alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Tendangan Sudut Momok Pertahanan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Persela Lamongan selalu kecolongan dimenit akhir. Saat melawan Persipura misalnya. Kemenangan Persela di depan mata, dibuyarkan gol Persipura dimenit ke-94. Kesalahan yang sama terulang saat Persela ditahan imbang Persijra dengan skor 1-1, Sabtu malam (15/1). 

Selain itu, servis tendangan sudut menjadi momok pertahanan klub berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut. Ditiga laga sebelumnya, tim lawan selalu mampu mencuri gol dari servis tendangan sudut. Head Coach Persela Lamongan Jafri Sastra mengaku kecewa karena kehilangan tiga poin yang sudah di depan mata. 

Menurut dia, konsentrasi pemain yang menurun berulang kali terjadi. Sehingga, hal itu menjadi catatan penting bagi pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat tersebut. Jafri membeberkan, kelemahan timnya selalu pada bola mati dan eksekusi. 

Baca Juga :  Gandeng Kampus Awasi Mutu Proyek

‘’Masih banyak catatan karena misi untuk meraih tiga poin masih gagal. Ke depan harus menjadi evaluasi bersama,” terang pelatih 56 tahun itu. 

Menurut Jafri, pemainnya selalu kehilangan konsentrasi dan fokus dimenit akhir. Dia menilai, hilangnya konsentrasi tak lepas dari faktor kelelahan pemain. Tapi, Jafri menekankan, sebagai pemain profesional, seharusnya hal itu bukan menjadi masalah.  

Padahal, diakui Jafri, sebelum pertandingan sudah dilakukan antisipasi situasi di kotak pinalti. Tapi, pemainnya selalu kecolongan dari bola mati. Jafri mengaku akan membenahi kelemahan tersebut, serta memperbaiki fisik pemain. 

‘’Sekarang yang kita butuhkan poin. Selama belum bisa meraih poin tetap kita evaluasi terus,” ucap eks pelatih PSPS Pekanbaru Riau tersebut. 

Baca Juga :  Klaim Air Waduk Aman

Pelatih Fisik Persela Lamongan Ragil Sudirman menuturkan, kondisi fisik pemain cukup kelelahan. Sebab, diakuinya, waktu istirahat cukup sebentar. Namun, Ragil memberikan apresiasi pemain Persela menunjukkan perbaikan, dibandingkan dilaga sebelumnya. 

Sebagai bahan evaluasi, ujar Ragil, pemain selalu kehilangan konsentrasi di menit akhir. Selain itu, Demerson Bruno Costa dkk kerap gagal di finishing. Ragil mengaku, perhatian tak hanya lini pertahanan, tapi pemain depan akan digenjot finishing. 

‘’Kita evaluasi semua sisi yang terpenting membangun komunikasi yang baik antar pemain,’’ terang Ragil.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Persela Lamongan selalu kecolongan dimenit akhir. Saat melawan Persipura misalnya. Kemenangan Persela di depan mata, dibuyarkan gol Persipura dimenit ke-94. Kesalahan yang sama terulang saat Persela ditahan imbang Persijra dengan skor 1-1, Sabtu malam (15/1). 

Selain itu, servis tendangan sudut menjadi momok pertahanan klub berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut. Ditiga laga sebelumnya, tim lawan selalu mampu mencuri gol dari servis tendangan sudut. Head Coach Persela Lamongan Jafri Sastra mengaku kecewa karena kehilangan tiga poin yang sudah di depan mata. 

Menurut dia, konsentrasi pemain yang menurun berulang kali terjadi. Sehingga, hal itu menjadi catatan penting bagi pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat tersebut. Jafri membeberkan, kelemahan timnya selalu pada bola mati dan eksekusi. 

Baca Juga :  Grebek Warung Plus Plus, Prostitusi di Rel Bengkok Masih Marak

‘’Masih banyak catatan karena misi untuk meraih tiga poin masih gagal. Ke depan harus menjadi evaluasi bersama,” terang pelatih 56 tahun itu. 

Menurut Jafri, pemainnya selalu kehilangan konsentrasi dan fokus dimenit akhir. Dia menilai, hilangnya konsentrasi tak lepas dari faktor kelelahan pemain. Tapi, Jafri menekankan, sebagai pemain profesional, seharusnya hal itu bukan menjadi masalah.  

Padahal, diakui Jafri, sebelum pertandingan sudah dilakukan antisipasi situasi di kotak pinalti. Tapi, pemainnya selalu kecolongan dari bola mati. Jafri mengaku akan membenahi kelemahan tersebut, serta memperbaiki fisik pemain. 

‘’Sekarang yang kita butuhkan poin. Selama belum bisa meraih poin tetap kita evaluasi terus,” ucap eks pelatih PSPS Pekanbaru Riau tersebut. 

Baca Juga :  Pupuk SP Langka, Ajukan Subsidi Tambahan¬†

Pelatih Fisik Persela Lamongan Ragil Sudirman menuturkan, kondisi fisik pemain cukup kelelahan. Sebab, diakuinya, waktu istirahat cukup sebentar. Namun, Ragil memberikan apresiasi pemain Persela menunjukkan perbaikan, dibandingkan dilaga sebelumnya. 

Sebagai bahan evaluasi, ujar Ragil, pemain selalu kehilangan konsentrasi di menit akhir. Selain itu, Demerson Bruno Costa dkk kerap gagal di finishing. Ragil mengaku, perhatian tak hanya lini pertahanan, tapi pemain depan akan digenjot finishing. 

‘’Kita evaluasi semua sisi yang terpenting membangun komunikasi yang baik antar pemain,’’ terang Ragil.

Artikel Terkait

Most Read

Layanan Bedah RSUD Bojonegoro Ditutup

Pertahankan Puncak Klasemen

Segera Sidak Makarel di Pasaran

Artikel Terbaru


/