alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

35 Peserta Tak Lolos Seleksi PPPK Karena Tak Ada Konfirmasi yang Jelas

Radar Lamongan – Tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak kerja (PPPK) berakhir hari ini (16/9). Hingga pelaksanaan hari ketiga kemarin (15/9), 36 peserta tidak hadir. Dari jumlah itu, seorang memberikan keterangan izin karena terpapar Covid-19.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif mengatakan, pelaksanaan tes ditangani Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, setiap hari peserta tes seharusnya 540 orang. Namun, di antara mereka ada yang tidak hadir.

Munif menyebut 15 orang tidak hadir pada hari pertama. Di hari kedua dan ketiga, masing – masing 11 orang dan 10 orang. Menurut dia, rata – rata peserta yang tidak hadir tanpa keterangan yang jelas. Hanya satu peserta yang mengajukan izin karena positif Covid-19.

Baca Juga :  Edarkan Rokok Tanpa Cukai, Ini Jumlah Hukuman Bagi Abdul Mujib

Peserta tersebut bisa mengikuti susulan bulan depan. Sementara mereka yang tanpa izin, dipastikan gagal. “Kalau tanpa keterangan tidak bisa ikut susulan, kecuali sakit dan mengajukan izin,” jelasnya. Munif meminta para tenaga guru yang mendaftar PPPK datang dan mengikuti tes.

Kesempatan mereka untuk meningkatkan kesejahteraannya sebaiknya dimanfaatkan. Apalagi, hak yang diberikan kepada PPPK hampir sama dengan PNS. Sebab, mereka sama-sama aparatur sipil negara (ASN).

Bedanya hanya pada pensiun. Tenaga PPPK tidak mendapatkan jatah pensiun. Dia menjelaskan, ada 2.444 orang yang mendaftar seleksi PPPK di lingkup Pemkab Lamongan. Dari jumlah itu, 1.883 orang dinyatakan memenuhi syarat.

Sementara data peserta yang mengikuti pelaksanaan tes di Lamongan ada 2.121 orang. Jumlah bertambah karena ada peserta yang mendaftar di Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Lamongan. Munif menuturkan, pelaksanaan tes disebar di tiga tempat. Yakni, SMKN 1 Lamongan dengan 1.040 orang, SMKN 2 Lamongan (480), dan SMAN 2 Lamongan (601).

Baca Juga :  Bayi Empat Bulan Alami Jantung Bocor di Lamongan

Tujuannya, mengurangi resiko penularan Covid-19. Selain menerapkan protokol kesehatan ketat, jarak antar peserta juga diperhatikan. Menurut Munif, setiap hari ada dua sampai tiga sesi tes, menyesuaikan kapasitas ruang.

Semua peserta yang hadir, diwajibkan memiliki kartu bukti vaksinasi dan negatif swab antigen. Dia meminta tes gratis yang disediakan pemkab dimanfaatkan agar peserta bisa mengikuti seleksi dengan tenang. “Sebaiknya peserta segera mengikuti swab karena ada peserta yang terlambat hadir 30 menit sehingga dinyatakan gugur karena baru melakukan antigen,” terangnya.

Radar Lamongan – Tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak kerja (PPPK) berakhir hari ini (16/9). Hingga pelaksanaan hari ketiga kemarin (15/9), 36 peserta tidak hadir. Dari jumlah itu, seorang memberikan keterangan izin karena terpapar Covid-19.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif mengatakan, pelaksanaan tes ditangani Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, setiap hari peserta tes seharusnya 540 orang. Namun, di antara mereka ada yang tidak hadir.

Munif menyebut 15 orang tidak hadir pada hari pertama. Di hari kedua dan ketiga, masing – masing 11 orang dan 10 orang. Menurut dia, rata – rata peserta yang tidak hadir tanpa keterangan yang jelas. Hanya satu peserta yang mengajukan izin karena positif Covid-19.

Baca Juga :  Terdapat Pelaku UMKM Tak Tahu Informasi Lolos BLT

Peserta tersebut bisa mengikuti susulan bulan depan. Sementara mereka yang tanpa izin, dipastikan gagal. “Kalau tanpa keterangan tidak bisa ikut susulan, kecuali sakit dan mengajukan izin,” jelasnya. Munif meminta para tenaga guru yang mendaftar PPPK datang dan mengikuti tes.

Kesempatan mereka untuk meningkatkan kesejahteraannya sebaiknya dimanfaatkan. Apalagi, hak yang diberikan kepada PPPK hampir sama dengan PNS. Sebab, mereka sama-sama aparatur sipil negara (ASN).

Bedanya hanya pada pensiun. Tenaga PPPK tidak mendapatkan jatah pensiun. Dia menjelaskan, ada 2.444 orang yang mendaftar seleksi PPPK di lingkup Pemkab Lamongan. Dari jumlah itu, 1.883 orang dinyatakan memenuhi syarat.

Sementara data peserta yang mengikuti pelaksanaan tes di Lamongan ada 2.121 orang. Jumlah bertambah karena ada peserta yang mendaftar di Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Lamongan. Munif menuturkan, pelaksanaan tes disebar di tiga tempat. Yakni, SMKN 1 Lamongan dengan 1.040 orang, SMKN 2 Lamongan (480), dan SMAN 2 Lamongan (601).

Baca Juga :  Mudah Akrab

Tujuannya, mengurangi resiko penularan Covid-19. Selain menerapkan protokol kesehatan ketat, jarak antar peserta juga diperhatikan. Menurut Munif, setiap hari ada dua sampai tiga sesi tes, menyesuaikan kapasitas ruang.

Semua peserta yang hadir, diwajibkan memiliki kartu bukti vaksinasi dan negatif swab antigen. Dia meminta tes gratis yang disediakan pemkab dimanfaatkan agar peserta bisa mengikuti seleksi dengan tenang. “Sebaiknya peserta segera mengikuti swab karena ada peserta yang terlambat hadir 30 menit sehingga dinyatakan gugur karena baru melakukan antigen,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/