alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Tujuh Sekolah Numpang UNBK

BOJONEGORO – Belum semua SMP negeri di Bojonegoro melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) secara mandiri. Ada tiga di antaranya yang masih menumpang UNBK di sekolah lain.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Hanafi menjelaskan, penyebab belum semua sekolah menggelar UNBK sendiri adalah keterbatasan komputer.

Belum semua sekolah memiliki komputer yang cukup untuk menggelar UNBK mandiri. “Sehingga, mereka harus menumpang di sekolah lain,” ujarnya.

Total keseluruhan, disdik mencatat ada tujuh sekolah yang belum menggelar UNBK mandiri. Sebanyak empat sekolah adalah swasta. Meski demikian, sekolah-sekolah itu tetap menggelar UNBK.

Baca Juga :  Panen Raya Tembakau Mundur, Diprediksi Mulai Bulan Oktober

Hanafi menuturkan, tahun depan pihaknya akan mengusahakan agar semua sekolah melaksanakan UNBK secara mandiri. Tentunya, disdik juga akan memberikan bantuan komputer pada sekolah-sekolah itu.

Bantuan komputer akan dilakukan dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) pusat. Tahun ini bantuan akan difokuskan pada sekolah-sekolah yang belum UNBK itu.

“Jadi, tahun depan semua sekolah sudah UNBK,” jelasnya.

Sekolah-sekolah yang belum melaksanakan UNBK secara mandiri itu adalah sekolah di pelosok. Selain ketersediaan komputer yang minim, jaringan internet di wilayah itu juga minim. Sehingga, disdik juga harus mengusulkan untuk penguatan jaringan.

UNBK jenjang SMP dilaksanakan pada 22 April nanti. Ujian akan berlangsung selama 3 hari. Saat ini persiapan yang dilakukan disdik adalah memastikan jaringan internet aman. Sebab, jaringan itu sangat memengaruhi kelancaran pelaksanaan UNBK. “Listrik juga harus aman. Kami sudah berkoordinasi dengan PLN,’” jelasnya.

Baca Juga :  Disdik Belum Pastikan Belajar Tatap Muka Tahun Depan

Sejak dua tahun lalu, pelaksanaan ujian nasional dilaksanakan berbasis komputer. Namun, untuk melaksanakan secara mandiri belum semua sekolah mampu. Sehingga, harus menumpang di sekolah lain.

BOJONEGORO – Belum semua SMP negeri di Bojonegoro melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) secara mandiri. Ada tiga di antaranya yang masih menumpang UNBK di sekolah lain.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Hanafi menjelaskan, penyebab belum semua sekolah menggelar UNBK sendiri adalah keterbatasan komputer.

Belum semua sekolah memiliki komputer yang cukup untuk menggelar UNBK mandiri. “Sehingga, mereka harus menumpang di sekolah lain,” ujarnya.

Total keseluruhan, disdik mencatat ada tujuh sekolah yang belum menggelar UNBK mandiri. Sebanyak empat sekolah adalah swasta. Meski demikian, sekolah-sekolah itu tetap menggelar UNBK.

Baca Juga :  Masih Hitung Warga Drop Out Vaksin

Hanafi menuturkan, tahun depan pihaknya akan mengusahakan agar semua sekolah melaksanakan UNBK secara mandiri. Tentunya, disdik juga akan memberikan bantuan komputer pada sekolah-sekolah itu.

Bantuan komputer akan dilakukan dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) pusat. Tahun ini bantuan akan difokuskan pada sekolah-sekolah yang belum UNBK itu.

“Jadi, tahun depan semua sekolah sudah UNBK,” jelasnya.

Sekolah-sekolah yang belum melaksanakan UNBK secara mandiri itu adalah sekolah di pelosok. Selain ketersediaan komputer yang minim, jaringan internet di wilayah itu juga minim. Sehingga, disdik juga harus mengusulkan untuk penguatan jaringan.

UNBK jenjang SMP dilaksanakan pada 22 April nanti. Ujian akan berlangsung selama 3 hari. Saat ini persiapan yang dilakukan disdik adalah memastikan jaringan internet aman. Sebab, jaringan itu sangat memengaruhi kelancaran pelaksanaan UNBK. “Listrik juga harus aman. Kami sudah berkoordinasi dengan PLN,’” jelasnya.

Baca Juga :  Disidak Anji dan Disawer Rp 600 Ribu, Dipakai Beli Seragam

Sejak dua tahun lalu, pelaksanaan ujian nasional dilaksanakan berbasis komputer. Namun, untuk melaksanakan secara mandiri belum semua sekolah mampu. Sehingga, harus menumpang di sekolah lain.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/