alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Dua PSK Positif AIDS

BOJONEGORO – Tindakan terhadap pekerja seks komersial (PSK) mengidap HIV/AIDS terkesan dibiarkan.

Setelah tertangkap razia Jumat malam (15/9), dua PSK mengidap HIV/AIDS kembali lagi ke eks lokalisasi Dusun Kalisari, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, kemarin sore (16/9). 

Warga di lingkungan Dusun Kalisari merasa gerah. Berharap dua PSK mengidap penyakit berbahaya tersebut dipulangkan ke asalnya.

Yakni, Blora dan Blitar. Sedangkan, satu PSK asal Bojonegoro yang juga terjaring razia masih negatif HIV/AIDS.

”Kami sangat takut menular. Seharusnya, ada solusi seperti apa,’’ kata salah satu sumber warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Temuan dua PSK menderita HIV/AIDS ini menandakan penularan sangat genting. Sebab, penyakit HIV/AIDS dari dua PSK tersebut bisa cepat menular ke lelaki hidung belang.

Baca Juga :  Calon Pimpinan Dewan Masih Mengambang

Informasi dari satpol PP, PSK mengidap HIV/AIDS ini sekitar sebulan beraktivitas di eks lokalisasi tersebut.

Dalam semalam, dua PSK rerata melayani tiga sampai lima lelaki hidung belang. Tarifnya sekitar Rp 150.000 sampai Rp 200.000.

Ini bukan kasus baru yang ditemukan satpol PP. Bahkan, sejumlah PSK merupakan pemain lama. Hanya, menanggulanginya agak sulit.

Alasannya, prostitusi masih menjadi pangsa pasar menjanjikan. Sebab, ada sejumlah oknum masih membutuhkan jasa mereka. 

Selengkapnya baca di Koran Jawa Pod Radar Bojonegoro besok….

BOJONEGORO – Tindakan terhadap pekerja seks komersial (PSK) mengidap HIV/AIDS terkesan dibiarkan.

Setelah tertangkap razia Jumat malam (15/9), dua PSK mengidap HIV/AIDS kembali lagi ke eks lokalisasi Dusun Kalisari, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, kemarin sore (16/9). 

Warga di lingkungan Dusun Kalisari merasa gerah. Berharap dua PSK mengidap penyakit berbahaya tersebut dipulangkan ke asalnya.

Yakni, Blora dan Blitar. Sedangkan, satu PSK asal Bojonegoro yang juga terjaring razia masih negatif HIV/AIDS.

”Kami sangat takut menular. Seharusnya, ada solusi seperti apa,’’ kata salah satu sumber warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Temuan dua PSK menderita HIV/AIDS ini menandakan penularan sangat genting. Sebab, penyakit HIV/AIDS dari dua PSK tersebut bisa cepat menular ke lelaki hidung belang.

Baca Juga :  Mobil LCGC Diincar Ibu Muda

Informasi dari satpol PP, PSK mengidap HIV/AIDS ini sekitar sebulan beraktivitas di eks lokalisasi tersebut.

Dalam semalam, dua PSK rerata melayani tiga sampai lima lelaki hidung belang. Tarifnya sekitar Rp 150.000 sampai Rp 200.000.

Ini bukan kasus baru yang ditemukan satpol PP. Bahkan, sejumlah PSK merupakan pemain lama. Hanya, menanggulanginya agak sulit.

Alasannya, prostitusi masih menjadi pangsa pasar menjanjikan. Sebab, ada sejumlah oknum masih membutuhkan jasa mereka. 

Selengkapnya baca di Koran Jawa Pod Radar Bojonegoro besok….

Artikel Terkait

Most Read

Naikkan Harga Janur

PPDB Offline Serap 137 Murid

Masuk Got, Dua Pengendara Motor Tewas

Artikel Terbaru


/