alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Korban Belum Mau Sekolah

BOJONEGORO – Kasus seorang anak di bawah umur di-bully oleh oknum polisi langsung direspons Divisi Pendampingan dan Advokasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bojonegoro, Ummu Hanik. Kemarin, Ummu Hanik  langsung menindaklanjuti di rumah korban, BM, 12, warga Kecamatan Margomulyo. 

BM ternyata putus sekolah saat menginjak kelas 6 SD dan memutuskan untuk bekerja.

Ummu, sapaan akrabnya, pun menyampaikan peristiwa yang telah terjadi pekan lalu menjadi hikmah tersendiri bagi korban.

Karena dengan adanya peristiwa tersebut, ada filter bagi korban.

Sesuai kapasitasnya, Ummu ingin mengarahkan korban agar kembali ke sekolah.

Tetapi, menurut dia, masih butuh proses pendekatan dengan korban.

“Untuk sekarang sepertinya belum bisa mengajaknya sekolah, dia pun menolak ketika kami tawarkan masuk ke pondok pesantren,” jelasnya.

Baca Juga :  Kendala UNBK Hari Pertama Tak Terulang

Korban ngotot ingin kerja dan mengancam akan pulang lagi kalau jadi dipondokkan.

Beruntungnya, korban memiliki orang tua asuh yang sabar dan penyanyang.

“Syukurnya, Subiyanto sebagai orang tua asuh sangat sabar dan penyayang mendidik korban,” tuturnya. 

Upaya yang terus dilakukan ialah menggali kebutuhan psikis korban.

Sebab diketahui korban lahir dari keluarga broken home.

Sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk mengarahkan anak-anak seperti BM ini.

“Korban memang kekurangan kasih sayang, bahkan wajah ibunya saja tidak tahu dan sesekali korban dijenguk ayah kandungnya,” terangnya.

Ummu pun menyampaikan saran kepada orang tua asuhnya agar korban mau dibawa ke kiai untuk berikan terapi.

Karena menjadi korban dan orang tua asuhnya tidak mudah.

Baca Juga :  Kejari Bekuk DPO Penganiayaan Anak

Selain itu, Ummu juga akan berkoordinasi kepada Dinas Pendidikan Bojonegoro guna memberikan saran yang tepat untuk korban.

“Korban sebenarnya bisa home schooling atau kejar paket, karena itu, kami akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Bojonegoro terkait hal itu,” jelasnya.

BOJONEGORO – Kasus seorang anak di bawah umur di-bully oleh oknum polisi langsung direspons Divisi Pendampingan dan Advokasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bojonegoro, Ummu Hanik. Kemarin, Ummu Hanik  langsung menindaklanjuti di rumah korban, BM, 12, warga Kecamatan Margomulyo. 

BM ternyata putus sekolah saat menginjak kelas 6 SD dan memutuskan untuk bekerja.

Ummu, sapaan akrabnya, pun menyampaikan peristiwa yang telah terjadi pekan lalu menjadi hikmah tersendiri bagi korban.

Karena dengan adanya peristiwa tersebut, ada filter bagi korban.

Sesuai kapasitasnya, Ummu ingin mengarahkan korban agar kembali ke sekolah.

Tetapi, menurut dia, masih butuh proses pendekatan dengan korban.

“Untuk sekarang sepertinya belum bisa mengajaknya sekolah, dia pun menolak ketika kami tawarkan masuk ke pondok pesantren,” jelasnya.

Baca Juga :  Kendala UNBK Hari Pertama Tak Terulang

Korban ngotot ingin kerja dan mengancam akan pulang lagi kalau jadi dipondokkan.

Beruntungnya, korban memiliki orang tua asuh yang sabar dan penyanyang.

“Syukurnya, Subiyanto sebagai orang tua asuh sangat sabar dan penyayang mendidik korban,” tuturnya. 

Upaya yang terus dilakukan ialah menggali kebutuhan psikis korban.

Sebab diketahui korban lahir dari keluarga broken home.

Sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk mengarahkan anak-anak seperti BM ini.

“Korban memang kekurangan kasih sayang, bahkan wajah ibunya saja tidak tahu dan sesekali korban dijenguk ayah kandungnya,” terangnya.

Ummu pun menyampaikan saran kepada orang tua asuhnya agar korban mau dibawa ke kiai untuk berikan terapi.

Karena menjadi korban dan orang tua asuhnya tidak mudah.

Baca Juga :  Jembatan Penyeberangan Orang Nyaris Tak Berfungsi

Selain itu, Ummu juga akan berkoordinasi kepada Dinas Pendidikan Bojonegoro guna memberikan saran yang tepat untuk korban.

“Korban sebenarnya bisa home schooling atau kejar paket, karena itu, kami akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Bojonegoro terkait hal itu,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/