alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Tergerus Proyek Drainase, PKL Kelimpungan Cari Tempat Berjualan

Radar Bojonegoro – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Hasyim Asyari Bojonegoro mengeluhkan proyek drainase di barat Pasar Bojonegoro. Karena, lokasi berjualannya tergerus proyek dari APBD itu. Para PKL kelimpungan mencari tempat sementara untuk berjualan tanpa ada arahan dari instansi terkait.

Indarti, salah satu PKL di Jalan Hasyim Asyari mengaku sudah lima hari pindah di bahu jalan sebelah barat. Sebelumnya lapak jualannya berada di bahu timur jalan berdekatan dengan pagar pasar. Tidak hanya dirinya saja, PKL yang lain juga pindah seperti yang dilakukannya. “Kalau saya pindah di depan toko yang saat sore sudah tutup,” katanya kemarin (15/8).

Menurut dia, pemakaian tempat tersebut setelah mendapatkan izin dari pemilik toko, sedangkan bagi PKL yang belum mempunyai tempat berjualan, terpaksa mencari tempat lagi. Tidak ada instruksi untuk pindah di tempat yang telah ditunjuk baik itu dari pemerintah maupun rekanan. “Pedagang cari tempat sendirisendiri, bahkan ada yang belum punya tempat hingga terpaksa belum berjualan,” keluhnya.

Baca Juga :  Anak-Anak SDN 02 Cilibang Serbu Delman Perpustakaan Keliling

Dia berharap pengerjaan proyek drainase selesai tepat waktu, kalau dipercepat malah lebih baik. Sebab, PKL bisa menempati lapak sebelumnya. Karena di bahu barat jalan ada toko, pedagang juga memikirkan pemilik toko, karena terhalang.

“Kalau untuk PKL yang sebelah barat jumlahnya tidak mengerti, tapi kalau untuk keseluruhan yang berjualan sekitar pasar kurang lebih ada 100 pedagang,” tuturnya.

Romadhon, kontraktor proyek drainase menjelaskan, terkait relokasi pihaknya tidak mengetahui secara pasti. Kemungkinan koordinasinya dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM. Pihaknya hanya melaksanakan proyek pembangunan drainase. Ia menargetkan pengerukan paling lambat Selasa (17/08) sudah selesai, kalau tidak ada kendala seperti pipa saluran air yang bocor karena terkena alat berat. Pihaknya mulai melakukan pengerukan sejak kemarin (15/8). “Kemarin mobilnya dipakai di tempat lain,” tuturnya.

Baca Juga :  Keindahan Bojonegoro Tergores dalam Kanvas

Radar Bojonegoro – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Hasyim Asyari Bojonegoro mengeluhkan proyek drainase di barat Pasar Bojonegoro. Karena, lokasi berjualannya tergerus proyek dari APBD itu. Para PKL kelimpungan mencari tempat sementara untuk berjualan tanpa ada arahan dari instansi terkait.

Indarti, salah satu PKL di Jalan Hasyim Asyari mengaku sudah lima hari pindah di bahu jalan sebelah barat. Sebelumnya lapak jualannya berada di bahu timur jalan berdekatan dengan pagar pasar. Tidak hanya dirinya saja, PKL yang lain juga pindah seperti yang dilakukannya. “Kalau saya pindah di depan toko yang saat sore sudah tutup,” katanya kemarin (15/8).

Menurut dia, pemakaian tempat tersebut setelah mendapatkan izin dari pemilik toko, sedangkan bagi PKL yang belum mempunyai tempat berjualan, terpaksa mencari tempat lagi. Tidak ada instruksi untuk pindah di tempat yang telah ditunjuk baik itu dari pemerintah maupun rekanan. “Pedagang cari tempat sendirisendiri, bahkan ada yang belum punya tempat hingga terpaksa belum berjualan,” keluhnya.

Baca Juga :  Empat Lantai, Minta Lapangan Olahraga

Dia berharap pengerjaan proyek drainase selesai tepat waktu, kalau dipercepat malah lebih baik. Sebab, PKL bisa menempati lapak sebelumnya. Karena di bahu barat jalan ada toko, pedagang juga memikirkan pemilik toko, karena terhalang.

“Kalau untuk PKL yang sebelah barat jumlahnya tidak mengerti, tapi kalau untuk keseluruhan yang berjualan sekitar pasar kurang lebih ada 100 pedagang,” tuturnya.

Romadhon, kontraktor proyek drainase menjelaskan, terkait relokasi pihaknya tidak mengetahui secara pasti. Kemungkinan koordinasinya dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM. Pihaknya hanya melaksanakan proyek pembangunan drainase. Ia menargetkan pengerukan paling lambat Selasa (17/08) sudah selesai, kalau tidak ada kendala seperti pipa saluran air yang bocor karena terkena alat berat. Pihaknya mulai melakukan pengerukan sejak kemarin (15/8). “Kemarin mobilnya dipakai di tempat lain,” tuturnya.

Baca Juga :  Siagakan Satpol, Jam Berjualan Digilir

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/