alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Siapkan Tujuh Saksi Ahli Penting

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tim jaksa penuntut umum (JPU) akan menghadirkan sejumlah saksi ahli mentereng dalam sidang dugaan korupsi anggaran auditor internal Inspektorat Bojonegoro 2015-2017. Tujuh saksi akan dihadirkan secara bergantian di hadapan terdakwa mantan Inspektur Syamsul Hadi.

Tujuh saksi ahli ini mulai dosen dari Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Atmajaya Jogjakarta, hingga auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bahkan, tim JPU juga akan menghadirkan pejabat dirjen dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Achmad Fauzan mengungkapkan, sejauh ini tim JPU telah mempersiapkan tujuh saksi ahli untuk mempersiapkan sidang. Ahli tersebut dari beragam latar belakang pendidikan.

Baca Juga :  Toko Purnomo Bojonegoro Berikan Solusi Berbelanja Saat Pandemi

Dua saksi sebelumnya sidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (12/9) lalu tak bisa hadir. Rencananya, dua saksi ahli dari UB Malang itu sanggup menghadiri sidang Kamis mendatang (19/9).

“Dua dosen fakultas hukum UB Malang itu, yakni Iwan Permadi sebagai ahli hukum administrasi negara dan Prija Djatmika sebagai ahli pidana,” jelas Fauzan, sapaan akrabnya.

Sedangkan, lima saksi ahli lainnya ialah Syakran Rudy, ahli keuangan negara di Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu RI; Arsan Latif, ahli keuangan daerah di Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri R; Siswo Sujanto, ahli hukum keuangan negara; Riawan Tjandra, ahli administrasi keuangan negara sekaligus dosen fakultas hukum Universitas Atmajaya Jogjakarta; dan Ahmad Adjaam, ahli BPK.

Baca Juga :  Kunjungi Pasar, Ingatkan Disiplin Prokes

“Kelima saksi ahli itu mengonfirmasi kepada kami mampu menghadiri persidangan dua pekan depan, yakni 26 September,” ujar mantan Kasi Datun Kejari Blitar ini.

Dia mengatakan, beberapa keterangan saksi dari staf Inspektorat Bojonegoro sudah cukup. Termasuk juga telah meminta keterangan dari saksi penting seperti mantan bupati, mantan sekda, kepala badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD), dan kabag hukum.

Nantinya, menurut Fauzan, menyisakan saksi ahli yang akan memberikan keterangan bahwa kebijakan yang dijalankan oleh terdakwa mantan inspektur Inspektorat Bojonegoro Syamsul Hadi termasuk tindakan melawan hukum.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tim jaksa penuntut umum (JPU) akan menghadirkan sejumlah saksi ahli mentereng dalam sidang dugaan korupsi anggaran auditor internal Inspektorat Bojonegoro 2015-2017. Tujuh saksi akan dihadirkan secara bergantian di hadapan terdakwa mantan Inspektur Syamsul Hadi.

Tujuh saksi ahli ini mulai dosen dari Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Atmajaya Jogjakarta, hingga auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bahkan, tim JPU juga akan menghadirkan pejabat dirjen dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro Achmad Fauzan mengungkapkan, sejauh ini tim JPU telah mempersiapkan tujuh saksi ahli untuk mempersiapkan sidang. Ahli tersebut dari beragam latar belakang pendidikan.

Baca Juga :  PT BBS Kelola Gas Lapangan Banyu Urip, Siapa investornya?

Dua saksi sebelumnya sidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (12/9) lalu tak bisa hadir. Rencananya, dua saksi ahli dari UB Malang itu sanggup menghadiri sidang Kamis mendatang (19/9).

“Dua dosen fakultas hukum UB Malang itu, yakni Iwan Permadi sebagai ahli hukum administrasi negara dan Prija Djatmika sebagai ahli pidana,” jelas Fauzan, sapaan akrabnya.

Sedangkan, lima saksi ahli lainnya ialah Syakran Rudy, ahli keuangan negara di Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu RI; Arsan Latif, ahli keuangan daerah di Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri R; Siswo Sujanto, ahli hukum keuangan negara; Riawan Tjandra, ahli administrasi keuangan negara sekaligus dosen fakultas hukum Universitas Atmajaya Jogjakarta; dan Ahmad Adjaam, ahli BPK.

Baca Juga :  Kompetitor Seleksi Sekda

“Kelima saksi ahli itu mengonfirmasi kepada kami mampu menghadiri persidangan dua pekan depan, yakni 26 September,” ujar mantan Kasi Datun Kejari Blitar ini.

Dia mengatakan, beberapa keterangan saksi dari staf Inspektorat Bojonegoro sudah cukup. Termasuk juga telah meminta keterangan dari saksi penting seperti mantan bupati, mantan sekda, kepala badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD), dan kabag hukum.

Nantinya, menurut Fauzan, menyisakan saksi ahli yang akan memberikan keterangan bahwa kebijakan yang dijalankan oleh terdakwa mantan inspektur Inspektorat Bojonegoro Syamsul Hadi termasuk tindakan melawan hukum.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/