alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Membaca Tahun Politik di Tahun Bershio Anjing Kayu

FEATURES – Kejahatan yang Berhubungan dengan Ucapan Banyak Terjadi Dalam penanggalan Tiongkok, 2569 atau tahun masehi 2018 bershio anjing kayu. Berikut prediksi kondisi di tahun tersebut berdasar penuturan Kwee Kok Djiang dan Tan Swie Liem, dua pembaca jiamsi di Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban. 

Setelah menaruh tas ranselnya, Kwee Kok Djiang alias Hendra Susanto menyilakan Jawa Pos Radar Tuban duduk di kursi.

Menjelang dan memasuki tahun baru Imlek,  pria 70 tahun ini banyak ditunggu etnis Tionghoa yang menanyakan seputar penanggalan baru Imlek.

Karena itulah, sebelum banyak tamu datang, wartawan koran ini sengaja menunggu di ruang jiamsi  TITD Kwan Sing Bio Tuban, ruang kerjanya. 

Nama Kok Djiang tidak asing bagi umat atau pengunjung yang ingin membaca jiamsi di kelenteng Tuban tersebut. Jiamsi adalah  terjemahan syair-syair sejarah Tiongkok yang dikaitkan dengan penanggalan dan ramalan.

Djiang mengatakan, kemarin (16/2) adalah hari pertama tahun 2569 dalam penanggalan Tiongkok. Shionya anjing kayu. Berdasar sifatnya, terang dia, anjing merupakan hewan yang suka menggongong.

Dapat diartikan, pada tahun ini akan bermunculan orang-orang yang banyak berbicara. Adakah kaitannya dengan aktivitas juru kampanye di tahun politik ini? Djiang tidak memberi jawaban pasti.

Baca Juga :  Elevasi Tinggi Muka Air Bengawan Solo Terus Naik

‘’Yang jelas, tahun ini akan bermunculan orang-orang yang banyak omong,’’ ujar pria yang tinggal di Jalan Basuki Rachmad, Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban itu.

Karena elemennya kayu yang sifatnya teduh, kata Djang, tahun ini bakal lebih damai dari tahun sebelumnya yang berelemen api. 

Di tahun ini, ungkap dia, diprediksi tidak ada permasalahan yang menonjol. Kalaupun ada masalah, itu merupakan sisa-sisa masalah tahun sebelumnya yang belum teratasi.

‘’Anjing memang suka menggonggong dan berisik, tapi sifatnya damai sesuai dengan elemen tahun ini. Semoga begitu pula kondisi tahun ini,’’ tutur dia.

Mantan pengajar bahasa Mandarin di kelenteng itu juga memprediksi, pada tahun ini kondisi alam cukup bersahabat. Seperti sifat elemen kayu, auranya pun teduh dan tidak ada yang terlalu dikhawatirkan.

‘’Sepertinya, tidak ada tanda yang menunjukkan keburukan pada tahun ini. Relatif damai jika dibanding tahun sebelumnya,’’ imbuh dia. 

Djiang kemudian mengajak kilas balik tahun 2004 yang bershio monyet air. Pada tahun itu, sesuai sifat shionya, dia membaca tanda alam bencana banjir. Ternyata benar, tahun itu terjadi musibah dahsyat tsunami di Aceh. 

Masih menurut Djiang, tahun ini cukup bersahabat hampir untuk seluruh shio.  Dan, hanya beberapa tahun kelahiran yang jiong atau berlawanan dengan shio anjing. Jiong besarnya adalah shio anjing (1946, 1958, 1970, 1982, 1994, 2006, dan 2018) dan shio naga (1952, 1964, 1976, 1988, 2000, dan 2012). Sementara yang ber-jiong kecil shio kerbau (1949, 1961, 1973, 1985, 1997, dan 2009), serta shio kambing (1955, 1967, 1979, 1991, 2003, dan 2015).

Baca Juga :  Tuntas, Penjurian Mewarnai – Menggambar

Teropongan Tan Swie Liem atau Salim Saputro, pembaca jiamsi lain di kelenteng  setempat kurang lebih sama. ”Tahun ini sangat berkaitan dengan orang-orang yang pandai berbicara,” ujar dia.

Negatifnya, kata dia, kejahatan yang berhubungan dengan ucapan bakal banyak terjadi. Seperti pencemaran nama baik, ujaran kebencian, hingga penipuan yang melibatkan orang pandai bertutur kata.

‘’Pemerkosaan juga banyak karena tertipu dengan mulut manis orang tak bertanggung jawab,’’ imbuh dia.Membaca aura shio, Liem memprediksi kondisi perekonomian tahun ini sedikit membaik.

Terutama untuk para pelaku usaha atau wiraswasta. Berdasar unsur dan elemen shio, orang yang pandai memasarkan usahanya akan cepat melejitkan bisnisnya.

Dia menafsirkan, orang yang pandai bicara tidak hanya identik dengan hal negatif. Melainkan orang yang banyak bicara dalam hal positif.

FEATURES – Kejahatan yang Berhubungan dengan Ucapan Banyak Terjadi Dalam penanggalan Tiongkok, 2569 atau tahun masehi 2018 bershio anjing kayu. Berikut prediksi kondisi di tahun tersebut berdasar penuturan Kwee Kok Djiang dan Tan Swie Liem, dua pembaca jiamsi di Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban. 

Setelah menaruh tas ranselnya, Kwee Kok Djiang alias Hendra Susanto menyilakan Jawa Pos Radar Tuban duduk di kursi.

Menjelang dan memasuki tahun baru Imlek,  pria 70 tahun ini banyak ditunggu etnis Tionghoa yang menanyakan seputar penanggalan baru Imlek.

Karena itulah, sebelum banyak tamu datang, wartawan koran ini sengaja menunggu di ruang jiamsi  TITD Kwan Sing Bio Tuban, ruang kerjanya. 

Nama Kok Djiang tidak asing bagi umat atau pengunjung yang ingin membaca jiamsi di kelenteng Tuban tersebut. Jiamsi adalah  terjemahan syair-syair sejarah Tiongkok yang dikaitkan dengan penanggalan dan ramalan.

Djiang mengatakan, kemarin (16/2) adalah hari pertama tahun 2569 dalam penanggalan Tiongkok. Shionya anjing kayu. Berdasar sifatnya, terang dia, anjing merupakan hewan yang suka menggongong.

Dapat diartikan, pada tahun ini akan bermunculan orang-orang yang banyak berbicara. Adakah kaitannya dengan aktivitas juru kampanye di tahun politik ini? Djiang tidak memberi jawaban pasti.

Baca Juga :  Tuntas, Penjurian Mewarnai – Menggambar

‘’Yang jelas, tahun ini akan bermunculan orang-orang yang banyak omong,’’ ujar pria yang tinggal di Jalan Basuki Rachmad, Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban itu.

Karena elemennya kayu yang sifatnya teduh, kata Djang, tahun ini bakal lebih damai dari tahun sebelumnya yang berelemen api. 

Di tahun ini, ungkap dia, diprediksi tidak ada permasalahan yang menonjol. Kalaupun ada masalah, itu merupakan sisa-sisa masalah tahun sebelumnya yang belum teratasi.

‘’Anjing memang suka menggonggong dan berisik, tapi sifatnya damai sesuai dengan elemen tahun ini. Semoga begitu pula kondisi tahun ini,’’ tutur dia.

Mantan pengajar bahasa Mandarin di kelenteng itu juga memprediksi, pada tahun ini kondisi alam cukup bersahabat. Seperti sifat elemen kayu, auranya pun teduh dan tidak ada yang terlalu dikhawatirkan.

‘’Sepertinya, tidak ada tanda yang menunjukkan keburukan pada tahun ini. Relatif damai jika dibanding tahun sebelumnya,’’ imbuh dia. 

Djiang kemudian mengajak kilas balik tahun 2004 yang bershio monyet air. Pada tahun itu, sesuai sifat shionya, dia membaca tanda alam bencana banjir. Ternyata benar, tahun itu terjadi musibah dahsyat tsunami di Aceh. 

Masih menurut Djiang, tahun ini cukup bersahabat hampir untuk seluruh shio.  Dan, hanya beberapa tahun kelahiran yang jiong atau berlawanan dengan shio anjing. Jiong besarnya adalah shio anjing (1946, 1958, 1970, 1982, 1994, 2006, dan 2018) dan shio naga (1952, 1964, 1976, 1988, 2000, dan 2012). Sementara yang ber-jiong kecil shio kerbau (1949, 1961, 1973, 1985, 1997, dan 2009), serta shio kambing (1955, 1967, 1979, 1991, 2003, dan 2015).

Baca Juga :  Ibadat Jelang Pergantian Tahun Baru Imlek

Teropongan Tan Swie Liem atau Salim Saputro, pembaca jiamsi lain di kelenteng  setempat kurang lebih sama. ”Tahun ini sangat berkaitan dengan orang-orang yang pandai berbicara,” ujar dia.

Negatifnya, kata dia, kejahatan yang berhubungan dengan ucapan bakal banyak terjadi. Seperti pencemaran nama baik, ujaran kebencian, hingga penipuan yang melibatkan orang pandai bertutur kata.

‘’Pemerkosaan juga banyak karena tertipu dengan mulut manis orang tak bertanggung jawab,’’ imbuh dia.Membaca aura shio, Liem memprediksi kondisi perekonomian tahun ini sedikit membaik.

Terutama untuk para pelaku usaha atau wiraswasta. Berdasar unsur dan elemen shio, orang yang pandai memasarkan usahanya akan cepat melejitkan bisnisnya.

Dia menafsirkan, orang yang pandai bicara tidak hanya identik dengan hal negatif. Melainkan orang yang banyak bicara dalam hal positif.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/