alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

PDIP Belum Tentukan Calon

BOJONEGORO – Siapa calon bupati (cabup) akan diusung Partai Demokrasi Indonesaia Perjuangan (PDIP) pada Pilbup 2018 masih teka-teki. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP mengaku sudah mengantongi nama-nama bacabup dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) yang diajukan. Dalam waktu dekat, DPP akan mengumumkan siapa nama yang direkomendasi maju Pilbup 2018. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, meski sudah mengantongi nama-nama yang diajukan ke DPP, namun masih melihat kondisi perpolitikan di Bojonegoro seperti apa. DPP harus melihat realitas kekuatan politik PDIP di Bojonegoro, termasuk setelah PDIP tidak memiliki keterwakilan pimpinan DPRD. 

Namun, partai berlambang banteng moncong putih ini memiliki 5 kursi anggota DPRD. Jumlah ini termasuk banyak. ‘’PR kita adalah perbaikan partai terus-menerus. Yaitu dengan konsolidasi seperti ini,’’ ujarnya usai konsolidasi di DPC PDIP Bojonegoro kemarin.

Baca Juga :  26 PNS Bisa Daftar Seleksi Sekda

Namun, pihaknya terus mencari kombinasi yang pas bacabup dan bacawabup. Kombinasi itu dari internal partai dengan eksternal partai. Atau sebaliknya, eksternal partai dengan internal partai ‘’Nama-nama sudah masuk di DPP. Untuk pengumumannya dan rekomendasi, kita masih menunggu momentum,’’ ujarnya.

Selain DPC PDIP, Partai Nasdem juga membuka pendaftaran bacabup dan bacawabup. Jumat lalu (14/7) Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Setyo Hartono mengambil formulir pendaftaran. Juga, nama-nama lainnya, seperti Arief Januarso, Wahyu Subagdiono, dan Pitono. 

Selain pilbup, pilkada serentak 27 Juni 2018 nanti juga berlangsung Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim. PDIP mengklaim terus melakukan persiapan dan penjaringan bakal calon. Setelah itu, pemetaan politik. PDIP juga meminta masukkan dari sejumlah ulama Nahdlatul Ulama (NU). Sebab, Jatim basis terbesarnya adalah NU. 

Baca Juga :  Undangan Nikah Tersebar, Tertangkap Bawa SS

Lalu, melakukan survei nama-nama masuk ke DPP. ‘’Kita harus membangun Jatim menjadi provinsi yang besar,’’ terangnya. 

Jadwal pendaftaran cabup-cawabup di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojongoro dimulai Januari 2018. Februari 2018 sudah dilakukan penetapan calon bupati dan wakil bupati. Untuk calon independen dukungan fotokopi KTP elektronik yang dibutuhkan sebanyak 67.699 lembar. Dukungan tersebut harus diserahkan ke KPUK paling lambat Oktober. Sebab, November-Desember KPUK melakukan verifikasi. (zim/rij)

BOJONEGORO – Siapa calon bupati (cabup) akan diusung Partai Demokrasi Indonesaia Perjuangan (PDIP) pada Pilbup 2018 masih teka-teki. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP mengaku sudah mengantongi nama-nama bacabup dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) yang diajukan. Dalam waktu dekat, DPP akan mengumumkan siapa nama yang direkomendasi maju Pilbup 2018. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, meski sudah mengantongi nama-nama yang diajukan ke DPP, namun masih melihat kondisi perpolitikan di Bojonegoro seperti apa. DPP harus melihat realitas kekuatan politik PDIP di Bojonegoro, termasuk setelah PDIP tidak memiliki keterwakilan pimpinan DPRD. 

Namun, partai berlambang banteng moncong putih ini memiliki 5 kursi anggota DPRD. Jumlah ini termasuk banyak. ‘’PR kita adalah perbaikan partai terus-menerus. Yaitu dengan konsolidasi seperti ini,’’ ujarnya usai konsolidasi di DPC PDIP Bojonegoro kemarin.

Baca Juga :  Memasuki Masa Kampanye, Konveksi Lokal Masih Lesu 

Namun, pihaknya terus mencari kombinasi yang pas bacabup dan bacawabup. Kombinasi itu dari internal partai dengan eksternal partai. Atau sebaliknya, eksternal partai dengan internal partai ‘’Nama-nama sudah masuk di DPP. Untuk pengumumannya dan rekomendasi, kita masih menunggu momentum,’’ ujarnya.

Selain DPC PDIP, Partai Nasdem juga membuka pendaftaran bacabup dan bacawabup. Jumat lalu (14/7) Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Setyo Hartono mengambil formulir pendaftaran. Juga, nama-nama lainnya, seperti Arief Januarso, Wahyu Subagdiono, dan Pitono. 

Selain pilbup, pilkada serentak 27 Juni 2018 nanti juga berlangsung Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim. PDIP mengklaim terus melakukan persiapan dan penjaringan bakal calon. Setelah itu, pemetaan politik. PDIP juga meminta masukkan dari sejumlah ulama Nahdlatul Ulama (NU). Sebab, Jatim basis terbesarnya adalah NU. 

Baca Juga :  Musyrik Bisnis

Lalu, melakukan survei nama-nama masuk ke DPP. ‘’Kita harus membangun Jatim menjadi provinsi yang besar,’’ terangnya. 

Jadwal pendaftaran cabup-cawabup di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojongoro dimulai Januari 2018. Februari 2018 sudah dilakukan penetapan calon bupati dan wakil bupati. Untuk calon independen dukungan fotokopi KTP elektronik yang dibutuhkan sebanyak 67.699 lembar. Dukungan tersebut harus diserahkan ke KPUK paling lambat Oktober. Sebab, November-Desember KPUK melakukan verifikasi. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

September Mulai Tahap Sosialisasi

Raperda Dana Abadi Ditolak Gubernur

Pemkab Harus Lakukan Penelitian

Temukan Program Inefisiensi di OPD

Artikel Terbaru


/