alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

14.500 Pendaftar Menanti BLT UMKM, Masih Tunggu Keputusan Kementrian

Radar Bojonegoro – Pendaftar bantuan langsung tunai (BLT) UMKM mencapai sekitar 14.500. Namun, tidak diketahui jumlah pendaftar lolos verifikasi dan menerima bantuan. Meskipun begitu, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Bojonegoro akan melakukan pemantauan dalam penggunaan BLT.

Kepala Dinkop UKM Bojonegoro Sukaemi mengatakan, tidak mengetahui jumlah pelaku UMKM mendapat bantuan maupun sudah terverifikasi. Sebab semua keputusan berada di tingkat Kementrian Koperasi UKM. Namun untuk data pendaftar mencapai sekitar 14.500.

“Belum tahu, bantuan langsung dari kementerian ke rekening yang bersangkutan,” ujarnya kemarin (15/9). Sukaemi menjelaskan, tidak ada kendala dialami dinas dalam pendaftaran BLT UMKM. Penggumpulan berkas di kantor dinas berjalan lancar. Tidak ada data salah ditemukan. Semua pendaftar memenuhi persyaratan ditentukan. Terkait adanya penambahan gelombang pendaftaran, pihaknya belum mendapat  informasi dari Kementerian Koperasi UKM. Namun, untuk penggunaan dana bantuan, pihaknya akan melakukan pemantauan dalam penggunaannya.

Baca Juga :  Waspadai Musim Pancaroba

“Ya untuk dipergunakan tambah modal usaha,” ungkapnya. Bendahara Forum industri kecil menengah (IKM) Jatim Kabupaten Bojonegoro Endy Meikasari mengatakan, belum mendapat bantuan, padahal sudah mendaftar sejak gelombang satu akhir Agustus lalu. Sedangkan, beberapa pelaku UMKM mendaftar gelombang dua awal September sudah mendapat bantuan.

“Masih belum aktif rekening,” jelasnya. Endy mengaku perlu adanya peman tauan dari dinas terkait. Sebab menemukan orang-orang bukan pelaku UMKM mendapat BLT dari kementerian tersebut.

“Penting sekali pemantauan,” ujarnya. Ketua Paguyuban Prima Utama UMKM Bojonegoro Susilo Indrianto mengatakan, pemantuan penggunaaan BLT memang perlu dilakukan, namun sifatnya hanya sebagai imbauan. Sebab pelaku usaha mikro tidak bisa membedakan penggunaan rumah tangga dan modal usaha. “Jangan sampai malah mengganggu usaha mikro,” ujarnya. 

Baca Juga :  Waspada Cuaca Ekstrem dan La Nina Hingga Februari

Radar Bojonegoro – Pendaftar bantuan langsung tunai (BLT) UMKM mencapai sekitar 14.500. Namun, tidak diketahui jumlah pendaftar lolos verifikasi dan menerima bantuan. Meskipun begitu, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Bojonegoro akan melakukan pemantauan dalam penggunaan BLT.

Kepala Dinkop UKM Bojonegoro Sukaemi mengatakan, tidak mengetahui jumlah pelaku UMKM mendapat bantuan maupun sudah terverifikasi. Sebab semua keputusan berada di tingkat Kementrian Koperasi UKM. Namun untuk data pendaftar mencapai sekitar 14.500.

“Belum tahu, bantuan langsung dari kementerian ke rekening yang bersangkutan,” ujarnya kemarin (15/9). Sukaemi menjelaskan, tidak ada kendala dialami dinas dalam pendaftaran BLT UMKM. Penggumpulan berkas di kantor dinas berjalan lancar. Tidak ada data salah ditemukan. Semua pendaftar memenuhi persyaratan ditentukan. Terkait adanya penambahan gelombang pendaftaran, pihaknya belum mendapat  informasi dari Kementerian Koperasi UKM. Namun, untuk penggunaan dana bantuan, pihaknya akan melakukan pemantauan dalam penggunaannya.

Baca Juga :  Awalnya Pengepul, Kini Memilih Produksi Sendiri

“Ya untuk dipergunakan tambah modal usaha,” ungkapnya. Bendahara Forum industri kecil menengah (IKM) Jatim Kabupaten Bojonegoro Endy Meikasari mengatakan, belum mendapat bantuan, padahal sudah mendaftar sejak gelombang satu akhir Agustus lalu. Sedangkan, beberapa pelaku UMKM mendaftar gelombang dua awal September sudah mendapat bantuan.

“Masih belum aktif rekening,” jelasnya. Endy mengaku perlu adanya peman tauan dari dinas terkait. Sebab menemukan orang-orang bukan pelaku UMKM mendapat BLT dari kementerian tersebut.

“Penting sekali pemantauan,” ujarnya. Ketua Paguyuban Prima Utama UMKM Bojonegoro Susilo Indrianto mengatakan, pemantuan penggunaaan BLT memang perlu dilakukan, namun sifatnya hanya sebagai imbauan. Sebab pelaku usaha mikro tidak bisa membedakan penggunaan rumah tangga dan modal usaha. “Jangan sampai malah mengganggu usaha mikro,” ujarnya. 

Baca Juga :  Sampah di Pinggir Hutan Butuh Penanganan

Artikel Terkait

Most Read

Diaudit BPK Dulu

Tahun Depan, E-Tilang Berlaku

Sukses, Overhaul Serious Inspection #1

Artikel Terbaru

Delapan Incumbent Kalah Suara

PT DESI Bakal Dilarang Beroperasi

Matangkan Persiapan

Rudjito – Zaenuri Divonis 4 Tahun


/