alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Meski Ada yang Keberatan, Tahapan Tetap Jalan

TUBAN – Batas waktu pengajuan keberatan atas hasil pemilihan kepala desa (pilkades) berakhir kemarin (15/7). Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Keluarga Berencana (DPMD-KB) Tuban memastikan hanya dua desa yang mengajukan keberatan. Yakni, Desa Mlangi, Kecamatan Widang dan Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan.

‘’Sampai sore tadi (kemarin, Red) hanya dua yang mengajukan keberatan,’’ kata Kasi Peningkatan Kapasitas Aparatur DPMDKB Tuban Suhut kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin.

Meski demikian, dia menegaskan, proses pengajuan keberatan dari dua desa tersebut tidak menghambat tahapan pilkades yang sudah berlangsung. Bahkan, hingga tahap pelantikan pun tidak ada masalah. ‘’Tahapan pilkades tetap jalan sesuai jadwal. Karena prosesnya sudah dilalui,’’ terang pejabat eselon IV jebolan Universitas Kediri itu.

Suhut menyampaikan, apa pun hasilnya, yang bisa memutuskan adalah Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN). ‘’Jika nanti dimediasi masih ada yang tidak terima, ya kami persilakan mengajukan gugatan ke PTTUN,’’ tegas Suhut.

Baca Juga :  Mahasiswa Unair Ciptakan Terromantis

Sekadar diketahui, pilkades di Desa Mulyoagung diikuti tiga calon. Dari hasil penghitungan suara, panitia dimenangkan calon incumbent, Moh. Muhail dengan perolehan 2.087 suara. Kemudian disusul Ena Sriyatin dengan 1.625 suara dan Mashuri dengan 704 suara.

Sementara itu, perebutan kursi kades di Desa Mlangi berakhir draw. Dua calon yang maju mengantongi suara sama. Calon nomor urut 1, Moh. Kusnan dan calon nomor urut 2, Siswarin sama-sama meraih 1.243 suara. Meski demikian, keputusan untuk menetapkan cakades terpilih yang memeroleh suara sama itu sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Tahun 2014 tentang Desa. Juga diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 65 Tahun 2017 tentang Perubahan Aturan Pilkades dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pilkades.

Baca Juga :  Pilkades Serentak di Bojonegoro Dijatah Rp 3,4 Miliar

Isinya, dalam hal calon kepala desa yang memeroleh suara terbanyak yang sama lebih dari satu atau dua calon yang memeroleh suara draw, maka calon terpilih ditetapkan berdasarkan wilayah perolehan suara yang lebih luas. Dalam hal ini, berdasar persebaran suara di masing-masing blok yang telah ditetapkan panitia.

Kasus perolehan suara draw di Mlangi berhasil dimenangkan calon nomor urut 2, Siswarin. Alasannya, dari tiga pembagian blok, yakni blok merah, kuning, dan hijau, Siswarin berhasil memenangi perolehan suara di dua blok. Yakni, blok kuning 468 suara berbanding 357 suara dan blok hijau 509 suara berbanding 332 suara. Sedangkan Kusnan, hanya unggul di blok merah dengan perolehan 554 suara berbanding 266 suara. Namun, calon yang kalah masih tidak terima dan mengajukan keberatan.

TUBAN – Batas waktu pengajuan keberatan atas hasil pemilihan kepala desa (pilkades) berakhir kemarin (15/7). Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Keluarga Berencana (DPMD-KB) Tuban memastikan hanya dua desa yang mengajukan keberatan. Yakni, Desa Mlangi, Kecamatan Widang dan Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan.

‘’Sampai sore tadi (kemarin, Red) hanya dua yang mengajukan keberatan,’’ kata Kasi Peningkatan Kapasitas Aparatur DPMDKB Tuban Suhut kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin.

Meski demikian, dia menegaskan, proses pengajuan keberatan dari dua desa tersebut tidak menghambat tahapan pilkades yang sudah berlangsung. Bahkan, hingga tahap pelantikan pun tidak ada masalah. ‘’Tahapan pilkades tetap jalan sesuai jadwal. Karena prosesnya sudah dilalui,’’ terang pejabat eselon IV jebolan Universitas Kediri itu.

Suhut menyampaikan, apa pun hasilnya, yang bisa memutuskan adalah Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN). ‘’Jika nanti dimediasi masih ada yang tidak terima, ya kami persilakan mengajukan gugatan ke PTTUN,’’ tegas Suhut.

Baca Juga :  Jalanan Bojonegoro - Cepu Krowak, Memicu Pengendara Motor Jatuh

Sekadar diketahui, pilkades di Desa Mulyoagung diikuti tiga calon. Dari hasil penghitungan suara, panitia dimenangkan calon incumbent, Moh. Muhail dengan perolehan 2.087 suara. Kemudian disusul Ena Sriyatin dengan 1.625 suara dan Mashuri dengan 704 suara.

Sementara itu, perebutan kursi kades di Desa Mlangi berakhir draw. Dua calon yang maju mengantongi suara sama. Calon nomor urut 1, Moh. Kusnan dan calon nomor urut 2, Siswarin sama-sama meraih 1.243 suara. Meski demikian, keputusan untuk menetapkan cakades terpilih yang memeroleh suara sama itu sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Tahun 2014 tentang Desa. Juga diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 65 Tahun 2017 tentang Perubahan Aturan Pilkades dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pilkades.

Baca Juga :  Mahasiswa Unair Ciptakan Terromantis

Isinya, dalam hal calon kepala desa yang memeroleh suara terbanyak yang sama lebih dari satu atau dua calon yang memeroleh suara draw, maka calon terpilih ditetapkan berdasarkan wilayah perolehan suara yang lebih luas. Dalam hal ini, berdasar persebaran suara di masing-masing blok yang telah ditetapkan panitia.

Kasus perolehan suara draw di Mlangi berhasil dimenangkan calon nomor urut 2, Siswarin. Alasannya, dari tiga pembagian blok, yakni blok merah, kuning, dan hijau, Siswarin berhasil memenangi perolehan suara di dua blok. Yakni, blok kuning 468 suara berbanding 357 suara dan blok hijau 509 suara berbanding 332 suara. Sedangkan Kusnan, hanya unggul di blok merah dengan perolehan 554 suara berbanding 266 suara. Namun, calon yang kalah masih tidak terima dan mengajukan keberatan.

Artikel Terkait

Most Read

Pembentukan Bamus dan Banggar Alot

Dijadwalkan Hingga Pekan Depan

UMKM Perlu Manajemen Keuangan

Artikel Terbaru


/