alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Tahun Depan Perbaikan Tujuh Trotoar, Pagunya Rp 30 Miliar

Radar Bojonegoro – Pembangunan trotoar di kawasan perkotaan tahun depan berlanjut. Bahkan, alokasinya cukup besar dengan pagu anggarannya Rp 30 miliar. Pagu tersebut untuk pengerjaan tujuh trotoar. Hanya, dua di antaranya trotoar di jalan poros nasional.

Sehingga harus izin ke Balai Besar Jalan Nasional (BBJN). Trotoar akan dibangun tahun depan meliputi Jalan dr Sutomo, Jalan Hasyim Asyari, Jalan Trunojoyo, Jalan Mastrip, Jalan Imam Bonjol, Jalan Panglima Sudirman sisi timur, dan lanjutan Jalan Gajahmada sisi barat. Rencananya, Februari mendatang proyeknya mulai proses lelang.

‘’Sehingga, Maret sudah bisa dikerjakan,’’ ungkap Kabid Sarpras dan Utilitas Umum Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (PKCK) Hari Prasetyo.

Dia menjelaskan, tahun depan jumlah trotoar dibangun lebih banyak, yakni tujuh titik. Anggaranya cukup besar, mencapai Rp 30 miliar. Itu berbeda dengan tahun ini, pengerjaan trotoar baru dimulai Juli 2020.

Baca Juga :  High Heels Diburu Penyanyi Lokal

Indikasinya karena ada banyak perubahan aturan. Dinas PKCK harus menyesuaikan dengan berbagai aturan baru. Hal itu membuat proyek trotoar tahun ini tidak bisa dimulai lebih awal. Pembangunan trotoar dan drainase untuk memperlancar aliran air.

Di jalan-jalan protokol itu kerap ada genangan saat hujan. Dibangunya trotoar supaya genangan cepat tertangani juga memperindah trotoar. Tahun ini pembangunan trotoar berlangsung di lima jalan protokol dengan jumlah anggaran sekitar Rp 20,6 miliar.

Yakni, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Untung Suropati, Jalan Kartini, dan Jalan Gajahmada. Namun, Jalan Gajahmada sisi barat belum rampung dan akan dilanjutkan tahun depan. Hari mengklaim proses pembangunan trotoar itu saat ini di atas 95 persen. Dipastikan sebelum 23 Desember semua pengerjaan selesai. Kontrak pengerjaan selesai 23 Desember. ‘’Tahun depan kami anggarkan lagi Rp 1,1 miliar,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Jasa Pembuatan Photobooth Prospektif

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) di Bojonegoro Kristanto Yudha mengatakan, proyek trotoar itu ada dua yang dilakukan di jalan nasional.

Yakni, di jalan Gajahmada dan Jalan Untung Suropati. Namun, pemkab sudah mengajukan izin prinsip ke BBJN sebelum pelaksanaannya. ‘’Hanya izin prinsip. Setelah izin keluar baru bisa dibangun,’’ jelasnya.

Menurut Yudha, setiap proyek dilakukan di jalan milik BBJN hanya perlu izin prinsip. Itu juga yang nantinya akan dilakukan di proyek pelebaran Jalan Bojonegoro-Babat tahun depan. 

Radar Bojonegoro – Pembangunan trotoar di kawasan perkotaan tahun depan berlanjut. Bahkan, alokasinya cukup besar dengan pagu anggarannya Rp 30 miliar. Pagu tersebut untuk pengerjaan tujuh trotoar. Hanya, dua di antaranya trotoar di jalan poros nasional.

Sehingga harus izin ke Balai Besar Jalan Nasional (BBJN). Trotoar akan dibangun tahun depan meliputi Jalan dr Sutomo, Jalan Hasyim Asyari, Jalan Trunojoyo, Jalan Mastrip, Jalan Imam Bonjol, Jalan Panglima Sudirman sisi timur, dan lanjutan Jalan Gajahmada sisi barat. Rencananya, Februari mendatang proyeknya mulai proses lelang.

‘’Sehingga, Maret sudah bisa dikerjakan,’’ ungkap Kabid Sarpras dan Utilitas Umum Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (PKCK) Hari Prasetyo.

Dia menjelaskan, tahun depan jumlah trotoar dibangun lebih banyak, yakni tujuh titik. Anggaranya cukup besar, mencapai Rp 30 miliar. Itu berbeda dengan tahun ini, pengerjaan trotoar baru dimulai Juli 2020.

Baca Juga :  Gagal Bayar Proyek Belum Tuntas

Indikasinya karena ada banyak perubahan aturan. Dinas PKCK harus menyesuaikan dengan berbagai aturan baru. Hal itu membuat proyek trotoar tahun ini tidak bisa dimulai lebih awal. Pembangunan trotoar dan drainase untuk memperlancar aliran air.

Di jalan-jalan protokol itu kerap ada genangan saat hujan. Dibangunya trotoar supaya genangan cepat tertangani juga memperindah trotoar. Tahun ini pembangunan trotoar berlangsung di lima jalan protokol dengan jumlah anggaran sekitar Rp 20,6 miliar.

Yakni, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Untung Suropati, Jalan Kartini, dan Jalan Gajahmada. Namun, Jalan Gajahmada sisi barat belum rampung dan akan dilanjutkan tahun depan. Hari mengklaim proses pembangunan trotoar itu saat ini di atas 95 persen. Dipastikan sebelum 23 Desember semua pengerjaan selesai. Kontrak pengerjaan selesai 23 Desember. ‘’Tahun depan kami anggarkan lagi Rp 1,1 miliar,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Gampang Terbawa Emosi

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) di Bojonegoro Kristanto Yudha mengatakan, proyek trotoar itu ada dua yang dilakukan di jalan nasional.

Yakni, di jalan Gajahmada dan Jalan Untung Suropati. Namun, pemkab sudah mengajukan izin prinsip ke BBJN sebelum pelaksanaannya. ‘’Hanya izin prinsip. Setelah izin keluar baru bisa dibangun,’’ jelasnya.

Menurut Yudha, setiap proyek dilakukan di jalan milik BBJN hanya perlu izin prinsip. Itu juga yang nantinya akan dilakukan di proyek pelebaran Jalan Bojonegoro-Babat tahun depan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/