alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Kegunaan Sarpras Stadion Belum Jelas 

KOTA – Proyek perbaikan sarana prasana (sarpras) di luar Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro rampung. Proyek menyedot anggaran sebesar Rp 1,9 miliar tersebut belum jelas fungsinya. Proyek sarpras meliputi pagar, hall sentra, drainase, urukan, listrik, dan air. 

Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas PU Cipta Karya David Prasetyo mengatakan, proses perbaikan sarpras stadion sudah rampung. Tahun ini fokus perbaikan luar stadion, yakni fokus sarpras penunjang. Di antaranya, pagar, hall sentra, drainase, urukan, listrik, dan air. 

Sedangkan, perbaikan fisik lainnya seperti fasilitas sport center atau lainnya belum dianggarkan. ‘’Tahun depan fokus pada perbaikan penerangan stadion,” katanya jumat (15/12). 

Menurut David, perbaikan fisik luar stadion diperlukan dan diutamakan karena kebutuhannya cukup mendesak. Tentu pemanfaatan lahan stadion bisa lebih maksimal. Selain itu, tahun ini pihaknya melakukan pengurukan utara stadion untuk menunjang pembuatan hall sentra. 

Baca Juga :  Lagi, Amankan Tujuh Anjal

Hall sentra nantinya bisa multifungsi. Bisa dimanfaatkan penunjang program wisata bintang kerlap-kerlip (WBK) atau kegiatan lainnya. Karena kegiatan WBK hanya dilakukan akhir pekan, sehingga tempat tersebut cenderung nganggur di hari biasa. 

Dikatakan David, desain dari sentra tersebut memang dibuat loss. Supaya kegiatan lainnya bisa diselenggarakan. Misalnya kegiatan masyarakat sekitar. “Jadi bukan melulu untuk WBK, karena itu kan wisata akhir pekan,” tegasnya. 

Sekretaris Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro Agus Haryana mengatakan, bangunan hall sentra utara stadion direncanakan untuk WBK. Sehingga, lokasi pedagang bergeser dan gerobak bisa masuk dalam hall. 

Sehingga, pengunjung bisa menikmati jajanan di tenta-tenda disediakan. Meski saat ini kondisinya belum ada serah terima bangunan dari dinas PU cipta karya. “Tapi rencananya tahun depan akan rampung,” ucapnya. Agus menjelaskan, sejauh ini pelaksanaan WBK masih mandek. Sehingga tahun depan pelaksanaannya dimaksimalkan. Mulai dari penataan penjual, jenis jualan, dan perbaikan gerobak.

Baca Juga :  Dinding Penutup Tebing Longsor

KOTA – Proyek perbaikan sarana prasana (sarpras) di luar Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro rampung. Proyek menyedot anggaran sebesar Rp 1,9 miliar tersebut belum jelas fungsinya. Proyek sarpras meliputi pagar, hall sentra, drainase, urukan, listrik, dan air. 

Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas PU Cipta Karya David Prasetyo mengatakan, proses perbaikan sarpras stadion sudah rampung. Tahun ini fokus perbaikan luar stadion, yakni fokus sarpras penunjang. Di antaranya, pagar, hall sentra, drainase, urukan, listrik, dan air. 

Sedangkan, perbaikan fisik lainnya seperti fasilitas sport center atau lainnya belum dianggarkan. ‘’Tahun depan fokus pada perbaikan penerangan stadion,” katanya jumat (15/12). 

Menurut David, perbaikan fisik luar stadion diperlukan dan diutamakan karena kebutuhannya cukup mendesak. Tentu pemanfaatan lahan stadion bisa lebih maksimal. Selain itu, tahun ini pihaknya melakukan pengurukan utara stadion untuk menunjang pembuatan hall sentra. 

Baca Juga :  Dihantam Truk, Anak di Bawah Umur Tewas

Hall sentra nantinya bisa multifungsi. Bisa dimanfaatkan penunjang program wisata bintang kerlap-kerlip (WBK) atau kegiatan lainnya. Karena kegiatan WBK hanya dilakukan akhir pekan, sehingga tempat tersebut cenderung nganggur di hari biasa. 

Dikatakan David, desain dari sentra tersebut memang dibuat loss. Supaya kegiatan lainnya bisa diselenggarakan. Misalnya kegiatan masyarakat sekitar. “Jadi bukan melulu untuk WBK, karena itu kan wisata akhir pekan,” tegasnya. 

Sekretaris Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro Agus Haryana mengatakan, bangunan hall sentra utara stadion direncanakan untuk WBK. Sehingga, lokasi pedagang bergeser dan gerobak bisa masuk dalam hall. 

Sehingga, pengunjung bisa menikmati jajanan di tenta-tenda disediakan. Meski saat ini kondisinya belum ada serah terima bangunan dari dinas PU cipta karya. “Tapi rencananya tahun depan akan rampung,” ucapnya. Agus menjelaskan, sejauh ini pelaksanaan WBK masih mandek. Sehingga tahun depan pelaksanaannya dimaksimalkan. Mulai dari penataan penjual, jenis jualan, dan perbaikan gerobak.

Baca Juga :  PMII Kritik Kepemimpinan 10 Tahun, Ini Kata Kang Yoto

Artikel Terkait

Most Read

Latihan Fisik di Rumah

Pesawat Error, Medali F2A Lepas

Bahagia Dapat Dukungan

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/