alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Pemekaran Empat Desa Bojonegoro Mulai Diproses

Radar Bojonegoro – Proses pemekaran empat desa terus bergulir. Pemerintah desa (pemdes) empat desa mulai mempersiapkan berkas akan diajukan ke Pemkab Bojonegoro. Saat ini progres pemekaran itu tengah dikaji oleh tim dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (PMD).

Empat desa meliputi Desa Sukorejo, Kecamatan Kota; Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander; Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, dan Desa Leran, Kecamatan Kalitidu. Wilayah terlalu luas menjadi alasan pemerintah desa (pemdes) setempat mengajukan pemekaran.

‘’Desa Napis dan Desa Leran proses kajian. Desa Ngumpakdalem dan Desa Sukorejo masih proses pengajuan ke kami,’’ kata Kepala Dinas PMD Bojonegoro Machmuddin kemarin.

Dia melanjutkan, pemekaran wilayah suatu desa memang membutuhkan kajian terlebih dulu. Sebab, ada syarat-syarat harus dipenuhi. Jika syaratnya terpenuhi, tentu usulan pemekaran bisa dilakukan.

Baca Juga :  Targetkan Semua Guru Lolos PPPK

Kades Ngumpakdalem Kecamatan Dander Ahmad Burhan membenarkan, bahwa pihaknya telah melayangkan proposal terkait pemekaran wilayah ke dinas PMD. Menurutnya, Desa Ngumpakdalem layak pemekaran wilayah.

Selain wilayahnya terlalu luas, jumlah warganya hampir 14 ribu. Terdiri atas 56 rukun tetangga (RT). “Kami berharap proses pemekaran wilayah Desa Ngumpakdalem bisa berjalan lancar. Mohon doanya. Permohonan pemekaran wilayah juga atas keinginan bersama seluruh warga,” tutur Burhan.

Kades Napis Kecamatan Tambakrejo Mulyono menambahkan, pihak desa masih mempersiapkan berkas akan dikirimkan ke dinas PMD. Dalam dokumen yang dibuat, rencananya wilayah desa akan dibagi menjadi dua desa. Yakni Desa Napis dan Desa Sidomulyo “Dengan ketentuan enam dusun untuk desa lama. Dan lima dusun untuk desa baru,” ujarnya.

Baca Juga :  NGRR Mau Berdiri, Status Polres Dikaji

Mulyono menjelaskan, luas wilayah desanya mencapai 1,21 juta hektare, termasuk wilayah hutan. Jumlah penduduk 7.900 jiwa dengan 11 dusun dan 60 RT dan 11 RW. Jika terjadi pemekaran, berharap pelayanan warga desa bisa maksimal dan pembangunan bisa merata.

“Karena letak antardusun di desa kami ada yang jaraknya jauh sekali,” ujarnya. Menurut dia, pemekaran desa merupakan usulan dari warga sejak dulu. Pada 2017, mengusulkannya lewat musyawarah desa (musdes). Sedangkan, pengajuan proposal pada 2019 kepada bupati. “Kemungkinan akan terealisasi tahun depan,” harapnya. (irv) 

Radar Bojonegoro – Proses pemekaran empat desa terus bergulir. Pemerintah desa (pemdes) empat desa mulai mempersiapkan berkas akan diajukan ke Pemkab Bojonegoro. Saat ini progres pemekaran itu tengah dikaji oleh tim dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (PMD).

Empat desa meliputi Desa Sukorejo, Kecamatan Kota; Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander; Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, dan Desa Leran, Kecamatan Kalitidu. Wilayah terlalu luas menjadi alasan pemerintah desa (pemdes) setempat mengajukan pemekaran.

‘’Desa Napis dan Desa Leran proses kajian. Desa Ngumpakdalem dan Desa Sukorejo masih proses pengajuan ke kami,’’ kata Kepala Dinas PMD Bojonegoro Machmuddin kemarin.

Dia melanjutkan, pemekaran wilayah suatu desa memang membutuhkan kajian terlebih dulu. Sebab, ada syarat-syarat harus dipenuhi. Jika syaratnya terpenuhi, tentu usulan pemekaran bisa dilakukan.

Baca Juga :  Targetkan Semua Guru Lolos PPPK

Kades Ngumpakdalem Kecamatan Dander Ahmad Burhan membenarkan, bahwa pihaknya telah melayangkan proposal terkait pemekaran wilayah ke dinas PMD. Menurutnya, Desa Ngumpakdalem layak pemekaran wilayah.

Selain wilayahnya terlalu luas, jumlah warganya hampir 14 ribu. Terdiri atas 56 rukun tetangga (RT). “Kami berharap proses pemekaran wilayah Desa Ngumpakdalem bisa berjalan lancar. Mohon doanya. Permohonan pemekaran wilayah juga atas keinginan bersama seluruh warga,” tutur Burhan.

Kades Napis Kecamatan Tambakrejo Mulyono menambahkan, pihak desa masih mempersiapkan berkas akan dikirimkan ke dinas PMD. Dalam dokumen yang dibuat, rencananya wilayah desa akan dibagi menjadi dua desa. Yakni Desa Napis dan Desa Sidomulyo “Dengan ketentuan enam dusun untuk desa lama. Dan lima dusun untuk desa baru,” ujarnya.

Baca Juga :  Pendidikan Tinggi Versus Pengalaman

Mulyono menjelaskan, luas wilayah desanya mencapai 1,21 juta hektare, termasuk wilayah hutan. Jumlah penduduk 7.900 jiwa dengan 11 dusun dan 60 RT dan 11 RW. Jika terjadi pemekaran, berharap pelayanan warga desa bisa maksimal dan pembangunan bisa merata.

“Karena letak antardusun di desa kami ada yang jaraknya jauh sekali,” ujarnya. Menurut dia, pemekaran desa merupakan usulan dari warga sejak dulu. Pada 2017, mengusulkannya lewat musyawarah desa (musdes). Sedangkan, pengajuan proposal pada 2019 kepada bupati. “Kemungkinan akan terealisasi tahun depan,” harapnya. (irv) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/