alexametrics
32.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka Bagi Siswa Siswi SLB

Radar Lamongan – Pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi Covid-19 bukan hanya dilakukan pelajar dari sekolah umum. Siswa sekolah luar biasa (SLB) juga melakukan pembelajaran via daring.

Kepala SLB Negeri Lamongan Tri Joko Mulyoto menjelaskan, pembelajaran tidak dilakukan di kelas. Wali murid bisa menjalin kesepakatan dengan guru. Mereka bisa memilih mekanisme secara online atau offline.

Jika offline, maka wali murid mengambil materi ke sekolah. Satu minggu kemudian, jawaban materi dikumpulkan. Metode ini bisa dipilih karena tidak semua wali murid memiliki waktu dan kemampuan secara finansial untuk melakukan pembelajaran secara daring.

“Kita tidak bisa memaksa semua dilakukan secara daring karena ada banyak keterbatasan. Tapi dipastikan pembelajaran SLB tidak ada tatap muka,” jelasnya.

Baca Juga :  Divonis Satu Tahun, JPU Tak Ajukan Banding

Joko menuturkan, pembelajaran selama pandemi dilakukan dari rumah sesuai aturan kementrian dan dinas untuk meminimalisasi adanya klaster baru dari lingkungan sekolah.

Hanya, lanjut dia, saat hari pertama masuk sekolah, khususnya siswa baru, ada yang melakukan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) secara tatap muka. Namun, itu dilakukan secara sif.

Mereka dikenalkan dengan lingkungan sekolah, termasuk cara mencuci tangan secara benar dan menjaga jarak. “Anak-anak ditunjukkan kelasnya, kemudian belajar memperkenalkan diri,” klaimnya.

Saat ini, siswa SDLB ada 10 anak. Sementara SMPLB dan SMALB jumlahnya lebih sedikit. “Kita cukup terbantu dengan sekolah inklusi. Kasihan kalau anak yang dari kecamatan harus sekolah ke kota karena tidak ada SLB kecamatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tidak Boleh Ada Lagi Rumah Tak Layak Huni, Bantuan Harus Merata

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Lamongan Sri Yuliarsih menyatakan, pembelajaran jarak jauh tidak harus menyelesaikan kurikulum. Apalagi siswa SLB. Pembelajaran bisa disesuaikan kondisi siswa.

Dia menilai guru yang mengetahui secara teknis.  Dinas hanya mendapatkan laporan evaluasi siswa. “Dinas hanya menyampaikan kepada kepsek agar anakanak tetap belajar meski dari rumah,” katanya.

Radar Lamongan – Pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi Covid-19 bukan hanya dilakukan pelajar dari sekolah umum. Siswa sekolah luar biasa (SLB) juga melakukan pembelajaran via daring.

Kepala SLB Negeri Lamongan Tri Joko Mulyoto menjelaskan, pembelajaran tidak dilakukan di kelas. Wali murid bisa menjalin kesepakatan dengan guru. Mereka bisa memilih mekanisme secara online atau offline.

Jika offline, maka wali murid mengambil materi ke sekolah. Satu minggu kemudian, jawaban materi dikumpulkan. Metode ini bisa dipilih karena tidak semua wali murid memiliki waktu dan kemampuan secara finansial untuk melakukan pembelajaran secara daring.

“Kita tidak bisa memaksa semua dilakukan secara daring karena ada banyak keterbatasan. Tapi dipastikan pembelajaran SLB tidak ada tatap muka,” jelasnya.

Baca Juga :  Ingin Bertemu Cowok, Transfer, Rugi Rp 6 Juta

Joko menuturkan, pembelajaran selama pandemi dilakukan dari rumah sesuai aturan kementrian dan dinas untuk meminimalisasi adanya klaster baru dari lingkungan sekolah.

Hanya, lanjut dia, saat hari pertama masuk sekolah, khususnya siswa baru, ada yang melakukan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) secara tatap muka. Namun, itu dilakukan secara sif.

Mereka dikenalkan dengan lingkungan sekolah, termasuk cara mencuci tangan secara benar dan menjaga jarak. “Anak-anak ditunjukkan kelasnya, kemudian belajar memperkenalkan diri,” klaimnya.

Saat ini, siswa SDLB ada 10 anak. Sementara SMPLB dan SMALB jumlahnya lebih sedikit. “Kita cukup terbantu dengan sekolah inklusi. Kasihan kalau anak yang dari kecamatan harus sekolah ke kota karena tidak ada SLB kecamatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tryout SMP Lancar, Ini Pesan Kepala Disdik Lamongan

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Lamongan Sri Yuliarsih menyatakan, pembelajaran jarak jauh tidak harus menyelesaikan kurikulum. Apalagi siswa SLB. Pembelajaran bisa disesuaikan kondisi siswa.

Dia menilai guru yang mengetahui secara teknis.  Dinas hanya mendapatkan laporan evaluasi siswa. “Dinas hanya menyampaikan kepada kepsek agar anakanak tetap belajar meski dari rumah,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/