alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Pelebaran Jalan Bojonegoro – Balen, Macet Sepanjang 500 Meter

Radar Bojonegoro – Selama tiga hari hingga kemarin (15/7), sepanjang Jalan Ahmad Yani sekitar pukul 15.00 terjadi kemacetan sekitar 500 meter. Ada aktivitas alat berat ekskavator di setengah badan jalan guna pengerjaan proyek pelebaran jalan Bojonegoro-Balen.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani memang sempat tersendat karena pihak rekanan menerapkan sistem buka-tutup selama alat berat ekskavator beroperasi. Penerapan buka-tutup jalan diatur oleh flagman.

Adapun aktivitas alat berat tidak beroperasi sepanjang hari. Sehingga kemacetan pun tidak berlarut-larut. Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Bojonegoro Iptu Heru Susanto mengaku belum mengetahui adanya aktivitas alat berat di proyek pelebaran jalan nasional itu.

Baca Juga :  Seruduk Fuso, Sopir Pikap Tewas

Pihaknya sejauh ini belum menerima permintaan bantuan back-up personel guna mengurai kemacetan. “Kami akan koordinasi dengan pihak rekanan, kalau memang butuh back-up personel mengurai kemacetan, kami akan segera bantu,” ucapnya.

Sebenarnya pihaknya mengimbau tidak mengoperasikan alat berat ketika siang, sebaiknya beroperasi ketika malam. Ketika siang sebaiknya dimanfaatkan bongkar material. Tetapi, peran flagman mengatur lalu lintas bisa optimal.

“Sebelumnya awal-awal memang pernah terjadi kema cetan mencapai 2 kilometer. Kami akan berkoordinasi lagi dengan pihak rekanan. Kalau ada kemacetan panjang, tentu masyarakat bisa melapor,” jelasnya.

Radar Bojonegoro – Selama tiga hari hingga kemarin (15/7), sepanjang Jalan Ahmad Yani sekitar pukul 15.00 terjadi kemacetan sekitar 500 meter. Ada aktivitas alat berat ekskavator di setengah badan jalan guna pengerjaan proyek pelebaran jalan Bojonegoro-Balen.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani memang sempat tersendat karena pihak rekanan menerapkan sistem buka-tutup selama alat berat ekskavator beroperasi. Penerapan buka-tutup jalan diatur oleh flagman.

Adapun aktivitas alat berat tidak beroperasi sepanjang hari. Sehingga kemacetan pun tidak berlarut-larut. Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Bojonegoro Iptu Heru Susanto mengaku belum mengetahui adanya aktivitas alat berat di proyek pelebaran jalan nasional itu.

Baca Juga :  Bantuan Subsidi Upah Hanya Rp 500 Ribu, Kuota Terbatas

Pihaknya sejauh ini belum menerima permintaan bantuan back-up personel guna mengurai kemacetan. “Kami akan koordinasi dengan pihak rekanan, kalau memang butuh back-up personel mengurai kemacetan, kami akan segera bantu,” ucapnya.

Sebenarnya pihaknya mengimbau tidak mengoperasikan alat berat ketika siang, sebaiknya beroperasi ketika malam. Ketika siang sebaiknya dimanfaatkan bongkar material. Tetapi, peran flagman mengatur lalu lintas bisa optimal.

“Sebelumnya awal-awal memang pernah terjadi kema cetan mencapai 2 kilometer. Kami akan berkoordinasi lagi dengan pihak rekanan. Kalau ada kemacetan panjang, tentu masyarakat bisa melapor,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/