alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

1.983 Hektare Sawah di Kanor dan Baureno Terendam Banjir

Radar Bojonegoro – Areal pertanian yang terendam banjir cukup luas. Sebanyak 1.983 hektare. Rinciannya, 900 hektare sawah di Kecamatan Kanor dan 1.083 hektare di Kecamatan Baureno. Tanaman didominasi padi usianya masih sekitar 1-3 minggu.

Luapan air menggenangi areal pertanian ini imbas dari tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo memasuki siaga. Sehingga, air dari Kali Ingas di Kecamatan Kanor jebol dan meluap ke sawah. Begitu juga, air dari Kali Kerjo melintas di Kecamatan Baureno meluap karena tak bisa mengalir ke bengawan.

Camat Kanor Mahfud mengatakan, bahwa sebanyak 900 hektare sawah yang terendam berada di Desa Kedungprimpen. Air berasal dari meluapnya Kali Ingas juga mengakibatkan tanggul penahan air jebol pada Senin malam lalu.

“Tetapi kondisi saat ini (kemarin) sudah mulai berangsur-angsur surut, semoga tidak mengakibatkan padi-padi yang terendam itu gagal panen,” katanya kemarin (15/12).

Mahfud menjelaskan, masyarakat gotong-royong bersama aparat gabungan dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), TNI, Polri, Brimob, satpol PP, dan balai besar wilayah sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan perbaikan tanggul jebol untuk sementara. “Alhamdulillah sudah teratasi terkait perbaikan tanggul Kali Ingas,” katanya.

Baca Juga :  Orang Tua Bayi Terancam Jerat Hukum

Selain Desa Kedungprimpen, tanggul di Desa Piyak, Kecamatan Kanor juga berpotensi jebol akibat luapan Kali Mekuris. Sehingga, warga setempat bersama aparat desa gotong royong meninggikan tanggul dengan cara memasang sak berisi tanah.

Sementara itu, Camat Baureno Didit Sugiarto menerangkan, bahwa area persawahan di Kecamatan Baureno sudah terendam sejak Senin lalu akibat Bengawan Solo meluap. Sehingga, air dari Kali Kerjo tidak bisa mengalir ke bengawan dan akhirnya meluber di area persawahan seluas 1.083 hektare. “1.083 hektare sawah tergenang terdiri atas 934 hektare padi dan 89 hektare jagung,” jelasnya.

Totalnya 15 dari 24 desa di Kecamatan Baureno terdampak banjir. Di antaranya Desa Sumuragung, Tlogoagung, Selorejo, Tulungagung, Trojalu, Gunungsari, Bumiayu, Kalisari, Tanggungan, Lebaksari, Kadungrejo, Pucangarum, Kauman, Pomahan, dan Pasinan. “Perlahan mulai surut dan semoga lekas surut. Karena apabila nanti padi atau jagung itu terendam lebih dari tiga hari dikhawatirkan petani gagal panen,” bebernya.

Baca Juga :  Tiga Mesin dan Seribu Liter Minyak Mentah Terbakar

Penanganan dilakukan memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol dengan cara memasang sak berisi tanah. Di antaranya tanggul Desa Pucangarum, Kedungrejo, Kauman, dan Karangdayu. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Nadif Ulfia mengatakan, setiap ada laporan tanggul jebol, personel BPBD segera mendatangi lokasi.

Pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik terdiri atas 8.200 sak, 35 terpal, 40 sesek bambu, dan 10 sembako. “Sebanyak 8.200 sak terdiri atas 2.700 sak untuk Kecamatan Kanor dan 5.500 sak untuk Kecamatan Baureno.

Tren tinggi muka air (TMA) di Taman Bengawan Solo (TBS) kemarin terus mengalami penurunan. Sekitar pukul 18.00 kemarin TMA 13,27 meter atau siaga hijau. Sedangkan pada Senin TMA mencapai 13,50 meter. Pihaknya terus memantau TMA wilayah hulu. “Insyaallah tren TMA menurun, kalau di hulu seperti Solo atau wilayah Ngawi tidak hujan deras,” jelasnya.

Radar Bojonegoro – Areal pertanian yang terendam banjir cukup luas. Sebanyak 1.983 hektare. Rinciannya, 900 hektare sawah di Kecamatan Kanor dan 1.083 hektare di Kecamatan Baureno. Tanaman didominasi padi usianya masih sekitar 1-3 minggu.

Luapan air menggenangi areal pertanian ini imbas dari tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo memasuki siaga. Sehingga, air dari Kali Ingas di Kecamatan Kanor jebol dan meluap ke sawah. Begitu juga, air dari Kali Kerjo melintas di Kecamatan Baureno meluap karena tak bisa mengalir ke bengawan.

Camat Kanor Mahfud mengatakan, bahwa sebanyak 900 hektare sawah yang terendam berada di Desa Kedungprimpen. Air berasal dari meluapnya Kali Ingas juga mengakibatkan tanggul penahan air jebol pada Senin malam lalu.

“Tetapi kondisi saat ini (kemarin) sudah mulai berangsur-angsur surut, semoga tidak mengakibatkan padi-padi yang terendam itu gagal panen,” katanya kemarin (15/12).

Mahfud menjelaskan, masyarakat gotong-royong bersama aparat gabungan dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), TNI, Polri, Brimob, satpol PP, dan balai besar wilayah sungai (BBWS) Bengawan Solo melakukan perbaikan tanggul jebol untuk sementara. “Alhamdulillah sudah teratasi terkait perbaikan tanggul Kali Ingas,” katanya.

Baca Juga :  13 Napi Koruptor Tak Peroleh Remisi

Selain Desa Kedungprimpen, tanggul di Desa Piyak, Kecamatan Kanor juga berpotensi jebol akibat luapan Kali Mekuris. Sehingga, warga setempat bersama aparat desa gotong royong meninggikan tanggul dengan cara memasang sak berisi tanah.

Sementara itu, Camat Baureno Didit Sugiarto menerangkan, bahwa area persawahan di Kecamatan Baureno sudah terendam sejak Senin lalu akibat Bengawan Solo meluap. Sehingga, air dari Kali Kerjo tidak bisa mengalir ke bengawan dan akhirnya meluber di area persawahan seluas 1.083 hektare. “1.083 hektare sawah tergenang terdiri atas 934 hektare padi dan 89 hektare jagung,” jelasnya.

Totalnya 15 dari 24 desa di Kecamatan Baureno terdampak banjir. Di antaranya Desa Sumuragung, Tlogoagung, Selorejo, Tulungagung, Trojalu, Gunungsari, Bumiayu, Kalisari, Tanggungan, Lebaksari, Kadungrejo, Pucangarum, Kauman, Pomahan, dan Pasinan. “Perlahan mulai surut dan semoga lekas surut. Karena apabila nanti padi atau jagung itu terendam lebih dari tiga hari dikhawatirkan petani gagal panen,” bebernya.

Baca Juga :  Debit Bengawan Dangkal, Anak-Anak Riang Bluron

Penanganan dilakukan memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol dengan cara memasang sak berisi tanah. Di antaranya tanggul Desa Pucangarum, Kedungrejo, Kauman, dan Karangdayu. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Nadif Ulfia mengatakan, setiap ada laporan tanggul jebol, personel BPBD segera mendatangi lokasi.

Pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik terdiri atas 8.200 sak, 35 terpal, 40 sesek bambu, dan 10 sembako. “Sebanyak 8.200 sak terdiri atas 2.700 sak untuk Kecamatan Kanor dan 5.500 sak untuk Kecamatan Baureno.

Tren tinggi muka air (TMA) di Taman Bengawan Solo (TBS) kemarin terus mengalami penurunan. Sekitar pukul 18.00 kemarin TMA 13,27 meter atau siaga hijau. Sedangkan pada Senin TMA mencapai 13,50 meter. Pihaknya terus memantau TMA wilayah hulu. “Insyaallah tren TMA menurun, kalau di hulu seperti Solo atau wilayah Ngawi tidak hujan deras,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/