tiga bulan sekali.  Sedangkan pemerintah melalui dirjen pajak hanya memberlakukan dua kali selama satu tahun. 

Karena itu,  pendapatan daerah dari retribusi tower harus diturunkan.  ‘’Sebelumnya besar karena satu tahun empat kali ke lapangan,’’ jelasnya.  

Karena pengendalian menara tahun ini hanya dilakukan sebanyak dua kali, maka masing-masing tower akan menyumbang Rp 2 juta dalam satu tahun. 

Dia menambahkan, dari 206 tower di Lamongan, akan dilakukan koordinasi lagi dengan provider untuk memastikan tower tersebut masih aktif.

Baca Juga :  57 Pendaftar Berebut Lima Jabatan KPUK

Sebab,  beberapa provider sudah menggabung jadi satu dalam PT  Tower bersama.  ‘’Jadi biar jelas jumlahnya berapa,  Maret kita turun lapangan,’’ katanya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/