alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Data Pekerja KKKS untuk Tekan Pengangguran

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bojonegoro meminta industri minyak dan gas (migas) untuk ikut menekan angka pengangguran. Sehingga, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) diminta segera menyetorkan data pekerja asal Bojonegoro.

Sebab, saat ini angka pengangguran di Bojonegoro masih cukup tinggi. ’’KKKS diharapkan bisa ikut mengurangi angka pengangguran,’’ kata Kepala Disperinaker Bojonegoro Agus Supriyanto kemarin (15/9).

Agus menuturkan, KKKS beserta rekanannya Agustus lalu sudah diminta segera menyetorkan data pekerjanya. Terutama data pekerja asal Bojonegoro. Sehingga, ada kepastian warga Bojonegoro yang bekerja di sektor migas.

Baca Juga :  Hari Ini Bisa Penetapan Caleg Terpilih

Desakan ini karena selama ini data yang disetorkan KKKS ke pemkab dinilai belum lengkap. Data pekerja yang terbaru itu, kata Agus, sapaannya, harus ada kepastian nama dan alamat masing-masing pekerja di sektor migas.

’’Sudah setor data tapi saya ini masih di luar,’’ ujar Agus ketika dikonfirmasi kepastian data pekerja di sektor migas.

Agus menuturkan, saat ini ada tiga KKKS yang beroperasi di Bojonegoro. Di antaranya ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pertamina EP Cepu (PEPC), dan PEP Aset IV Field Sukowati. Namun, sebelumnya belum ada up-to-date data pekerja lokal Bojonegoro. Sehingga, dia mengumpulkan KKKS tersebut untuk melengkapi data pekerja asal Bojonegoro.

’’Kami berharap jika ada perekrutan tetap melibatkan (disperinaker),’’ ujar mantan kabag hukum pemkab ini.

Baca Juga :  Praperadilan Syamsul Dinyatakan Gugur

Sementara itu, Direktur PT Rekayasa Industri (Rekind) Zainal Arifin dikonfirmasi terpisah memastikan sudah menyetorkan data terbaru pekerjanya ke disperinaker. Pihaknya selalu memprioritaskan warga lokal. ’’Sudah kirim Jumat lalu,’’ ujarnya terpisah. PT Rekind sebagai pelaksana utama pembangunan proyek pengembangan Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB).

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bojonegoro meminta industri minyak dan gas (migas) untuk ikut menekan angka pengangguran. Sehingga, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) diminta segera menyetorkan data pekerja asal Bojonegoro.

Sebab, saat ini angka pengangguran di Bojonegoro masih cukup tinggi. ’’KKKS diharapkan bisa ikut mengurangi angka pengangguran,’’ kata Kepala Disperinaker Bojonegoro Agus Supriyanto kemarin (15/9).

Agus menuturkan, KKKS beserta rekanannya Agustus lalu sudah diminta segera menyetorkan data pekerjanya. Terutama data pekerja asal Bojonegoro. Sehingga, ada kepastian warga Bojonegoro yang bekerja di sektor migas.

Baca Juga :  Hari Ini Bisa Penetapan Caleg Terpilih

Desakan ini karena selama ini data yang disetorkan KKKS ke pemkab dinilai belum lengkap. Data pekerja yang terbaru itu, kata Agus, sapaannya, harus ada kepastian nama dan alamat masing-masing pekerja di sektor migas.

’’Sudah setor data tapi saya ini masih di luar,’’ ujar Agus ketika dikonfirmasi kepastian data pekerja di sektor migas.

Agus menuturkan, saat ini ada tiga KKKS yang beroperasi di Bojonegoro. Di antaranya ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pertamina EP Cepu (PEPC), dan PEP Aset IV Field Sukowati. Namun, sebelumnya belum ada up-to-date data pekerja lokal Bojonegoro. Sehingga, dia mengumpulkan KKKS tersebut untuk melengkapi data pekerja asal Bojonegoro.

’’Kami berharap jika ada perekrutan tetap melibatkan (disperinaker),’’ ujar mantan kabag hukum pemkab ini.

Baca Juga :  Bojonegoro Bisa Jadi Pioner Pengelolaan DBH Migas

Sementara itu, Direktur PT Rekayasa Industri (Rekind) Zainal Arifin dikonfirmasi terpisah memastikan sudah menyetorkan data terbaru pekerjanya ke disperinaker. Pihaknya selalu memprioritaskan warga lokal. ’’Sudah kirim Jumat lalu,’’ ujarnya terpisah. PT Rekind sebagai pelaksana utama pembangunan proyek pengembangan Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/